
BAB 61
Sementara di tempat lain , seseorang yang sudah mengikuti kemana pun andra pergi sudah sampai di sebuah hotel tempat dirinya menginap untuk sementara.
selama andra masih di kota ini dia akan terus mengikuti dan merekam apa pun yang bisa menjadi sebuah topik utama di berita yang akan menyenangkan sang boss maka dia akan melakukan hal itu.
Seperti sekarang ini dirinya sedang tertawa dengan keberhasilannya bersama sang boss.
"Bagaimana boss dengan hasil kerjaku yang aku kirimkan ke HP bos...?
" Sangat bagus, tidak rugi aku membayar mahal kamu.
"Ha... ha... ha... Iya dong boss, pokoknya boss tidak akan rugi dengan hasil kerja aku.
" Aku tidak sabar lagi melihat mereka hancur dan wanitanya akan datang padaku untuk memohon.
"Jangan khawatir boss , karena itu akan segera terjadi.
__ADS_1
" Benar sekali apa yang kau ucapkan.
"Malam ini juga aku akan mengirim semua bukti bukti ini ke nomor istrinya.
" Memang lebih cepat lebih bagus boss.
"Tapi kamu yakin kan nomor yang kau kirim ini adalah nomor kinayah...?
" Seratus persen benar boss.
"Awas aja jika salah, aku penggal kepala kamu.
"Baiklah kalau begitu, lakukan tugasmu dengan lebih baik lagi.
" Siap boss.
Setelah sang bos sudah memutuskan sambungan telponnya , sang bos kembali menatap satu persatu foto yang terpampang di layar HP miliknya.
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah membiarkan kalian bahagia di atas penderitaan keluargaku, bambang si gembel harus merasakan bagaimana rasanya jika keluarga kita hancur karena ulah orang lain.
" Maaf kinayah karena kamu yang harus menjadi tumbal dari perbuatan orang tua kamu di masa lalu, seandainya saja orang tua kamu tidak ikut campur maka kamu mungkin akan selalu tertawa bahagia dan aku juga akan bersedia menjadi suami kamu karena tidak aku pungkiri jika aku juga sebenarnya cinta sama kamu tetapi maaf karena rasa dendam di dalam hatiku jauh lebih besar dari pada rasa cintaku kepada dirimu maka aku lakukan semuanya kepada kamu.
"Bambang suatu saat nanti pasti kita akan bertatap muka untuk menyelesaikan semuanya, kali ini biarkan aku bermain main dengan anak anakmu terlebih dahulu, ucap nya sambil menyunggingkan senyum liciknya lalu mengotak atik HP miliknya.
****
Sedangkan di tempat lain, kinayah tampak melangkah terburu buru menuju nakas di mana HP miliknya di letakkan , dirinya sedang sholat tahajjud tiba tiba suara denting HP miliknya terdengar sebagai tanda pesan masuk, karena penasaran dirinya hanya berzikir sebentar saja lalu berdiri dan melangkah ke arah di mana HP miliknya berada entah mengapa dirinya sangat gelisah memikirkan andra yang belum mengirim kabar semenjak kepergiannya .
Dengan penuh harap dia segera membuka pesan wa yang masuk mengharap jika orang yang mengirim pesan tersebut adalah nomor milik suaminya tetapi alangkah terkejutnya ketika dirinya membuka satu persatu foto yang di kirim seseorang yang tak di kenal, tampak sekali jika suaminya sedang berbahagia dengan sahabatnya dengan memakai toga berdiri di atas tribun, raut muka kinayah tiba tiba berubah muram apa lagi saat membuka foto foto selanjutnya yang menampilkan suaminya bersama seorang wanita cantik dengan gaya yang sangat mesra hatinya semakin hancur tetapi dirinya tetap melihat semua foto suaminya meski dengan perasaan yang sudah hancur berkeping keping, kini air matanya sudah luruh membasahi seluruh wajahnya kakinya tampak bergetar seakan tak mampu menahan bobot beban yang di pikul nya dan pada akhirnya kinayah jatuh bersimpuh di depan meja sambil menangis.
"Tega kau kak andra , begitu kau tak menganggap diriku sehingga di hari penting kamu pun kau sembunyikan dariku, dan kau lebih memilih perempuan lain yang mendampingi kamu di hari bahagia kamu.
"Maafkan kinayah kak andra, jika dari semula kinayah tau jika kak andra memiliki kekasih maka mungkin kinayah tidak akan mau jatuh cinta kepada kak andra, aku tau kak aku bukan gadis suci seperti yang kak andra inginkan tetapi asal kau tau kak aku sudah berusaha menjadi yang kau inginkan, monolog kinayah di sela tangisnya.
Kinayah terus menangis hingga adzan subuh kembali berkumandang dirinya kembali bangkit lalu melangkah mengambil air wudhu dan kembali melaksanakan sholat subuh.
__ADS_1
"Jika kak andra tidak mampu menjadi milikku lagi setidaknya aku akan mewujudkan keinginannya agar aku menjadi istri sholeha untuknya Tuhan, terima kasih sudah menghadirkan dirinya di sisiku meski hanya sesaat mengajariku banyak hal tentang hidup, semoga dia bahagia dengan pilihannya, maafkan aku Tuhan yang seakan sudah di kuasai rasa tamat dan serakah di hati ini karena merasa sakit dan tak ikhlas jika kak andra menjadi milik orang lain, sungguh Tuhan aku benar benar mencintai suamiku meski dirinya tega membohongiku.