
BAB 36
Entah mengapa saat ini aku seakan tidak mau melepas tatapan ku dari wajah lembut kinayah begitu juga dengan tubuhnya rasanya aku ingin mengulang kembali apa yang barusan aku dapat meski hanya sebuah ciuman tetapi itu sangat luar biasa.
"Nay... bisakah aku mengulang hal tadi... Tanyaku dengan posisi masih memegang dagu indah miliknya.
Tetapi kinayah masih tak bergeming di tempatnya membuat aku terasa bahagia dan ingin rasanya aku melompat tinggi sebagai tanda jika saat ini aku sangat bahagia, dengan sedikit menggerakkan wajahku bibir kami kembali menyatu dan kali ini kinayah juga ikut mengimbangi gerakan ku dan membalasnya sehingga kali ini berlangsung agak lama sampai sampai terdengar suara napas kinayah terasa ngos ngosan karena kinayah susah untuk bernapas apalagi saat aku melingkarkan tanganku di pinggangnya dan menariknya hingga tubuh kami juga saling menempel ah... Terasa duniaku ikut bersatu.... Tetapi momen itu tak berlangsung lama karena seorang perawat tiba tiba masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu sehingga membuat kinayah sangat kaget,dengan gerakan cepat dia mendorongku dan melepas paksa tautan kami yang pada akhirnya meninggalkan suara yang sedikit nyaring.
Karena merasa dirinya menganggu momen kami, perawat itu pun kembali keluar dan menutup pintu menyisakan senyum di bibirku menggoda kinayah.
"Lain kali jangan di tarik paksa dek..... Karena akan menimbulkan bunyi yang cukup nyaring apa lagi kakak lagi terbawa suasana..... Ucapku sambil melingkarkan tanganku di pinggangnya ,tanganku di tolak dan di hampaskan dengan kasar ke kasur yang membuat aku tiba tiba meringis karena jahitan di perutku terasa ikut tertarik.
"Issssttt.... Duh... Ringis ku
kinayah sama sekali tidak menoleh dirinya terus berjalan menuju sofa dan langsung membaringkan tubuhnya dengan posisi membelakangi ku.
Aku pun melanjutkan niatku yang sempat tertunda karena terhalang sesuatu hal romantis yang pertama kali terjadi selama pernikahan kami.
Dengan perlahan aku masuk ke dalam kamar mandi sesampainya di dalam aku menatap wajahku di cermin yang ada di dalam kamar mandi tersebut, kemudian pindah menatap bibirku sambil tersenyum.
__ADS_1
"Semoga kejadian hari ini adalah satu tanda jika rumah tanggaku sudah mendapat rahmat dari allah SWT.... Ucapku di dalam hati.
Tidak lama kemudian aku keluar dari kamar mandi sekilas tatapanku menatap punggung kinayah yang sedikit terbuka dan mempertontonkan punggungnya yang putih mengkilat membuatku mengerutkan keningku.
" apa dia sedang tertidur atau sengaja menggoda aku... Bisikku di dalam hati.
Aku pun mendekatinya dan seketika terdengar suara napasnya yang sangat teratur lolos keluar dari kedua bibirnya.
"Astaga dia ternyata tertidur...... Ucapku sambil menatap wajahnya yang begitu damai di dalam tidurnya.
" Jangan jangan semalam dirinya tidak tidur menunggui aku pulang... Ah.... Kamu jangan ge'er ndra, ucapku kembali sambil duduk di samping punggung kinayah merapikan bajunya yang tersingkap ke atas, terasa punggungnya di sentuh kinayah pun bergerak membalikkan badannya dengan posisi melingkarkan tangannya di pinggang ku membuat aku harus terpaksa duduk di sampingnya.
"Letak di situ aja dek... Ucapku sambil berbisik dari jauh.
" Maaf ya..... Istriku lagi tidur, ucapku kembali.
"Oke... Tuan tidak apa apa tapi jangan lupa makan siang dan minum obat, ucap perawat yang bertugas membawa makan siang untuk aku.
Tetapi percakapan kami mampu mengusik tidur kinayah, tampak dirinya sedang menggosok gosok kedua matanya dengan punggung tangannya.
__ADS_1
" Dek udah bangun.... Kakak menganggu ya, tanyaku
Kinayah tampak menggeleng gelengkan kepalanya menanggapi pertanyaanku dan kembali melingkarkan tangannya di pinggang ku, tetapi kali ini dirinya melingkarkan ke dua tangannya lalu menyusupkan kepalanya di bawah ketiak ku membuat aku semakin berdebar debar.
"Dek... Jangan gitu aroma badan kakak agak bau acem dari pagi belum mandi.
" Lantas kinayah menurunkan kepalanya dari pangkuanku,sekilas ku lihat ada raut kecewa di wajahnya, aku pun berinisiatif ikut membaringkan tubuhku di sisiNya sehingga posisi tidur kami sudah saling berhadapan, jujur sejak kami menikah ini yang pertama kalinya tidur berdekatan dengannya ,jantungku sungguh tak dapat ku ajak kompromi terus berdetak seperti beduk yang bertalu talu ,membuat aku menjadi malu tetapi aku harus berani demi wanita yang selama ini aku kagumi.
Aku perlahan menarik tubuh kinayah agar semakin merapat di tubuhku sehingga pakaian kami sudah saling bergesek, meski dirinya masih setia menutup mata tetapi aku tau jika dirinya sudah tak lagi tidur,
"Dek geser kesini lagi biar kakak peluk dan ini kepalanya di angkat sedikit biar lengan kakak bisa jadi bantal kamu.
" Eum.... Kinayah hanya mengeluarkan bunyi leguhan sambil bergerak sedikit mundur tetapi aku menahannya dan menarik tubuhnya yang ramping semakin merapat sehingga dua buah persik miliknya sudah menempel di dadaku, merasakan miliknya sudah tertekan di dadaku dia kembali memberontak tetapi aku segera berbisik.
"Dek di bawa tenang ya .... kasihan perut kakak baru semalam habis di jahit takut jahitan nya putus dan menimbulkan infeksi... Ucapku.
Kinayah pun membuka mata dan menatapku penuh tanya.... Aku mengerti dengan tatapannya, sambil tersenyum aku berkata.
" Nanti akan kakak ceritakan kronologi kejadiannya.... Nay mau kan mendengar cerita kakak.
__ADS_1
Sekali lagi hanya anggukan yang aku dapat tetapi itu sudah lebih dari cukup bagiku, aku semakin mengeratkan pelukanku lalu menatap wajahnya penuh kerinduan, ku pindahkan anak rambut yang terurai di wajahnya lalu ku selipkan di belakang telinganya, kutakupkan dua telapak tanganku di kedua pipi tirusnya perlahan aku kembali membungkam bibir tipis miliknya , dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, perasaan yang aku anggap akan berakhir hanya sebuah kisah semu....ternyata menjadi kenyataan.