
BAB 9
"Anita..... Tunggu kok kayak nggak asing di telingaku nama itu, ucapku.
" Ya nggak asing lah dia anita sahabat kita yang dulu tomboi itu. Ucap Rafa.
"Terus dari mana kamu ketemu sama anita... Tanyaku kembali setelah rasya mulai melajukan mobilnya.
" apa benar kamu sungguh tidak tau tentang anita pada hal dia kan sahabatmu yang paling deket sama kamu dulu.
"Iya sih tapi kami sudah lama putus kontak.
" Dia sudah menikah dengan pengusaha yang tajir dan kedua orang tuanya sudah lama meninggal dunia, jadi perusahaan ayahnya di teruskan olehnya, meski mereka sudah menikah tetapi mereka sangat jarang bersama karena sama sama sibuk, suaminya dengan kesibukan mengurus perusahaannya yang sudah banyak cabang begitu juga dengan perusahaan anita semakin berkembang pesat sejak di kelola olehnya.
"Syukurlah jika dirinya sudah menjadi istri , kasihan juga dia.
" Kok kasihan, timpal rasya .
"Anita itu anak satu satu, meski banyak harta jika hidup kesepian apa artinya.
" Iya juga sih...
"Berarti saat ini dirinya ada di sini... Tanyaku lagi sama Rafa.
__ADS_1
" Nggak... Senin kemaren dia terbang ke Paris ada masalah sedikit dengan proyeknya di sana.
"Kok kamu dekat dengannya.....
" Iya, kami kan rekan bisnis, dia sudah lama kerja sama dengan papiku dan kami bertemu di acara ulang tahun perusahaannya, sejak saat itu kami sering ketemu, dan disitu jugalah anita kaget karena Feli ada bersamaku saat itu dia tidak ngomong apa apa, kemudian pertemuan selanjutnya , anita mempertanyakan soal hubunganku dengan Feli, dan dirinya tampak kaget setelah mendengar pengakuanku, jika Feli adalah kekasihku, pertemuan berikutnya lagi dia sudah membawa foto foto Feli dengan lelaki itu.... Di dalam foto itu mereka sedang bermesraan tanpa busana, aku sempat marah sama anita dan membela Feli sehingga anita memberikan alamat club yang sering di datangi Feli karena club itu milik selingkuhannya.... Club itu jugalah tempat anita sering bertemu dengan koleganya yang dari luar negeri, dari situlah anita tau siapa Feli tetapi dia tidak menyangka jika Feli juga punya hubungan dengan aku. Cerita Rafa.
"Berapa tahun kamu bersama Feli... Tanyaku.
" Ya... Sejak kita kuliah dulu semester dua.
"apa kamu sudah unboxing, tanya rasya.
" Belum sih sampai di situ.....ucap Rafa polos.
"Iya ...saat itu dirinya yang merayuku bahkan dia memintaku melakukan lebih, katanya sebagai bukti jika dia sangat serius denganku.....
" Berarti kamu sudah bukan perjaka lagi dong... Ucap rasya kembali.
"Ya masih....kan nggak nyoblos.... Feli cuma pegang pegang saja sama remas remas punyaku sampai tegang tetapi aku dengan cepat menepis tangannya, lalu dia memegang ke dua tanganku dia membawa ke miliknya dan menyuruhku meremas nya.
" Terus kamu lakukan... Tanya rasya dengan antusias.
"Iya sih tapi sebentar aja karena jiwa kejantanan ku mulai meronta ronta.
__ADS_1
"Sudah nggak usah bahas itu lagi intinya kalian semua harus lebih memperkuat iman agar tidak mudah tergoda dan khusus untuk kamu Rafa bersyukurlah karena allah masih melindungi kamu dari wanita yang tidak benar..... Jangan menangis wanita seperti itu tidak pantas di tangisi, tangisilah orang yang menghargai kita, jangan menangisi orang orang yang sudah membuang waktu kita dengan sia sia. Ucapku.
"Iya itu.. Fa.. Ngakunya anak alim ternyata sudah pernah hampir unboxing telaga. Sambung rasya.
" Kok telaga... Tanya Rafa.
"Lalu apa... Feli itu kemungkinan sudah di pakai laki laki banyak kali , makanya....itunya udah longgar seperti telaga.
" Kenapa nggak laut sekalian sya...
"He... he.... he... Laut terlalu luas fa..... Karena biar kapal juga sudah bisa putar balik.
" Kalian tadi habis makan apa sih.... Tanyaku pada mereka berdua.
"Emang kenapa ndra... Tanya ke duanya.
" Cara ngomong kalian kayak orang kehabisan obat ngamblang aja...
"He.... he.... he..... Sekali kali ndra mulut di bikin berdosa, ucap Rafa sambil terkekeh.
" Bisa aja kamu... Emang kamu yakin selama ini mulutmu tidak pernah merasa berdosa.
"Tunggu pak ustadz.... Ceramahnya di tarik lagi aja ,soalnya kita sudah sampai di depan apartemen rafa. Gurau rasya membuat andra hanya menggeleng gelengkan kepalanya saja.
__ADS_1