
BAB 85
" Dan gara gara kamu lisanku dan syarii ku saat ini tidak sejalan.
"Maksud kamu apa?
" apa kau tidak mendengar tadi aku bicara sangat fulgar kepada suami kamu jika tunangan ku tau maka habislah aku.
"Dasar istri ustad, gerutu kinayah tetapi masih sangat jelas di pendengaran nisa.
" Amin, nisa bukannya marah malahan mengaminkan.
"Kok amin sih? Tanya kinayah heran.
" Lha..., bukannya ucapan itu doa, tadi kan kamu bilang istri sedangkan status aku baru tunangan.
"Terserah kamu, sebaiknya kita sholat isya setelah itu kita nyamar masuk ke club .
" Club...? Ogah aku.
"Terus kamu biarkan saja suamiku di perkosa wanita itu.
" Kok di perkosa sih? ;kan dia laki.
"Pokoknya sekarang kamu bersiap siap saja kita ke sana.
__ADS_1
" Nggak usah ke sana aku sudah ngirim orang untuk berjaga jaga jika ada sesuatu hal buruk yang terjadi terhadap suami tuan putri kisa.
"Wah ternyata kamu memang asistenku yang paling hebat dan jenius.
" Siapa dulu dong.
"Chi..., baru begitu udah besar kepala awas jika orang suruhan kamu gagal dalam menjaga suamiku, gerutu kinayah atau kisa.
" Tenang saja tunggu info mereka malam ini.
Sekitar jam dua belas malam tiba tiba handphone milik nisa tampak berkedip kedip di atas nakas tempat tidur mereka , dengan sigap nisa segera meraih HP miliknya dan segera menerima panggilan dari seberang sana.
"Halo nona boss...., tuan muda sudah berhasil kami bawah tetapi keadaannya sekarang sangat menggenaskan, ucap orang suruhan nisa dari seberang sana.
"Tuan mudah sekarang dalam pengaruh obat perangsang yang sangat kuat.
" apa yang kalian lakukan sehingga bisa kecolongan begitu? ;dasar kalian nggak becus dalam mengambang tugas.
"Maafkan kami nona boss kami memang lalai dalam menjalankan tugas kami siap menerima hukuman, tetapi tolong lakukan sesuatu untuk melepaskan tuan muda dari siksa obat laknat tersebut.
" Bawah ke hotel tempat kami sekarang dan masukkan ke kamar hotel .
"Tapi.. Nona boss.
"Tapi apa lagi...?tanya nisa sedikit keras.
__ADS_1
" Tuan muda tidak akan terbebas dengan cara di kurung, dia harus segera menuntaskan gelora hasrat yang sudah menguasai jiwanya.
"Ikuti saja perintah ku , dan selanjutnya itu urusanku.
" Baik nona boss.
Tak lama setelah itu nisa segera memutuskan panggilan dengan orang suruhannya lalu kembali memesan satu kamar hotel untuk andra.
Setelah dia selesai memesan kamar dirinya kembali menatap tajam kinayah yang sedang duduk di sofa menangis.
"apa kau hanya ingin menangisi suami kamu yang sedang tersiksa tanpa mau berusaha menyembuhkannya, atau aku harus memerintahkan anak buahku untuk mencari wanita penghibur untuk mengobati suami kamu? Tanya nisa dengan tatapan tajam.
" Jangan gila kamu nisa, dia itu suamiku dan tidak akan aku biarkan perempuan lain menjamah tubuhnya.
"Jika demikian kamu harus rela melakukan hal itu untuk menyelamatkan suami kamu.
" Tapi aku grogi sa...!
"Ingat kamu seorang ceo di perusahaan besar dan sudah tentu kamu sudah sering bertemu dengan masalah besar yang membuat kamu takut grogi dan yang lainnya tetapi kamu tidak pernah menyerah, jadi kali ini kamu harus lebih gigih karena ini menyangkut nyawa suami kamu.
Setelah lama berpikir kinayah pun setuju dengan rencana nisa.
"Baiklah aku setuju.
" Kalau kau setuju tunggu apa lagi segera bersiap.
__ADS_1