
BAB 7
"Stop menuduh saya darco, dia hanya menolongku karena aku terjatuh tidak lebih dari itu, lagian aku juga tidak mengenal pria ini, ucap kinayah sambil menunjuk ke arah andra.
"Maaf, ucap andra sambil berlalu dari kedua orang itu.
Ada sedikit rasa nyeri di sudut hati andra ketika kinayah menunjuk dirinya dan berkata jika dirinya tidak mengenal andra, tetapi andra segera menepis pikirannya.
" Ndra sadar sadar dia milik orang lain, dan kamu nggak boleh seperti ini karena memang antara kau dan dia memang tidak pernah saling mengenal, ucapnya di dalam hati.
Tiba tiba pundak andra di tepuk dari belakang.
"Sedang apa di sini..... Tanya tuan bambang.
" Oh... Tuan aku jadi kaget, aku baru dari toilet...ucap andra sedikit menggaruk kepala bagian belakang.
"Kalau begitu ayo kita ke sana pesanan kita sudah datang takut jadi dingin akan tidak enak rasanya. Ucapnya sambil berjalan mendahului andra.
Detik kemudian mereka sudah duduk di meja yang sudah dipesan tuan bambang dan mereka sudah siap makan .
Tiba tiba andra bertanya kepada tuan bambang.
__ADS_1
"Maaf sebelumnya tuan ,tapi apa boleh aku tau berapa harga makanan ini setiap porsinya.
" Maaf andra bukan aku tidak mau memberi tau harga makanan ini tetapi aku bukan memanggil kamu ke sini untuk mencari tau harga makanan di restoran ini, ucap tuan bambang sambil tersenyum lalu menepuk pundakku sambil berkata.
"Makan, biar kita cepat pergi ke tempat lain.
" Aku pun mulai menunduk dan membaca doa sebelum memulai memakan makanan yang seumur umur belum pernah aku makan, dan ternyata makanan ini memang sungguh lezat.
"Alhamdulillah ucapku di dalam hati.
Setelah selesai makan aku dan tuan bambang lanjut berkeliling kota hingga mata kami tersentuh oleh keindahan sebuah mesjid yang berada di sudut kota , mata kami pun saling tatap dan saling mengangguk untuk mampir melaksanakan sholat dzuhur di mesjid itu.
Tuan bambang mau mengantar aku sampai di rumah tetapi aku meminta supaya aku di turunkan di depan rumah sakit saja karena aku mau sekalian melihat keadaan temanku rafa yang sedang di rawat di rumah sakit tersebut.
"Aku turun di depan rumah sakit saja tuan, ucapku.
" Kenapa andra. .... apa kau sakit... Tanya tuan bambang sambil menatapku.
"Oh...., Tidak tuan... Aku hanya ingin melihat keadaan temanku yang sedang di rawat di rumah sakit ini. Ucapku.
" O...... ,Tuan bambang hanya ber O ria menanggapi jawabanku.
__ADS_1
Setelah beberapa menit mobil mewah tuan bambang sudah berhenti di depan rumah sakit, dan aku pun turun, sebelum turun aku tidak lupa mengucapkan banyak Terima kasih kepada tuan bambang untuk hari ini.
"Terima kasih tuan untuk semuanya ucapku, setelah itu aku pun bergegas turun dari mobil mewah itu.
Baru saja aku hendak menutup pintu mobil tersebut tiba tiba tian bambang bertanya padaku.
" Hem..... Andra masi bisakah aku mengajakmu di lain waktu, tanyanya.
"Tentu saja tuan... Hubungi saja aku jika tuan menginginkan hal itu tetapi harus hari libur tuan, ucapku lagi.
" Baiklah... Ucapnya.
"Assalamu alaikum tuan, ucapku ketika dia hendak menginjak pedal gas mobilnya.
Tuan bambang pun kembali tersenyum lalu menjawab salamku.
" Wa alaikum salam andra, ucapnya lagi.
Setelah itu dirinya mulai melajukan mobilnya di jalan raya dengan kemudi di dalam kuasanya tuan bambang memang tak pernah mengunakan jasa supir pribadi, dirinya lebih menyukai mengemudi sendiri .
Seperti halnya hari ini kami berkeliling kota tanpa adanya supir yang mendampingi dirinya.
__ADS_1