NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 99


__ADS_3

BAB 99


"Aduh, rupanya napsu papa udah nyampe di ubung ubungnya sayang, ayo kita pulang temui papa biar di kasih jatah sayang, ucap Anita sambil mengelus elus perutnya yang rata.


" Cepat kemari dan hentikan ocehanmu itu.


"Iya iya galak amat sih Ndra sama aku, ucap Anita kesal.


" Cepat, terdengar suara bariton yang mengelengar memekakkan telinga Anita secara tiba tiba.


"Oke, ucap Anita dengan nada keras karena kesal dengan bentakan Andra.


Setelah berucap Anita segera memutuskan panggilan di HP miliknya lalu melangkah mendekati teman teman sosialita nya.


" Hay guys, kayaknya aku nggak bisa nemani kalian terlalu lama deh.


"Ya, kok gitu sih An, kan nggak seru tanpa kamu.


" Maaf ya, kali ini ijinin aku pulang kasihan calon laki gue nunggu aku di rumah, pulang dari kantor jam segini karena ***** berat mikirin aku terus dan katanya kepala itu tu udah nyut nyutan rasanya, ucap Anita berbohong.


"Ah..., so sweet banget sih calon suami kamu An bisa nggak gue minjam sehari aja, sahut salah satu teman Anita.


" Eh nggak nggak soalnya ini lebih berharga dari berlian dan segalanya jadi nggak bisa di bagi bagi.


"Pelit amat.

__ADS_1


" Iya dong so ini barang tahan lama di jamin puas dan ori.


"Bener nih An, emang biasanya kamu bisa di bikin muncrat berapa kali ?


" Ada deh?


"Pantesan langsung kembung tuh perut ternyata udah dapet yang tahan lama.


" Iya dong, eh udah ya kasihan daddy anakku kalau aku kelamaan takut kepalanya meletus.


"Ha ha ha balong kali.


" Serah ah bye..., ucap Anita sambil berlalu pergi dengan hati yang ngoceh hingga tanpa sadar dirinya sudah di dalam mobil setelah dia sudah siap berangkat dirinya pun kembali menarik ke atas satu sudut bibirnya dengan tersenyum getir sambil berucap.


Anita perlahan melakukan mobilnya sambil mengingat kembali saat malam di mana dirinya sangat kecewa dengan Andra dirinya pun melampiaskan kekesalannya dengan dirinya pergi ke sebuah club malam dan minum minuman beralkohol yang cukup banyak lalu dirinya pun mabuk di saat itulah dirinya turung ke lantai di mana banyak manusia baik laki laki maupun perempuan tua muda semuanya asyik meliuk liukkan badannya mengikuti irama, Anita pun melakukan hal yang sama bahkan lebih para lagi karena dirinya membuka sweater yang di pakainya dan bersisa tantop yang sangat seksi yang membuat dua gunung kembarnya menyembul keluar lalu dengan tanpa malu malu dirinya menggesek gesek kan badannya ke sembarang pria yang membuat dirinya di rangkul tiga laki laki lalu di bawah ke kamar khusus di club tersebut.


Keesokan paginya barulah dirinya sadar setelah melihat keadaan dirinya dan melihat pakaiannya berhamburan setelah melihat semua itu dirinya pun hendak bangkit tetapi dia merasakan sangat perih di bagian inti tubuhnya.


"Sialan mereka bermain terlalu kasar benar benar laki laki tidak tau Terima kasih udah ngambil gratis di hantam sembarang pula, gerutu Anita.


" Kalau begini caranya aku harus minta tolong ke asistenku untuk datang kemari menjemput aku.


Tak lama setelah berucap Anita pun menelpon asisten pribadinya untuk menjemput dirinya.


Dan tak butuh waktu lama asisten pribadinya pun datang dengan raut wajah berkerut .

__ADS_1


"Mengapa kau begini, apa kau pikir Andra akan jatuh ke pelukan kamu jika kamu tidak mau berhenti menjadi jalan.


" Kamu nggak usah ceramahi aku, cepat bantu aku ke kamar mandi.


"What?


" Iya aku tidak mampu berjalan seorang diri selakangan aku perih.


"Chi , kayak gadis baru di perawani saja.


" Sialan kamu, sadar nggak aku ini siapa ?


"Tau aku kamu itu atasanku tapi sampai kapan kau begini, lihat sekarang keadaan kamu berjalan pun kau sudah tidak mampu di pakai orang berapa kamu semalam.


" Bukan urusanmu.


"Baiklah jika itu mau kamu aku juga tidak akan membantu kamu jika kamu sedang bernapsu .


" apa kau mengancam?


"Menurut kamu?


" Sialan, terserah kamu laki laki banyak tergeletak di mana mana jika aku mau.


Adu mulut antara Anita dan asistennya terus berlanjut meski demikian laki laki yang selama ini mendampinginya sebagai asisten satu rangkap masih saja membantunya ke toilet dan memakaikan pakaian Anita hingga selesai.

__ADS_1


__ADS_2