
BAB 2
" Dasar anak itu.... Ucap tuan bambang kusuma sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Daddy.... Sebaiknya sudahi pertikaian daddy dengan aditya... Ucap nyonya amalia Wijaya yang tidak lain adalah istri sah dari tuan bambang kusuma wijaya.
" Mami sayang... Jangan menangis terus menerus seperti ini, daddy sama sekali tidak membenci aditya tetapi daddy hanya ingin dia berubah karena dia putraku mami, dia adalah tanggung jawabku apalagi sekarang ini dia sedang berada di dunia hitam.
"Tapi papi... Hati mami hancur melihat keluarga kita seperti ini.... Mami merasa gagal dalam mendidik anak anak kita yang cuma ada dua orang tetapi semuanya tidak bisa di atur.
" Menangislah sekarang mami..... Karena dari dulu papi sudah mengingatkan .... Jangan terlalu memanjakan mereka tetapi mami selalu membantah dan menganggap jika papi tidak menghargai mami yang sudah berkorban merusak tubuh ideal mami demi melahirkan seorang anak untuk papi.... Dan selalu menuntut papi untuk memberi sedikit ruang kebebasan....jadi sekarang lihatlah kebebasan yang mami berikan kepada mereka.
"Papi..... Itu sudah berlalu selama bertahun-tahun tetapi mengapa papi selalu mengungkit itu semua. .... Teriak nyonya amalia sambil menangis.
" Justru karena sudah berlalu selama bertahun-tahun baru sekarang kau menuai...... Coba lihat jam berapa sekarang adakah anak perempuan kamu pulang sejak keluar semalam sampai sekarang tak pulang pulang.
"Mengapa hanya mami yang selalu di salahkan jika mengenai masalah anak anak sedangkan papi sendiri hampir tidak ada waktu untuk mereka...
" Ah.... Sudahlah berdebat sama mami hanya membuat tensiku naik... Di dalam rumah ini sama sekali sudah tidak ada kenyamanan... Ucap tuan bambang kusuma sambil berlalu pergi keluar rumah dan kembali memutar mobil mewah nya dan melajukan mobilnya ke jalan raya menuju tempat proyek sesampainya di sana tuan bambang kusuma Wijaya tidak langsung masuk ke ruangan yang memang khusus di siapkan untuknya jika datang meninjau proyek, entah mengapa tuan bambang kusuma Wijaya tiba tiba melangkah mendekati seorang pemuda yang sedang duduk santai di bawah pohon rindang yang hanya menggunakan kain kerja yang sudah kusam dan sobek.
"Selamat siang menjelang sore anak muda... Ucapnya sambil mengambil posisi duduk di dekat anak muda yang tiada lain adalah Andra.
" Wa alaikum salam... Jawab pemuda itu sambil menoleh dan alangkah kagetnya karena yang di dapati di sampingnya adalah seorang tuan bambang kusuma Wijaya, dengan wajah sedikit pucat pemuda itu lalu berjongkok dan sedikit memundurkan badannya kebelakang sambil berkata.
"Tuan maafkan saya...... Ucap Andra.
__ADS_1
" Ada apa anak muda... Mengapa kamu meminta maaf kepada saya sedangkan kamu tidak sedang melakukan kesalahan.
"Saya minta maaf atas jawaban yang saya berikan kepada tuan, sungguh aku kira sedang menjawab salah satu teman kerjaku tuan.
" Lalu kenapa.... apa bedanya aku dengan teman kamu.
"Sungguh tuan anda sangat jauh berbeda karena anda adalah tuan bambang kusuma wijaya pemilik perusahaan besar yaitu wijaya grup.
" Jangan biasakan dirimu meminta maaf di saat dirimu berada di posisi yang benar meski itu adalah seorang dewa sekalipun, karena biasanya kita yang terlalu merendah dan selalu menganggap jika orang yang punya pengaruh baik dalam suatu unsur pemerintahan atau pun di dalam bisnis sangat mudah untuk di manfaatkan, ucap tuan bambang kepada Andra.
"Baik tuan... Terima kasih untuk nasehatnya , ucap Andra sambil menunduk tetapi tiba tiba tuan bambang segera menahan pundak Andra agar tak menunduk.
" Jangan terlalu sering menunduk, menunduk lah di saat yang tepat.
"Tuan... Ucap andra menggantung di udara.
"Nama saya andra tuan... Saya seorang kuli di proyek anda.
" Apakah kau cocok dengan pekerjaanmu...
"Alhamdulillah tuan... Bagi saya apa pun jenis pekerjaannya yang penting halal maka akan selalu cocok untuk mengait rejeki.
" Subhanallah.... Begitu terpuji akhlakmu anak muda...
"Maukah kau sesekali menemaniku sekedar minum kopi Andra.....
__ADS_1
" Insya allah tuan.... Jika ada waktu...
"Alhamdulilah....
" Berikan nmr hp kamu Andra... Minta tuan bambang.
Tetapi tuan saya tidak pernah membawa HP saat bekerja...
"Sekarang kan sedang tak lagi bekerja Andra.
" Maksudnya tuan, aku pull seharian tanpa HP kecuali sudah di rumah.
"Kenapa begitu...... apa kau tidak takut orang tua atau keluarga dekat kamu menghubungi kamu di saat ada sesuatu hal yang penting .
" Saya hanya pemuda sebatang kara tuan..... Jadi tidak mungkin ada keluarga dekat yang akan aku khawatirkan atau mengkhawatirkan keadaanku , ucap andra sambil tersenyum getir.
"Maafkan aku jika.... Pertanyaanku membuat kamu bersedih.... Ucap tuan bambang merasa bersalah.
" Mengapa tuan meminta maaf.......bukankah tuan tadi berkata jika kita tidak boleh membiasakan diri seperti itu tuan.
"Tetapi saat ini aku berada di posisi yang berbeda dengan dirimu tadi andra...... Ucap tuan bambang dengan tersenyum simpul .
" Baiklah tuan kalau begitu . . . . Saya pamit duluan..... Sudah tiba waktu sholat ashar..... Ucap andra sambil berdiri dari duduknya.
"Baiklah...... Apakah kau mau sholat... Tanya tuan bambang.
__ADS_1
" Iya tuan, apa tuan mau ikut denganku......tanya andra sambil menunduk.
"Apakah Tuhan masih akan mengampuni dosa orang tua sepertiku.... Tanya tuan bambang.