NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 32


__ADS_3

BAB 32


Sekitar jam sebelas siang terdengar suara deringan dari HP milik ku


"Dreet..... Dreet..... Dreet.... Aku pun segera menarik HP yang ku letak di atas meja dekat brangkar tempat tidur ku lalu aku pun membuka kunci layar HP milikku, nama mertua laki laki ku tertera di aplikasi hijau.


" Halo.... Ucapku..


Sedangkan dari seberang sana terdengar banyak pertanyaan yang di ajukan oleh mertuaku...... Dirinya berbicara panjang lebar.


"Halo..... Halo.... Andra kamu denger papi kan.....


" Iya Pak...


"Kenapa tidak menjawab..


" Maaf ...tapi sebaiknya papi mengajukan satu persatu pertanyaan.... Biar andra bisa menjawab semuanya. Ucapku.


"Ha.... Iyalah kamu di mana sekarang..... Aku sudah menelpon pak aksan tapi beliau bilang sejak pulang kerja kemarin kamu sudah tidak pernah lagi ke sana lalu kamu kemana...?


" Maaf pa.... Aku sekarang di rumah sakit., ucapku.


"Ha... rumah sakit.... Siapa yang sakit..... Tanya beliau.


" Aku dan kak aditya.....


"Kamu..... dan aditya.... Jawabnya dengan terbata bata.

__ADS_1


" Iya... Pak.


"sudah kalau begitu biar papi ke sana segera..... Aku telpon mami kamu dan kinayah biar aku suruh ke sana secepatnya, soalnya aku baru saja keluar dari ruangan meeting.


"Oke pa....


Sedangkan di tempat lain nyonya amalia tampak kaget dan menangis histeris mendengar kabar anaknya masuk ke rumah sakit.


Dengan kalang kabut dirinya berlari ke sana kemari entah apa yang di cari sambil berteriak


"nay... Nay...teriaknya.


" Ada apa moms kok histeris begitu...


"Itu nay, kakak kamu masuk ke rumah sakit... Ucap nyonya amalia sambil menarik kinayah...


"Ini juga satu orang, si kutu busuk ngapain coba belum pulang sampai sekarang awas aja kalau dirinya macam macam di luar sana dengan wanita lain.. Ucap kinayah dengan emosi tanpa sadar jika ucapannya mengarah ke rasa cemburu yang tanpa di sadari.


Tidak lama kemudian dirinya sudah datang mendekati maminya dengan mulut masih mendumel tidak karuan membuat nyonya amalia sejenak terdiam lalu memberanikan diri bertanya kepada putri kesayangannya.


"Memangnya si kuli itu kemana... Jangan bilang kamu sudah mulai suka dengannya.


" Ha....aku suka ...sama si kutu busuk kayak dia ..... nggak usah mengada gada deh moms.... Ayo berangkat, ajak kinayah.


Sambil berjalan mendekati mobil nyonya amalia kembali bertanya.


"Emangnya si kuli kemana nay...

__ADS_1


" Nggak tau..... Semalam dia sempat pamit sama saya katanya mau ada reuni an bersama teman temannya, terus aku tertawa tepatnya menertawakan dia "emang ada kuli bangunan adakan reuni juga eh....malah dia pergi nggak pulang sampai sekarang.


" Emangnya kalian sudah tidur bersama.. Tanya nyonya amalia penuh selidik dengan tatapan terus memandang ke depan sambil menyetir.


"Ha... Maksud moms....


" Ya... Tidur bersama kan kamu dengan dia sudah suami istri..


"Suami kontrak moms.... Ucap kinayah dengan nada agak di naikkan.


" Emangnya dia mau tanda tangan surat kontrak yang tidak mendapatkan apa apa .


"Mau moms... Dengan senang hati lagi..


" Lalu bagaimana dengan hubungan kamu dengan darco.....


Ukhu..... Sudah ku akhiri moms... Ucap kinayah dengan suara berat.


"Kenapa..


" Dia selingkuh....


"Dari mana kau tau dia selingkuh.... Jangan percaya dengan omongan orang..


" Kalau omongan orang mungkin aku tidak akan mengakhiri hubungan kami...Moms kan tau bagaimana perasaanku dengan darco, tetapi aku melihat mereka dengan mata kepalaku sendiri sedang berhubungan badan dengan wanita selingkuhannya.... Ucap kinayah sambil mengusap air matanya yang sudah terjun bebas.


"Ya sudah sayang jangan terlalu di pikirkan maaf jika mami kurang perhatian sama kamu belakangan ini..... Mami takut papi pergi meninggalkan kita.

__ADS_1


" Nggak masalah moms.... Tapi ada untungnya si kutu busuk itu sering aku dengar mengaji dan mendengar pengajian di hpnya jika sedang duduk di balkon kamarku sehingga aku terkadang merasa sedikit damai.


__ADS_2