NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 49


__ADS_3

BAB 49


Sedangkan di dalam kamar tampak nyonya amalia sedang menunduk sambil mengusap air matanya karena sedih dan menyesal dengan apa yang telah di perbuat nya, jujur jauh di dalam hatinya sudah merasa senang dengan ke hadiran andra di rumahnya, tak bisa di pungkiri jika kehadiran andra di rumahnya membawa banyak perubahan.


Tiba tiba tuan bambang datang dengan wajahnya yang sangat datar.


"apa kau sudah puas dengan apa yang kau lakukan tadi...?


" apa di sini kau juga menyalahkan aku...? Nyonya amalia bukannya menjawab pertanyaan suaminya, malah balik bertanya kepada suaminya.


"Lalu..., kau pikir siapa yang salah di sini...? Kau memang tidak pernah bisa berubah amalia..., percuma aku selama ini bersabar menunggu di mana kau akan berubah menjadi istri yang lebih baik.


" apa maksud papi berkata begitu.. ?


"apa perlu aku jelaskan satu persatu sifat yang perlu kau rubah... ?

__ADS_1


" Aku sudah cape amalia, jika bukan karena aku sedang bertanggung jawab dengan amanah yang sudah aku sanggupi, mungkin aku sudah jauh melangkahkan kaki ku untuk menjauh dari kehidupanmu.


"apa yang kau maksud ...,Kamu hanya terpaksa bersamaku saat ini...?


" Menurut kamu... ?


"Jika memang kamu terpaksa...., pergi sana.....,tapi ingat kamu harus memberikan harta ini untukku dan anak anakku.


" Ternyata ambisi kamu selama ini masih sangat besar, ucap tuan bambang sambil terkekeh.


" apa kamu lupa jika mayat satria tidak pernah di temukan oleh siapa pun, lalu dari mana kamu bisa sangat yakin jika semua pewaris harta baskoro sudah lenyap.


"Jika memang satria masih hidup di mana dirinya sekarang ha....?


" Jika aku tau selama ini satria ada di mana , maka aku sudah menjemput dia ke sini untuk menikmati kekayaan dari kedua orang tuanya,ucap tuan bambang yang sudah meninggi dua oktaf.

__ADS_1


"Aku nggak mau tau, pokoknya aku mau semua saham property harus di atas namakan aditya sedangkan saham di bidang kesehatan harus atas namaku, sedangkan yang perusahaan yang sekarang kamu kelola biarkan menjadi milik kinayah. Ucap nyonya amalia dengan penuh penekanan.


" Tak ada hak kalian semua di dalam harta baskoro, jika memang satria sudah dinyatakan sudah meninggal maka semua harta milik baskoro akan di kelola oleh pengacara baskoro dan akan di bagikan ke semua panti asuhan dan yayasan yang membutuhkan dana beserta menjadi hak orang orang miskin, sesuai dengan ke inginkan almarhum di surat wasiat yang di tinggalkannya.


"Dasar bodoh, selama ini kamu yang cape berjuang mempertahankan perusahaan tersebut sehingga bisa bertahan sampai sekarang, lalu dengan seenaknya kau mau menyerahkan kepada orang lain, lalu kamu dapat apa dari jerih payah kamu selama ini...?


" Mungkin aku memang tidak mendapat apa apa, tetapi apa kamu tidak pernah merasa mendapatkan semua hasil dari jerih payah aku selama ini, hidup mewah dan berfoya foya dengan sesuka hati kamu, itulah hasil yang selama ini aku dapat, memangnya kamu kira dapat dari mana semua harta yang kau foya foya kan bersama anak anakmu...?


"Sudahlah..., berdebat dengan lelaki yang pemikirannya sangat bodoh memang tidak akan mendapatkan hasil yang baik, PERCUMA, tutur ibu amalia dengan menekan kata percuma.


" Terserah dari kamu, aku memang bodoh karena tidak suka memanfaatkan kesempatan yang ada, apalagi jika aku sudah tau bahwa itu bukan hak aku. Ucap tuan bambang sambil berlalu keluar dari kamar utama, lalu berjalan ke arah ruang kerjanya.


"Sesampainya di ruangan kerjanya, dirinya terus berjalan ke arah dekat jendela sambil menatap keluar dengan tatapan kosong.


Sejenak dirinya kembali mengingat kisah pilu yang menimpa sahabatnya sekaligus kakak angkatnya dan juga bosnya tempat dirinya bekerja sebagai asisten pribadi.

__ADS_1


__ADS_2