NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 93


__ADS_3

BAB 93


Seketika semua orang saling memandang tanpa ada yang berucap hanya suara langkah mereka yang mampu melukis sebuah rasa yang berada di benak masing masing hingga mereka sampai tepat di depan tubuh nyonya Amalia.


Kinayah yang sudah tidak sabar segera memeluk dan mencium wajah yang sudah sangat lama di rindukan nya selanjutnya dia kembali mencium tangan ibunya yang sudah terasa sangat dingin kemudian di susul oleh tuan Bambang yang mengusap puncuk kepala istrinya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang sedangkan Aditya memilih berdiri di seberang pembaringan lalu mengenggam tangan ibundanya yang tercinta kemudian dengan perlahan dirinya tersenyum sambil mencium kedua pipi ibunya.


"Moms yang kuat ya, ucapnya sambil menahan lelehan air matanya yang sudah menganak sungai.


Tampak ibu Amalia menganggukkan kepalanya sambil mengukir senyum yang sangat jelas terlihat jika itu terpaksa.


" Hiks hiks hiks iya, moms harus kuat, sambung Kinayah sambil menangis.


Wajah nyonya Amalia tampak buram dan sedih sambil mengusap usap puncuk kepala putrinya.


"Kamu yang harus kuat nak doa moms selalu untukmu berjuanglah jadilah pribadi yang tangguh meski kita tidak pernah tau apa yang akan kita dapatkan di dalam perjuangan yang sedang kita perjuangkan.

__ADS_1


" Sebaiknya kamu jangan terlalu banyak berbicara sayang istirahatlah agar esok tubuh kamu akan menjadi lebih baik.


"Terima kasih sayang untuk semua kasih sayang kamu tapi biarkan kali ini aku berbicara dengan putra putriku karena mungkin aku tak akan memiliki waktu lagi di lain waktu.


" Moms..., ucap mereka berempat bersamaan.


Sedangkan nyonya Amalia tampak begitu keras menahan sakit dan wajahnya semakin pucat hingga wajahnya dengan perlahan menegadah ke atas dan kedua tangannya sangat erat mengenggam tangan Aditya dan Kinayah.


"Moms...., bertahanlah.


"Moooommmsss.... Dokteeerrr...., teriak Kinayah dan Aditya sambil memeluk ibunya.


Dokter yang sedari tadi berdiri di belakang mereka pun segera mengambil tindakan memeriksa seluruh urat urat nadi nyonya Amalia setelah itu dokter pun berusaha menekan nekan permukaan dada nyonya Amalia tiba tiba keluar suara dari alat seberang tempat tidur nyonya Amalia .


"Ting........

__ADS_1


" Maaf tuan tampaknya Tuhan berkehendak lain , ucap sang dokter.


"Innalillahi WA inna ilaihi rojiun, ucap mereka serentak kemudian mereka serentak memeluk tubuh yang sudah kamu dan pucat itu sambil menangis tanpa ada yang mengeluarkan suara kecuali suara isak tangis yang tersedu sedih melukis betapa dalamnya rasa yang tersimpan di dalam hati mereka.


Tiba tiba tubuh Kinayah luruh ke lantai.


"Bhuk.


" Nay...., istighfar nay, teriak Nisa dengan gerakan cepat dirinya sudah merangkul tubuh saudara sepupunya lalu dirinya merangkul tubuh yang sudah tak sadarkan diri lemas bagai tak bertulang sambil terisak.


Tuan Bambang pun segera berjongkok lalu mengusap air matanya dan berusaha menepuk nepuk pipi sang putri.


"Nay, Nay, sadar nak moms tidak meminta kamu lemah tetapi kamu di minta untuk kuat putriku.


***Hai.... semuanya aku mohon maaf ya beberapa hari ini tidak aktif karena ada sedikit masalah di besi tuaku ini he he he maksudnya hpku kemarin rusak jadi aku nggak bisa nulis deh maklum pemula mengetik cerita mengunakan HP yang sudah tua jadi beginilah***

__ADS_1


__ADS_2