
BAB 91
Andra yang sudah mendapat info dari pihak hotel segera berlalu meninggalkan hotel tersebut karena merasa gelisah memikirkan tentang apa yang di lakukan dirinya pada anita di tambah lagi dirinya memikirkan bagaimana perasaan istri yang sangat di sayanginya selama ini.
"Tuhan bagaimana ini di satu sisi aku sudah menodai sahabatku sendiri sedangkan di sisi lain aku sangat tidak mau kehilangan istriku, ucap andra sambil mengusap rambutnya ke atas terlihat sangat frustasi.
Tampak andra berlutut di tepi pantai dengan kedua tangannya berada di kedua sisi pahanya sesekali tampak ombak terhempas menyiram seluruh tubuhnya hingga tiba tiba sebuah tangan menyentuh bahunya merasa ada yang menyentuhnya andra pun sentak menoleh dan menatap wanita yang sedang berdiri di dekatnya lalu dengan perlahan lahan andra berdiri dengan di bantu oleh si perempuan tersebut.
"Maafkan aku, maafkan atas perbuatanku terhadapmu An, ucap andra sambil menunduk di hadapan perempuan yang tidak lain adalah Anita.
" Untuk apa kamu meminta maaf, ucap Anita sedikit heran.
"Jangan berucap seperti itu An meski aku tidak mencintai kamu aku akan tetap akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan semalam bersamamu.
Mata Anita tiba tiba melotot karena merasa heran dengan ucapan Andra tetapi sedetik kemudian dia langsung merubah mimik wajahnya dengan wajah sedih lalu kembali bersandiwara bukan Anita jika tidak licik.
"Maafkan aku ndra yang juga tidak mampu mencegah semua itu sehingga terjadi seperti semalam, ucap anita sambil menangis.
__ADS_1
" Tidak usah meminta maaf An, sebaiknya kita secepatnya menikah biar tidak jadi aib jika saja kau hamil.
Mata Anita kembali melotot karena kaget .
"Wah sungguh ini keajaiban, siapakah yang semalam tidur dengan andra lalu kenapa dia kira aku yang di tiduri jangan jangan yang semalam datang merebut Andra dariku adalah anak buah Darco tapi untuk apa dan apa maksudnya jika pada akhir ceritanya Andra kembali ke pangkuanku ah... bodoh amat yang penting sekarang Andra sebentar lagi akan menjadi milikku untuk selamanya.
"An...An kok diam aja setuju nggak?
" Ah... Oh... Ak... Aku ikut aja ndra asal jangan terpaksa karena aku tidak mau jika pernikahan kedua ku akan ikut gagal lagi ndra , ucap Anita yang kembali berpura pura menangis lalu memeluk tubuh Andra tanpa mereka sadari jika ada dua pasang mata yang sedari tadi menyaksikan kemesraan mereka.
" Maafkan aku Nay semua ini salahku, ucap Nisa dengan mata berkaca kaca.
"Tiba tiba terdengar suara HP milik Kinayah bergetar.
" Trerrrr trerrrr trerrrr.
"Assalamu alaikum kak Aditya, ucap Kinayah.
__ADS_1
" WA alaikum salam Nay kamu sekarang di mana segeralah terbang ke Singapura.
"Ha... Singapura kak sekarang?
" Iya.
"Memangnya ada apa kak?
" Sebaiknya kamu berkemas sekarang jangan lupa ajak Nisa dan akan ada pengawal yang akan mengantar kalian sampai di sini.
"Baiklah kak aku akan segera berangkat, ucap Kinayah sambil mengusap air matanya sambil menutup telponnya lalu kembali menatap ke arah Andra dan Anita yang sedang duduk menghadap pantai dengan kepala Anita sudah bertengger di bahu Andra dengan manja.
" Nis kita berangkat sekarang, ajak Kinayah.
"Kira kira apa yang terjadi di sana?
" Entahlah Nis perasaanku mengatakan jika semuanya tidak baik baik saja.
__ADS_1