
BAB 58
Setelah acara selesai andra dan sahabatnya di ajak anita ngopi bersama sebagai ucapan selamat dari anita karena ketiga sahabatnya berhasil lolos dengan nilai yang sangat bagus.
Sebelum berangkat ke cafe anita memerintahkan semua krunya segera pulang ke tempat masing masing sedangkan dirinya berangkat berempat dengan sahabatnya.
Tak butuh waktu lama mobil mereka pun sudah tiba di depan cafe setelah mendapat parkiran yang tepat untuk mobil anita mereka berempat bergegas keluar dan melangkah dengan gembira memasuki cafe.
"Kalian mau pesan apa kali ini aku yang traktir, ucap anita sambil memutar badannya menghadap ke arah ketiga sahabatnya.
" Kami bertiga mengikuti kemauan kamu aja, balas andra.
"Kok bertiga andra ...? Protes Rafa.
" Terus kamu mau apa...? Tanya rasya.
"Iya deh, aku juga ngikut sama si lampir tengil itu, semoga saja nasibku nggak sama dengan dirinya.
" apa kau bilang ha...? Tanya anita yang tiba tiba membalikkan badannya dan langsung menjewer telinga Rafa lalu berbalik memeluk lengan andra dengan manja sambil mengadu.
"Ndra tolongin aku dong masa aku cantik gini di bilangin lampir tengil oleh Rafa.
Andra yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari anita hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Sedangkan tidak jauh dari mereka juga ada orang yang sedang asyik mengabadikan kemesraan yang sebenarnya tidak sesuai dengan kenyataannya.
__ADS_1
Tidak terasa oleh mereka jika jam sudah menunjukkan kurang lebih jam dua belas malam, mereka pun segera beranjak untuk meninggalkan cafe tersebut.
Setelah mereka sudah sampai di depan mobil ,andra tiba tiba di lempari kunci mobil oleh anita.
"Ndra, kamu yang nyetir ya.
Dengan berat hati dirinya menangkap kunci yang melayang ke arahnya.
" Ya, kok saya... ?
"Sekali kali ndra, ucap rasya dengan senyum jahilnya.
" Baiklah, ucap andra.
"Nah....gitu dong, jangan nolak mulu kerjaan lho.
"Ngapain kamu yang protes...? andra aja nggak protes , dasar kurcaci.
" Anitaaa....., sekali lagi kamu ngatain aku kurcaci ku sumpah mulutmu.
"Pakai apa...?
" Pakai sepatu gue ha... ha... ha...
"Hey, kalian anjing sama kucing, lihat keluar kita sudah sampai di tempat tadi, sebaiknya kita bertiga keluar, teriak rasya.
__ADS_1
" Oh iya, kita sudah sampai, timpal Rafa.
"Iya, pergi sana biar nggak bikin aku kesel terus.
" Oke, jom kita turun.
"Andra nggak boleh turun dia harus ngantar aku pulang dulu.
" Tapi..., protes andra.
"Kalian tega membiarkan aku pulang sendiri...? Aku lho seorang perempuan, bukannya perempuan tidak boleh pulang sendiri jika sudah larut malam.
Akhirnya ketiganya pun sadar jika sekarang ini sudah larut malam sehingga rasya dan Rafa tiba tiba berubah pikiran dan memerintahkan andra untuk mengantar anita sampai ke rumahnya dengan selamat.
"Iya ndra, sebaiknya kamu antar anita saja sampai di depan rumahnya dan yakinkan jika anita sampai dengan selamat.
" Kenapa harus aku aja, kenapa bukan kita bertiga...?
"Aduh ndra, aku harus pulang ke penginapan aku sudah capek banget.
" Alasan kalian, apa kalian tidak pernah berpikir tentang perasaan aku yang sejak kemaren belum pernah mendapatkan kesempatan untuk menelpon istriku, bisik andra kepada kedua sahabatnya.
Akhirnya rasya pun mengalah dan menawarkan dirinya untuk mengantar anita kembali ke rumahnya.
Tetapi anita bersih keras jika dirinya hanya mau di antar oleh andra seorang.
__ADS_1
"Tapi aku ada sedikit urusan anita, jadi biarkan rasya yang mengantar kamu sekarang.
" Pokoknya tidak, malam ini aku harus di antar andra, aku nggak mau sama yang lain, ucap anita dengan suara serak karena dirinya sudah menangis seperti biasa untuk meluluhkan hati para sahabatnya.