NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 35


__ADS_3

BAB 35


Di luar kamar tampak kinayah berlari lari kecil menuju kamar di mana andra sedang di rawat seperti kakaknya.


Tetes air matanya sudah berguguran di kedua pipinya.... Entah mengapa dirinya begitu panik setelah mendengar jika andra juga sedang di rawat karena menjadi korban bersama aditya.... Kinayah sudah semakin yakin dengan perasaannya ,jika rasa yang sedang mengerogoti hatinya bukanlah perasaan sekedar simpatik tetapi melainkan itu adalah perasaan cinta yang sudah mulai bersemi di sudut hatinya... dirinya berlari dengan sejuta keinginan di hatinya dia ingin segera sampai lalu memeluk andra yang merupakan suami sahnya.


Tetapi langkah kinayah tiba tiba terhenti saat dirinya sudah sampai pas di depan pintu kamar andra... dirinya dengan tiba tiba membeku sambil memegangi dadanya setelah mengingat kata kata yang sempat di ucapkan andra ketika di villa dulu.


"Tidak.... dirinya tidak perlu tau jika aku sudah jatuh cinta kepadanya bukanlah dia pernah mengatakan jika dirinya jijik dengan wanita sepertiku, sebaiknya aku tidak usah masuk dan berpura pura tidak perduli kepadanya.


Kinayah pun kembali memutar badannya hendak berjalan kembali ke ruangan aditya sambil mengusap air matanya tetapi tiba tiba tuan bambang sudah berada di depannya.


"Kenapa balik nay... Tanya tuan bambang saat melihat putrinya sedang memutar badan hendak meninggalkan tempat tersebut.


" Papi...... Ucapnya lirih sambil kembali mengusap air matanya.


"Ayo masuk suami kamu lagi sakit dia sangat membutuhkan kamu..


" Tapi pi...


"Nggak ada tapi tapi masuk.... Ucap tuan bambang sambil membuka pintu kamar di mana andra sedang berbaring.


" Assalamu alaikum ndra, gimana kabar kamu.... Ucap tuan bambang sambil berjalan mendekati brangkar tempat tidur andra.

__ADS_1


Sedangkan andra yang semula berbaring segera bangun setelah dirinya melihat mertua dan istrinya datang membesuk nya.


"WA alaikum salam pa...keadaanku sudah baik... Ucapnya sambil tersenyum memperlihatkan barisan gigi putihnya yang semakin menyempurnakan ke tampanannya.


" Kamu jangan sekali kali ikut campur urusan orang jika tidak tau masalahnya.


"Baik pa....


" Ya sudah aku nggak bisa lama soalnya papi masih ada meeting, tapi ada nay kok dia akan menjaga kamu.


"Makasih pa...


" Sama sama... Jangan lupa makan biar cepat pulih,


"Iya pa.


"Tapi pi... Ini sudah tidak apa apa.


" Apanya yang sudah tidak apa apa, istirahat biar nay yang menemani kamu, ucap tuan bambang sambil berlalu keluar dari kamar tempat ku di rawat.


"Baik pa...


Setelah kepergian mertuaku aku pun berusaha membuat kinayah nyaman dengan berusaha membuka obrolan.

__ADS_1


" Nay ... Kakak minta maaf ya soalnya semalam nggak pulang.


"Nggak apa apa jawabnya singkat.


" apa kamu bosan di sini.... ? Kalau kau merasa bosan kau bisa mainin HP milikku cuma ya...HP kakak tidak semahal punya nay.


"Nggak usah.... Biar aku baca buku saja.


" Ya sudah kakak mau ke kamar mandi dulu... Ucapku sambil berusaha turun dari tempat tidur....


Tiba tiba kinayah dengan cepat berdiri dan hendak menuntunku turun dari tempat tidur dengan mengapit lenganku yang sebelah kanan.


Sebenarnya aku bisa melakukan ini sendiri bahkan tadi pagi aku juga bisa berjalan menemui aditya di kamarnya tetapi tidak apa biarlah aku jadikan kesempatan saat ini menjadi dekat dengan kinayah.


"Pelan turunnya... Ucap kinayah lembut sambil menegadahkan wajahnya ke atas karena posisi wajahku lebih tinggi dari dirinya ,tiba tiba tatapan kami bertemu sesaat kami saling tatap dan tanpa sadar aku mengangkat sebelah tanganku meraba wajahnya yang sangat lembut bagai kapas, merasa jika kinayah tidak melakukan penolakan, aku lantas memberanikan diri menundukkan wajahku membuat wajah kami semakin dekat tak berjarak perlahan lahan ku dekatkan bibirku dan mengecup bibir tipis milik kinayah, sekilas aku melihat ada rona merah di wajahnya tetapi bukan karena marah melainkan karena malu atas sentuhanku, meski pun sebelumnya dirinya sudah berkata jujur atas apa yang pernah di lakukannya di masa lalu bagi aku itu tidak masalah karena memang tidak semua manusia memiliki masa lalu yang bersih asal dia tidak melakukan saat dirinya sedang bersamaku saja.... Dan aku juga salut dengan kejujuran kinayah yang sangat polos dirinya berani jujur dengan keadaannya membuat aku berpikir jika keputusan menikahi dirinya bukanlah satu kesalahan meski pun dirinya masih sering merendahkanku tetapi bukankah itu adalah kenyataan dalam hidup ku.


Perlahan aku melepas tautan bibirku dan mengusap sisa sisa salipan di bibirnya sambil tersenyum menatapnya.


"Nay....ini ciuman pertamaku... Ucapku sambil berbisik di telinganya .


Sedangkan kinayah tampak melotot kan matanya seakan tidak percaya dengan ucapanku barusan.


" Kenapa..... Menatapku seperti itu.... Kamu tidak percaya... Tanyaku.

__ADS_1


Tetapi dirinya hanya diam sambil menundukkan kepalanya.


"Terima kasih kau mau menyambut ciuman pertamaku..... Ucapku kembali sambil tersenyum sambil memegang dagunya dan mengangkatnya secara perlahan hingga tatapan kami kembali beradu, aku menatap kinayah dengan tatapan senduh penuh harap.


__ADS_2