
BAB 26
Hari yang di nantikan oleh mereka sudah tiba... Rasya dan Rafa sejak tadi sore sudah sibuk menelpon ku ,tetapi aku masih belum mengangkat telpon salah satu dari mereka......
Merasa tidak enak dan juga merasa kasihan akhirnya aku memutuskan untuk menerima telpon mereka.
"Assalamu alaikum.... Terdengar suara dari sana yang sangat nyaring sehingga aku dengan cepat menjauhkan HP milikku dari telingaku.
" Wa alaikum salam Rafa..... turunkan volume kamu dua oktaf, jawabku.
"Kamu sih bro bikin emosi.... Jadi ikut nggak... Tanyanya langsung.
" Lihat aja kalau aku datang berarti ia... Tetapi jika aku tidak datang ya berarti tidak... Jawabku santai.
"Jika kali ini kamu tidak datang nggak usah temui kami lagi... Ancam Rafa.
" Kok kami.... Kamu kan lagi sendiri.... Jawabku.
"Ya anggak lah......aku kan.....lagi sama rasya kami mau berangkat bersama. Ucap Rafa.
" O........ Aku hanya ber O ria.
"Kok hanya O doang sih ndra... apa kamu memang tidak ada niat untuk ke tempat reuni.... Tanya ke duanya bersamaan.
" Bukan nggak ada.... Tapi semoga ada, ya sudah biar ku usahain ke sana. Ucapku kesal sambil mematikan HP.
__ADS_1
"Maksa banget sih.... Nggak tau apa aku harus ngomong apa sama kinayah... Ucapku sambil menarik narik rambutku ke belakang dan sungguh tidak nyangka jika kinayah sudah berdiri tepat di belakangku.
Aku segera menarik wajahku kembali ke posisi semula lalu menoleh ke belakang
sambil tersenyum.
"Nay.... Sejak kapan kamu masuk ke kamar... Tanyaku dengan heran.
" Sedari tadi..... Jawabnya singkat.
Iya posisi aku sekarang memang berada di kamar kinayah karena sejak kejadian di villa kemarin kinayah sedikit berubah dirinya sudah jarang keluar dan sikapnya pun terbilang baik meski masih sering menghinaku dan masih dingin tetapi jika aku bertanya dia tetap menjawab meskipun masi sangat dingin, tapi aku tetap bersyukur setidaknya ada kemajuan.
"Nay panggil ku.... Setelah dia lewat di sampingku
" Bisakah aku ikut reuni dengan teman temanku.... Ucapku meminta ijin kepadanya.
Bukannya menjawab kinayah malahan tertawa terbahak bahak sambil memegang perutnya.
Sedangkan aku hanya diam membego karena nggak tau sama sekali kinayah menertawai apa setahuku tak ada yang lucu di kamar ini.
Setelah puas tertawa baru lah dia bertanya.
"Emangnya kalau kerja bangunan ada kelas dan kelulusan juga ya..... Lalu mereka berpisah pisah mengambil jurusan... Sampai sampai bertahun tahun nggak pernah ngumpul lagi...... Dan sekarang kalian alumni tahun berapa....berapa tahun kalian nggak ketemu.......sehingga mau ada reuni segala......baru sekarang semua ada waktu luang ya..... Kasihan... Sungguh tega jika aku melarangmu pergilah...... Nggak pulang juga nggak apa apa...... Tetapi sebelum kau pergi tanda tangan dulu surat kontrak ini. . . . Meski aku di hina habis habisan aku tetap tersenyum dan meraih surat kontrak nikah yang sudah di buat nyonya amalia, tanpa membaca surat kontrak tersebut, aku langsung membubuhi tanda tanganku di atas materai yang sudah tertempel rapi setelah selesai ku letakkan lagi di atas meja, lalu aku segera bangkit dan meraih HP milikku lalu keluar dari kamar tanpa berbicara lagi.
Sebelum lanjut ke alamat yang di kirim Rafa dan rasya terlebih dahulu aku mampir sholat isya, karena takut jika kami keasyikan ngobrol.
__ADS_1
Kini aku sudah selesai sholat.... Tiba tiba suara getaran dari HP milikku terasa di dalam saku celanaku lalu perlahan ku buka nama rasya terpampang di layar HP milikku tanpa harus mengundur waktu aku langsung mengangkat panggilan vidio dari rasya.
"Assalamu alaikum....... Ndra kamu sudah di mana.... Tanya rasya.
" WA alaikum salam.... Aku di sini di mesjid habis melaksanakan sholat isya, jawabku.
"Wah kebetulan dong ndra.... Posisi kami juga sudah di depan mesjid.... barengan yuk... Ajak rasya.
" Nggak masalah ini aku di depan ....
"Iya kami sudah lihat kamu bro....ya udah .
Rasya mematikan panggilan nya tetapi tak berselang berapa menit terdengar teriakan mereka melengking di sertai suara klakson mobil yang berasal dari kendaraan mereka sehingga mengundang tatapan tajam dari salah satu pengurus mesjid.
Sontak saja aku tegur mereka berdua.
"Matikan tuh mobil dan kurangi volume suara kamu, ada kegiatan tadarusan di sini ......
"Iya deh... Maaf, ucap ke duanya secara bersamaan.
" Ayo ndra berangkat.... Ajak rasya .
"Sebaiknya kalian turun dulu sholat... Takut nanti kalian ke asyikan ngobrol sampai lupa waktu.
" Baiklah pak ustadz..... Ucap mereka sambil berlalu mengambil wudhu.
__ADS_1