Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Bahagia


__ADS_3

Semakin hari kondisi Intan semakin membaik, nafsu makannya pun mulai stabil yang awalnya ia selalu memuntahkan makanannya kini Intan sudah menerima asupan sedikit demi sedikit, wajahnya sudah tak lagi pucat, pipinya kembali merona, bibirnya mungil nya pun mulai memerah alami kembali.


" Mau kemana sayang?, " Rafa yang sedang mengerjakan pekerjaan nya di laptop melihat istrinya yang hendak turun dari ranjang rumah sakit .


" Mau ke kamar mandi mas. "


Rafa berjalan mendekati Intan dan langsung memapahnya,


" Mas, aku sudah bisa sendiri , "


" Iya mas tau sayang, biarkan mas membantu mu !, "


Kini Intan sudah kembali ke ranjang.


" Mas kapan aku boleh pulang ?. "


" Setelah kamu benar benar pulih, memangnya ada apa sayang ?. "


" Aku bosan mas, aku ingin bermain dengan Arka . "


" Nanti mas suruh ibu bawa Arka yah? "


" Tidak mas, aku mau nya pulang, aku sudah sehat, ! "


" Baiklah nanti mas tanyakan pada Dokter yah, sekarang kamu istirahat dulu . "


" Mas mau kemana ?, "


" Mas mau menyelesaikan pekerjaan mas sebentar sayang . "


" Boleh aku meminta sesuatu?. "


" Katakan sayang, apapun mas akan kabulkan . " Rafa memegang kedua pundak istrinya yang duduk di samping ranjang , dengan tatapan penuh cinta.


" Aku mau bobo sambil mas peluk . "


" Kamu tidak akan terganggu ?. "


Intan menggeleng, tatapan nya penuh harap.


" Baiklah. tuan putri...! " Rafa mengecup kening istri nya.


Kini mereka tidur dengan saling berpelukan. Rafa dan Intan masing masing merasakan rasa yang sama,


*


" Apa kamu sudah merasa lebih baik ?. "


" Ya ... "


" Kita langsung pulang atau ada sesuatu yang ingin kamu beli ?. "


" Aku ingin Ice cream !!. "


" Baiklah nanti kita mampir ke minimarket !, "


Mereka berhenti di sebuah mini market.

__ADS_1


" San, Kenapa banyak sekali ?, "


" Tidak apa apa, ini untuk anak ku dan kamu !."


" Tapi ini berlebihan San, anakmu juga makan melalui aku !!, "


" Pilihlah yang mana lagi yang kamu mau !, " Sandy tak menghiraukan ucapan Diana.


Diana tak ingin yang lain lagi, hanya icecream yang dia inginkan...


Setelah selesai mereka kembali masuk ke dalam mobil dan melajukan kembali kendaraannya.


" Mulai sekarang kamu akan tinggal di Apartemen ku, ! "


Diana sudah tak ingin lagi membantah ucapan Sandy , kini dirinya sudah menyerahkan hidupnya pada lelaki itu, karena sang ibu nya sendiri sudah mengusirnya saat mengetahui kalau dirinya tengah hamil anak dari Sandy.


Sandy mengantarkan Diana masuk ke dalam kamar nya. " Istirahat lah, besok kita akan menikah ...!!


*


Proses hukum untuk lucy dan Nola terus berlangsung, Mereka berhasil di tangkap di tempat persembunyiannya, mereka akan di hukum seberat beratnya karena ini merupakan kejahatan serius, Namum hukuman untuk Lucy jauh lebih berat dari pada Nola, ada sedikit pembelaan dari Intan untuk Nola, ia tau Nola tak sejahat Lucy .


Rafa tak berkenan untuk Intan hadir di persidangan untuk bertatap langsung dengan Nola dan Lucy. Hanya jika benar benar di perlukan kesaksian dari Intan Rafa akan mendampingi namun tidak ingin bertatapan langsung dengan mereka, ia takut kalau istri nya akan mengingat ingat kejadian itu dan mengganggu psikologis nya. Karena Intan pernah beberapa kali menemui psikolog.


*


Dua bulan kemudian


" Sayang, apa yang sedang kamu fikirkan ?. " Rafa memeluk istrinya yang sedang melamun di taman samping rumahnya,


" Eeehh.. mas, mengagetkan saja !. " Intan terkejut dengan kehadiran Rafa yang tiba tiba.


" Aku hanya sedang berfikir bagaimana jika mas tidak berhasil menemukanku !!. "


" Di manapun kamu berada mas pasti akan menemukanmu sayang,,,! Rafa semakin erat memeluk istrinya.


" Hanya saja, mas merasa mas terlambat menemukanmu hingga membuatmu merasakan sakit yang tidak bisa mas bayangkan !. "


" Tidak mas, aku tidak selemah yang mas bayangkan, bahkan aku merasa lebih kuat jika mengingat mu dan Arka, hanya saja aku merasa bersalah pada anak kita ...! " Intan menundukkan wajah nya


" Heyy.. sayang ada apa ?. " Rafa berpindah posisi kini berada di hadapan Intan dengan menarik kursi yang berada di samping Intan. Rafa menggenggam tangan istrinya.


" Aku merasa gagal karena tidak memberi Arka asi sesuai dengan waktunya.! "


" Sayang, jangan khawatirkan itu, Arka bahkan lahap sekali sekarang kalau makan. bahkan pipinya semakin gembul . "


Intan tersenyum lembut pada suaminya, menatap nya dengan intens.


" Sayang jangan memandang mas seperti itu, sungggu pandanganmu itu membuat mas menjadi........, "


" Menjadi apa ?. "


" Menjadi.... aaah.. sudah lah lupakan saja!. "


" Apa mas tidak menginginkan sesuatu ?, "


" Menginginkan apa maksud nya sayang..?, "

__ADS_1


" Menginginkan aku....!, "


" Menginginkan bagaimana maksudnya sayang,,,? " Rafa terlihat gugup,


" Aku ke kamar dulu yah mas .! " Intan berjalan melewati Rafa yang sedang melamun seolah olah sedang memikirkan sesuatu.


" Apa itu tadi ?, apa dia sedang memancing singa yang kelaparan...! " Rafa bergegas masuk ke dalam menyusul Intan.


Arka sedang di ajak jalan jalan oleh dua nenek nya, sedangkan Pak Kuncoro sedang keluar kota untuk perjalanan bisnisnya. Tetapi ada yang berbeda sekarang, kedua neneknya jika keluar kemanapun selalu di dampingi oleh bodyguard yang sengaja di sewa Rafa untuk menjaga seluruh keluarga nya.


Rafa tersenyum memandangi istrinya yang tertidur dengan lelap, membenarkan posisi selimut karena istrinya itu belum mengenakan apapun setelah mereka melakukan olahraga ranjang yang sudah lama tak mereka lakukan, Rafa selalu menunggu sampai Intan siap, ia tak ingin memaksakan keinginannya itu, bahkan ia pun bisa menahannya untuk tidak bermain solo, ia ingin gairahnya hanya untuk istrinya, Kalau saja Intan tak memancingnya mungkin kegiatan ini tak akan terjadi. Bahkan kini Rafa harus menahan nya lagi karena istrinya itu sudah kelelahan..


Rafa memutuskan untuk mandi , ia merasa tubuhnya sudah jauh lebih segar kali ini, rasa lelah lelah pada tubuh nya kini sudah menghilang .


" Kamu memang obat mujarab untuk mas , sayang !. " Rafa mengecup kening Istrinya.


*


" Apa kamu bahagia ?, "


" Tentu saja !, "


" Walaupun pernikahan kita tanpa di dampingi oleh orang tua mu ?. "


" Aku sudah tidak menemukan kenyamanan pada keluargaku sendiri, Jadi tidak masalah buat ku jika keluarga ku sendiri tidak ada di hari penting ku, dan mereka juga tidak menginginkan ini !. "


Sandy dan Diana sudah menikah, tanpa di hadiri oleh keluarga Diana, hanya Pak Kuncoro juga mamah Elen yang mendampingi Sandy, juga beberapa tetangga yang hadir menjadi saksi. Pernikahan yang terkesan diam diam itu juga atas permintaan Diana, Namun Sandy berencana akan menggelar pesta jika situasi nya sudah membaik juga setelah Istrinya itu melahirkan. Rafa pun tau kalau Sahabatnya itu akan menikah namun dengan berat hati ia tak bisa hadir di momen penting itu karena saat itu kondisi Intan sedang tidak baik baik saja. Dan Sandy pun memaklumi itu,


*


" Mas, kok aku jarang melihat ka Sandy main ke rumah ya sekarang ?. "


" Dia sudah mempunyai tugas baru sekarang?, "


" Mas memberinya tugas ?. "


" Bukan mas yang memberinya tugas, tapi takdirnya ?. "


" Takdir nya ?. " Wajah Intan terlihat bingung


" Jangan di fikirkan sayang, Besok kita jalan jalan ke kebun binatang , kamu mau kan ?. "


" Mau mas, Arka pasti suka kalau melihat binatang binatang!. "


Rafa tersenyum sambil mengelus rambut Intan yang berada di samping nya.


" Mas, Arka di bawa kemana sih sama ibu dan mamah , Sudah beberapa hari ini mereka jalan jalan terus, tanpa mengajak aku , berasa sepi deh kalau tidak ada Arka !!. "


" Baiklah, ayo...! "


" Kemana mas ?. "


" Kita buat Adiknya Arka agar kamu tidak kesepian....! "


-


-

__ADS_1


tbc


__ADS_2