NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 5


__ADS_3

BAB 5


"Masa sih... Pada hal dulu dia sangat lugu dan pemalu maka dari itu kita selalu mengagumi dia.


" Kita.... Kaaamuuu...kali' Ucap rasya sambil berteriak.


"Astagfirullah rasya, coba jangan ngegas gitu kek.


" He.....he...nah... Sudah sampai di kamar Rafa, jom kita masuk kita lihat keadaannya.


Setelah mereka sampai ke dalam dan memeriksa keadaan Rafa lalu membawa ke rumah sakit.


Keesokan harinya ,pagi pagi sekali andra pergi meninggalkan rasya yang masih tidur di sofa yang ada di dalam kamar yang di tempati Rafa sejak semalam.


Sekitar jam delapan pagi rasya sudah terbangun dari tidurnya karena mendengar rintihan halus dari Rafa.


"Rafa... Kamu sudah bangun ya..


Tanya rasya.


" Hu... Uk... Ucap Rafa karena bibirnya bengkak sehingga susah di gerakkan.


"Bagaimana keadaan kamu pagi ini... Tanya rasya lagi.


Rafa hanya memanyumkan bibirnya ke kiri dan ke kanan sebagai tanda jika semua yang di tunjukan dengan isyarat pakai bibir terasa sakit semua.


" Makan tuh cinta...... Gara gara cinta mu nan suci akhirnya seluruh tubuhmu menjadi remuk coba semalam andra nggak mau ke club, aku sudah tidak tau apa yang terjadi sama kamu.

__ADS_1


"Ma.. Sih a... Cu... Cira dah m.. Ti.


" Ha... ha.. ha... Kamu nggak usap ucapkan Terima kasih sama aku tapi sama allah... Dan memang seandainya aku datang terlambat kamu memang sudah mati, ucap andra sambil tertawa mendengar cara bicara Rafa yang tidak jelas persis seperti anak yang baru belajar berbicara.


"Ngomong ngomong andra di mana ya... Kok dia udah hilang aja... Ini kan hari minggu.... Ucap rasya sambil menarik HP miliknya lalu menekan aplikasi yang berwarna hijau lalu melakukan panggilan suara.


" Hallo.... Ndra kamu di mana sekarang kok cepat betul ngilang..... Tanya andra setelah panggilannya mendapat jawaban.


"Iya nih rasya... Aku pagi pagi udah ngilang sampai nggak pamit sama kamu...


" Emangnya minggu juga kamu kerja...


"Nggak sih rasya tapi aku terlanjur berjanji akan pergi bersama tuan bambang kusuma Wijaya.


" apa...... Tuan Wijaya grup... Tanya andra heran.


"Iya... Dan sekarang ini aku sudah bersamanya... Oh iya kunci mobil ku letak di dalam laci dekat berangkas tempat tidur Rafa... Titip Rafa ya insya allah kalau aku cepat pulang aku akan langsung ke rumah sakit.


"Sampaikan salam aku kepada Rafa.... Ya sudah, tidak enak tuan bambang menunggu aku terlalu lama... Assalamu alaikum.


" Wa alaikum salam... Jawab rasya.


Setelah mengakhiri panggilannya rasya pun bangkit, dari duduknya lalu berjalan menuju toilet sambil tersenyum kepada Rafa.. Lalu berkata.


"Enak ya jadi andra bisa berteman sama tuan bambang kusuma Wijaya, ucap rasya sambil berlalu memasuki toilet.


Sedangkan ucapan rasya hanya di tanggapi dengan senyum yang di paksakan oleh Rafa.

__ADS_1


Tidak lama kemudian rasya sudah kembali dari toilet dengan wajah sudah segar.


" apa aku perlu nelpon orang tua kamu..


Rafa hanya menggelengkan kepalanya.


"He... Susah punya anak kayak kamu, segala sesuatunya tidak perlu di ketahui orang tua kamu... Kasihan om dan tante , ucap rasya.


" Ya sudah aku keluar dulu cari makan, karena kamu itu butuh sarapan, kau mana mau makan makanan yang di sediakan rumah sakit, ucap rasya lagi.


"Mau aku belikan apa... Tanya rasya kembali tetapi Rafa hanya menggeleng sambil menunjuk bibirnya yang bengkak.


" Baiklah nanti aku belikan kamu ayam geprek pedas level tinggi kesukaanmu, ucap rasya yang langsung mendapat timpukan selimut dari Rafa, rasya hanya menanggapinya dengan terkekeh sambil berlalu keluar dari ruangan tempat Rafa di rawat.


*****


sementara di tempat lain tuan bambang kusuma wijaya mengajak andra bersantai di sebuah toko buku yang banyak menjual buku berbau islami.


Di sana dirinya banyak bertanya dan bercerita kepada andra termasuk masalah anak anaknya.


"Tuan sangat hebat dalam berbisnis..... Puji andra.


" Mungkin dalam berbisnis iya aku pun akui diriku, tetapi dalam keluarga aku adalah orang tua yang gagal mendidik anak anakku, baik putra ku atau pun putriku.


"Mengapa tuan berkata seperti itu... Tanya andra kembali.


" Kelakuan anak anakku tidak ada yang benar andra yang putra ku terjerumus ke dalam dunia hitam sedangkan putriku juga demikian terjerumus ke dalam pergaulan bebas dan dunia malam.

__ADS_1


"Apakah anak tuan hanya dua... Andra kembali bertanya.


" Iya... Anak sulung ku laki laki yang seharusnya sudah membantu saya mengelola perusahaan tetapi dirinya malah asyik bergaul dengan orang yang salah dan sekarang dirinya sudah menjadi pecandu barang haram.


__ADS_2