NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 92


__ADS_3

BAB 92


Setelah berucap keduanya segera melangkah menuju hotel dan segera mengemasi barang barang mereka tampak Nisa sedang menelpon dan berbicara dengan seseorang lalu mereka segera meninggalkan hotel yang sudah beberapa hari menjadi tempat mereka istirahat.


"Bagaimana dengan urusan kita di sini Nis? :tanya Kinayah yang sedang berkendara menuju bandara.


" Tidak perlu kau pikirkan aku sudah menyerahkan semuanya kepada orang kepercayaanku.


"Usahakan jika perusahaan kita bisa melakukan kerja sama dengan perusahaan Anita ya Nis.


" Tenang saja Nay kamu tidak akan kehilangan apa yang sudah menjadi milikmu yang penting kamu yakin dan selalu semangat.


"Tapi aku takut Nis, bagaimana seandainya benar mereka bisa melangsungkan pernikahan secara agama saja.


" Percayalah Nay jika Anita bukanlah wanita yang suka akan kesederhanaan tetapi sebaliknya dia akan pamer dengan semua pencapaian yang di gapai apa lagi pencapaian yang bisa memiliki Andra sudah pasti dia akan merayakannya dengan megah dan meriah biar dunia semua tau jika dia mampu memiliki Andra.


"Menurut kamu mengapa Anita begitu sangat mencintai suamiku Nis?


" Sebenarnya perasaan yang di miliki Anita terhadap Andra bukanlah perasaan cinta Nay tetapi suatu perasaan obsesi yang sangat besar.


"Mengapa aku begitu takut kehilangan suamiku?


" Itu perasaan wajar bagi seorang istri yang memiliki cinta tulus kepada suaminya.

__ADS_1


Tiba tiba mobil yang di tumpangi keduanya sudah berhenti di depan bandara.


"Wah sudah sampai aja nih, ucap Nisa sambil membuka pintu.


" Iya ya nggak terasa, balas Kinayah.


"Gimana kamu mau ganti kostum nona Kisa?


" Tidak, aku sudah nyaman dengan kostum ini dan aku akan tetap mengunakan ini dan akan sedikit lebih mendalami agama biar seimbang dengan kostum dan ilmunya .


"Alhamdulillah, amin.


" Mari kita masuk sebentar lagi penerbangan kita.


"Baiklah, Terima kasih pak assalamu alaikum.


Sementara di tempat lain yaitu di Singapura tampak dua orang laki laki yang beda usia mondar mandir di depan sebuah ruangan operasi di sebuah rumah sakit ternama.


"apa ini pa kenapa mereka melakukannya terlalu lama?


Sedangkan yang di tanya rak berniat menjawab sama sekali dan hanya mondar mandir mengigit kuku salah satu jarinya.


" Aku akan menghancurkan orang yang sudah berani menyakiti moms ku aku akan pastikan jika mereka sekeluarga bahkan sampai tujuh keturunan tak akan aku biarkan hidup dan harus mati dengan menggenaskan, ucap Aditya dengan mata yang sudah menyala seperti kobaran api.

__ADS_1


"Itu harus kita lakukan nak, tetapi saat ini yang perlu kita perhatikan adalah moms kamu semoga dia bisa bertahan karena melihat posisi peluru yang sekarang bersarang di tubuh moms sangat sedikit kemungkinan untuk.. Ucapan tuan Bambang tergantung karena dua orang wanita bercadar sudah berdiri di depannya dengan salah satu dari mereka segera menyambung ucapan tuan Bambang dengan mata berkaca kaca.


"Sedikit kemungkinan untuk apa Pi?


Kedua laki laki yang beda usia segera menatap sosok wanita bercadar tersebut lalu bersamaan berucap.


" Nay kau sudah sampai ? Tanya tuan Bambang dan Aditya bersamaan.


"Iya aku sudah di sini bagaimana keadaan moms Papi, kak? Tanya Kinayah dengan air mata terus berderai dengan deras.


Nisa yang melihat sahabatnya sekaligus sepupunya tampak rapuh terus siaga di sampingnya dan terus berbisik agar Kinayah terus berucap dan berdoa.


"Istigfar Nay, kamu harus kuat biar tante bisa lebih kuat juga jika bertemu kamu.


" Terima kasih Nis.


Tiba tiba pintu ruangan operasi terbuka lalu keluar salah satu dokter memanggil keluarga pasien.


"Keluarga nyonya Amalia Wijaya.


" Iya dokter. Semua serentak menjawab panggilan dokter tersebut lalu bersamaan maju.


"Maaf operasi sudah kami lakukan tetapi ada sedikit ke ganjalan pada tubuh pasien, ucap sang dokter.

__ADS_1


" Maksud dokter? Tanya tuan Bambang.


"Mari , pasien mungkin tidak punya waktu banyak


__ADS_2