NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 38


__ADS_3

BAB 38


Kinayah tiba tiba nongol di ambang pintu dengan wajah yang di Tekuk bibir di manyung kan.


"Nay, bisakah kamu masuk dengan sopan, tegur nyonya amalia.


Tetapi kinayah bukannya menjawab malahan dirinya berjalan ke arah sofa lalu menghampaskan pantatnya dengan kasar.


" Sebaiknya anak mami itu di rukiyah aja, ucap aditya gurau.


"Kamu ngomong apa sih dit..? Ucap mami.


"Lihat tuh, dia kemasukan, ucap aditya kembali.


" Plak, tiba tiba nyonya amalia menampar punggung aditya dengan keras.


"Aduh...., mami kok nampar Adit sih, sakit tau.


" Nggak usah berlebihan ya, mami nggak keras mukulnya.


"Tuh lihat, mukanya seram begitu, ucap aditya lagi.


Melihat wajah anaknya yang muram nurjanah nyonya amalia melangkah menghampiri kinayah, tetapi mata nyonya amalia membulat ketika melihat tanda merah yang tak hanya satu di leher anaknya ,lantas nyonya amalia hanya bisa berdehem.

__ADS_1


"Hem, sejak kapan ya, di rumah sakit sini banyak nyamuk, ucapnya sambil duduk di samping putrinya.


" Emang siapa yang di gigit nyamuk...? Tanya kinayah dengan nada keselnya.


"Tuh, leher kamu terdapat banyak gigitan nyamuk, ucap nyonya amalia dengan nada mengejek.


" Ha... ha... ha... pasti nyamuknya jantang mi, sambung aditya sambil tertawa lepas sampai mengeluarkan air mata di sudut sudut matanya.


"Enak aja kalau ngomong, emang siapa yang di gigit siapa, orang ini alergi kok, ucap kinayah berbohong.


" Tumben kamu punya alergi , tanya nyonya amalia.


"Alergi udang jantang mami, balas aditya.


"Ya, jadi sayang, Adit mami pulang sayang besok pagi mami ke sini lagi, ucap nyonya amalia sambil menarik tas miliknya yang sejak tadi tergeletak di atas nakas.


" Oke mi, hati hati, teriak aditya sambil tersenyum sendiri memikirkan kelakuan adik perempuannya.


"Rakus juga si andra, sakit aja bisa nabok adik gue pake bibir, bertubi tubi lagi. Ucap aditya bicara sendiri sambil tersenyum.


Sementara nyonya amalia dan kinayah sudah berada di tengah keramaian jalan raya yang sangat padat sehingga terjadi macet yang cukup panjang, tampak nyonya amalia sesekali melirik putrinya yang masih bermuka masam.


"Aku harus bicara sama andra , ucap nyonya amalia memecah kesunyian diantara mereka.

__ADS_1


" Mama mau bicara soal apa..? Tanya kinayah tiba tiba nyambung dengan percakapan yang di mulai oleh nyonya amalia.


"Ya..., karena dia melakukan pelanggaran isi kontrak dari pernikahan kalian.


" Untuk apa...?


"Lho kok untuk apa...? apa kamu tidak merasa di rugikan...?


" Soal itu nggak usah di bahas moms, ini cuma sedikit kecelakaan.


"Ha..., kecelakaan dari mana...?


" Ya...,mungkin nggak sengaja aja.


"Nggak sengaja dari mana banyak begitu, pokoknya aku mau bikin perhitungan dengan dia, sebaiknya kita usir dia dari rumah kita, ucap nyonya amalia dengan sesekali melirik putrinya, karena rasa penasaran dengan perasaan putrinya dirinya harus berpura pura marah.


"Eh..., kok di usir moms...?


" Lalu..., mami harus bagaimana...? apa mami harus diam,melihat kamu menderita karena di paksa melayani suami kamu yang hanya seorang kuli bangunan, nyonya amalia kembali berucap agar kinayah mau jujur dengan perasaannya.


"Mami..., jangan menghina kak andra begitu dong , kita seharusnya memberi dukungan mi, seharusnya kita bangga meski itu pekerjaan rendahan atau cuma kuli bangunan dan mempunyai gaji sedikit tetapi halal dari pada banyak berlimpah tetapi hasil kerupsi , bukannya korupsi itu kata lain dari mencuri.


*maaf jika karya ini belum bisa membuat para pembaca tertarik.

__ADS_1


__ADS_2