NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 37


__ADS_3

BAB 37


"Tuhan ampuni aku, bukan tidak mensyukuri niatmu atau pun aku kufur nikmat tetapi sungguh jika rasa ini bisa ku dapatkan di saat sakit maka biarlah selamanya aku sakit Tuhan..... Doaku di dalam hati memang gila, tetapi saat ini aku memang sangat gila.


" Dek kakak bangun ya... Biar kakak duduk sambil makan siang sekalian makan obat, adek bisa kok tidur lagi di pangkuanku, atau ku pesankan makan siang biar kita sama sama makan.


"Nggak.... Aku lagi nggak mau makan kak andra. ... Ucapnya sambil bergelayut manja .


Mendengar ucapan kinayah barusan seketika hatiku langsung sejuk terasa dunia ini penuh dengan bunga bunga , sejak kami menikah baru kali ini dirinya memanggil namaku dengan lembut.


"Dek.... Jangan gitu dulu ya..... Tunggu kita di rumah takut kakak nggak bisa nahan.... Ucapku sambil mengedipkan mataku menggodanya.


Tetapi entah apa yang merasuki dirinya, jari jemarinya semakin lincah bermain di dada bidang ku dan sekarang tangannya sudah menyusup masuk di dalam baju persatuan seribu umat yang sedang sakit khas rumah sakit.


"Eum... dek jangan gini dek aku ini pria normal, aku nggak mau percintaan pertama kita di lakukan di sini... Ucapku dengan tatapan berat karena jujur hasratku sudah sampai di ubun ubun.


" apa kak andra tidak jijik dengan tubuhku yang hanya tinggal sisa... Ucapnya tiba tiba.


"Jangan di ulangi pertanyaan konyol itu lagi dek...


" Tapi waktu di villa kak andra berkata seperti itu... Ucapnya kembali.


"Maaf jika adek tersinggung tetapi sebenarnya aku cuma mengancam dan berusaha menurunkan ego adek secara tidak langsung saja...


" Jadi benar adek kak andra tidak seperti itu.


"Benar sekali asal adek mau mendengarkan papi... Ucapku dengan meremas bagian punggung kinayah.


Tiba tiba dengan berani kinayah lalu menarik tengkuk ku dan kembali menyatukan kedua bibir kami dengan waktu yang sangat lama.


Hawa di tubuhku terasa mulai memanas mataku sudah semakin sayu... Siang ini kami bergelut mesra.


Tiba tiba suara getaran HP milikku terdengar sangat nyaring.

__ADS_1


" Dreeeet.... Dreeeet... Dreeeet.


Kinayah melepas kegiatannya dan membiarkan aku bangun mengambil HP milikku yang terletak di atas meja setelah itu segera ku buka dan ternyata nomor baru.... Ingin rasanya aku mengabaikan tetapi aku juga penasaran akhinya aku kembali ke sofa di mana kinayah masih dengan posisi baring dengan penampilan acak acakan atas ulahku.


Perlahan aku duduk di dekatnya sambil menekan tombol hijau .


"Halo... Ucapku sambil menuntun kinayah agar menaikkan kepalanya di pangkuanku dia pun segera mengangkat dan meletakkan kepalanya dengan posisi wajahnya menghadap masuk ke bagian perutku.


" Halo... Ini aku aditya, ucapnya sebelum aku bertanya.


"Oh... Kak aditya dari mana kak aditya mendapat nmr ku.


" Dari papi...


"O.... Aku hanya ber O ria.


" apa kinayah masih di sana...?


"Oh...iya kak ini masih tiduran dia di sofa.


Aku lalu menutup leuspeaker kemudian bertanya kepada kinayah.....


"Dek mau pulang atau mau nginap... Tanyaku.


" Kalau kak andra tidak merasa keberatan, aku mau nginap.


"Sebaiknya adek pulang aja ya.... Kasihan di sini nanti adek yang sakit tidur di sofa.


" Tapi..... Ucapannya menggantung setelah aku berbisik di telinganya.


"Adik pulang aja... Kalau adik di sini takut kak tidak mampu menahan hasrat kakak.


" Tapi kakak andra sakit..... Mana bisa aku pulang.

__ADS_1


"Pulang ya... insya allah kakak janji besok akan pulang..... Persiapkan ini untuk besok malam jika kau juga menginginkannya seperti kakak... Ucapku sambil menyentuh sesuatu milik jelita.


Sedangkan jelita hanya menunduk malu.


Tiba tiba terdengar teriakan dari seberang sana dengan sangat nyaring membuat aku segera menjauhkan HP milikku dari telingaku.


"Hello yang di seberang sana, aku menelpon ingin bertanya mau pulang atau nggak... bukan mau mendengar kalian bercinta .


" Iya nih kak ..... kinayah mau pulang kok.


"Cepat suruh ke sini jika mau pulang nanti di tinggal mami .


" Oke kak otw.


"Ya sudah aku matikan ya...


" Oke kak..


"Hati hati melakukan itu nanti jahitan perut kamu putus terus kamu mati kasihan nay jadi janda muda, ucap aditya menggoda andra sebelum mematikan panggilannya.


" Kak andra... Aku...


"Iya pulang aja kasihan kamu di sini dek ... besok aku pulang.


" Iya deh kak...nay pulang, ucap kinayah dengan nada ingin menangis karena sebenarnya dia ingin di sini bersama suaminya, tetapi andra melarangnya, kinayah berjalan gontai hendak keluar dari kamar tetapi panggilan andra membuatnya harus menoleh ke belakang lagi.


"Dek.. Nggak salim kakak dulu, ucap andra sambil melangkah perlahan mendekati istrinya lalu mengusap usap kepalanya dengan lembut.


" Maafkan kak andra bukanya kakak tidak mau di temenin kamu dek, tapi kakak nggak mau kamu sengsara, ucap andra sambil memeluk istrinya dan mengecup kepalanya dengan mesra sebelum pergi.


Tetapi mata andra sekilas melihat leher istrinya merah karena perbuatannya.


"Dek.. Itu di lehernya merah nanti di lihat mami.

__ADS_1


" Biar aja... Ucapnya cuek sambil berlalu.


__ADS_2