Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Dua tahun kemudian


__ADS_3

Dua tahun kemudian.


" Sayang jangan terlalu lelah, biarkan saja Arka bermain, ada kakek nya, kamu duduk saja . " Rafa menuntun Istrinya untuk duduk, kehamilan Intan kini sudah memasuki bulan ke 7 ini Intan sudah terlihat lebih lelah, tak lagi sanggup mengimbangi Arka yang menginjak tahun ke tiga sedang aktif aktifnya itu.


Hari ini adalah hari libur, keluarga itu menghabiskan waktunya di rumah, Bu Ida dan Mamah Elen sedang berkutat di dapur, entah apa yang mereka gosip kan hingga tawanya terdengar sampai ke ruang tamu.


" Mereka sedang bergosip apa yah mas, sampai tertawa seperti itu ??. "


" Paling juga bergosip tentang sinetron sayang ..! " Ucap Rafa sambil tertawa kecil tangan nya terus mengusap usap perut Istrinya.


" Asalamualaikum...! ".


" Waalaikumsalam....! Jawab Rafa dan Intan bersamaan.


" Haaiii... haaiii..., Cecilia cantik ,sini sayang bunda kangen ..!!. " Intan melebarkan kedua tangan nya pada Cecilia anak dari Sandy dan Diana . Wajah oriental yang di miliki Cecilia dengan warna kulit yang putih bersih gadis kecil yang membuat semua orang suka saat melihat nya.


" Ndaaa... " Suara Cecilia yang cadel terdengar lucu.Cecil memeluk Intan.


" Bagaimana kabar mu, dan si beby ini ?, " Diana mengelus perut Intan.


" Baik ka, kakak sendiri bagaimana kabar nya, kenapa jarang main ?, "


" Kakak baik, akhir akhir ini kakak sedikit sibuk. "


" Dimana Arka ?, " Tanya Sandy


" Ada di samping dengan papah?. "


" Cecil mau main sama abang Arka ?. "


Cecil hanya mengangguk.


" Ayo papah antar, sekalian papah mau bicara sama kakek. " Sandy menggandeng tangan mungil anaknya. Rafa mengikuti Sandy dari belakang, membiarkan kedua wanita berbicara berdua.


" Kak, bagaimana hubungan kakak dengan keluarga kakak ?. "


" Tidak ada perubahan , Mereka hanya mau dengan Cecil tapi tidak dengan kita .! "


" Siapa yang bisa menolak dengan anak cantik dan se lucu itu, kakak yang sabar yah !. "


Diana hanya tersenyum saja, yah dia pun merasakan betapa ibunya itu bahagia jika bertemu dengan Cecil tapi langsung berubah jika bertemu dengan dirinya juga Sandy. Tetapi ia bersyukur ibunya mau menerima Cecil, Biarkan saja seperti ini dulu, ia akan mengikuti alurnya.


*


" Bro kita harus ke Jepang minggu depan !, "


Rafa hanya mengangguk saja, sungguh ia berat meninggalkan Istrinya yang tengah hamil besar itu, namun perjalanan bisnis ini pun penting, walau hanya untuk beberapa hari saja ia sungguh tak bisa berjauhan dengan istrinya semenjak kejadian waktu itu.


" Pergilah nak, Intan akan aman di sini dengan kita, dia tak akan kemana mana . " Pak Kuncoro memahami kegelisahan anaknya


Tak ada kata dari Rafa , lagi lagi dia hanya mengangguk saja, sambil memandangi Interaksi lucu antara Arka dan Cecil yang sedang ngobrol dengan bahasa mereka.


Mereka tengah makan siang bersama, Arka dan Cecil juga sedang makan siang hanya saja mereka memiliki meja sendiri.


Setelah makan siang selesai mereka mengobrol bersama di ruang keluarga ,sembari menceritakan tentang kepergian Rafa juga Sandy ke Jepang, mereka semua mendukungnya tak terkecuali Intan yang selalu memberikan suport pada suaminya . Gelak tawa kadang terdengar dari mereka ketika melihat tingkah lucu Cecilia yang selalu tak mau jauh dari Arka, sifat Arka yang hampir mirip dengan papahnya kadang membuat mereka geleng geleng kepala.


" Mah, pah, Bu kita pamit yah, sudah sore ?. " Ucap Sandy


" Looh,, kok pulang, menginap saja di sini, kalian sudah lama tidak menginap !. "


" Lain kali saja mah,! "


" Lain kali nya kamu itu sama dengan tidak !!."


Jawab mamah Elen sambil cemberut.

__ADS_1


" Sandy pasti menginap mah tapi lain kali yah !, "


" Ya sudah kalau begitu biarkan Cecil di sini!. "


" Mah, Cecil sangat merepotkan kalau malam, banyak sekali ritualnya yang harus di lakukan, !!. "


" Begitu kah ?, kalau begitu sini peluk nenek cantik !!, " Mamah Elen merentangkan tangannya lalu Cecil berlari kecil langsung memeluk mamah Elen.


" Ayo Cecil salim dulu, sama kakek, nenek, ayah juga bunda yah !, "


Cecil memegang tangan Arka cukup lama dan Arka pun hanya diam saja tanpa ekspresi..


" Ayo sayang kita pulang ?. "


Cecil menggeleng, tanda tak mau pulang,


" Kita pulang dulu , nanti kita main lagi !, " Ucap Sandy berjongkok di hadapan anaknya


Cecil tetap menggeleng, tangannya masih di genggam oleh Arka.


" Ayo..,! " Arka justru malah menarik tangan Cecil menuju ruang bermain..


" Looohh.... kok, Cecil ayo sayang kita pulang ! " Sandy di buat melongo


" Tidak....! " Arka justru yang menjawab ucapan Sandy.


" Hahahaha..". semua orang di situ di buat tertawa.


" Persis seperti ayahnya !, " Ucap Intan


" Apa maksud mu sayang ?, "


" Ya,, sok jual mahal padahal suka ,,, hahaha...! " Intan tertawa sambil memegangi perutnya


Dan semua orang ikut tertawa.


*


" Iya mas, mas tidak perlu khawatir, ada mamah, papah juga ibu di sini, mas fokus saja pada pekerjaan di sana !. " Intan berusaha meyakinkan suaminya yang terlihat gelisah.


" Jaga dirimu baik baik yah sayang.! "


" Tentu saja mas!. "


" Sudah sayang biarkan saja nanti si mbak yang mengemas semua, kamu duduk saja !. " Ucap Rafa yang melihat istrinya sedari tadi menyiapkan keperluan nya.


" Aku mau menyiapkan sendiri keperluan mu mas , oh ya mas bolehkah aku besok mengantar mas ke Bandara?. "


" Tidak sayang, kamu di rumah saja, nanti kamu kelelahan, dan ingat kamu jangan kemana mana , kalau ada sesuatu yang ingin kamu beli bilang saja sama si mbak atau mamah yah?. "


" Iya mas !, "


" Sayang,,,,!. "


" Hemmm?. "


" Boleh mas berpamitan dengan si beby malam ini ?. "


" Boleh....! "


" Bener sayang ?. "


" Iya mas,..! "


" Tapi apa di perbolehkan oleh dokter ?. "

__ADS_1


" Boleh, asal melakukannya dengan benar !. "


" Apa selama ini kita melakukannya dengan tidak benar ?. "


" Mas pikir ??. "


" Hehehe... maaf sayang, mas selalu merasa tidak puas jika hanya satu kali !. "


" Iiiisss.... "


" Janji sayang kali ini hanya sekali !. "


Intan meninggalkan suaminya menuju kamar mandi.


Sekitar 10 menit Intan keluar dari kamar mandi ,


" Sayang ....?. " Rafa di buat terkejut ketika melihat Intan keluar dari kamar mandi dengan gaun tidur yang begitu sexy, aura ibu hamil memang berbeda, lebih terlihat cantik..


Rafa langsung menyusul Intan menuju ranjang.


" Kenapa ibu hamil bisa secantik itu !. " gumam Rafa.


Rafa melakukan nya secara perlahan ingin membuat istrinya itu nyaman, hingga ia harus menahan gelora nya yang semakin menggebu ketika mendengar de**han merdu dari istrinya .


" Kenapa mas ?. " Intan melihat tiba-tiba saja suaminya itu berhenti.


" Apa mas menyakiti mu ?. "


Intan menggeleng bingung, " Memang nya kenapa ?. "


" Sepertinya anak mu tidak suka, baru saja dia menendang !. "


" Hahaha.. kamu Tuh ada ada saja mas !. "


Rafa merasakan pergerakan pada perut istrinya yang dapat ia rasakan ketika ia menyentuh nya.


" Sayang, apa ayah menyakitimu, maaf kan ayah ?. " Rafa berbicara tepat di perut Intan.


Gair**h yang tadi begitu menggelora kini anjlok begitu saja... Rafa takut sekali kalau ia menyakiti istri juga anaknya. Padahal itu hanya ketakutan nya saja.


" Mas, apa mas tidak ingin melanjutkan ?. " Intan menggoda suaminya..


" Jangan menggoda mas sayang !. '


" Aku menginginkan nya mas ?. "


" Benarkah ??. "


" Hee eemm....! "


*


Pagi menjelang hari ini Rafa akan berangkat menuju Bandara bersama Sandy. Tetapi Sandy langsung berangkat ke Bandara.


" Hati-hati di sana yah mas,! "


" Iya sayang, kamu juga baik baik di rumah yah . "


Intan mengantarkan Rafa sampai mobil. Ada perasaan sedih dalam diri Intan yang ia tahan, ini untuk pertama kali nya mereka berjauhan semenjak kejadian itu... Namun Ia tak ingin menunjukkan nya.


Rafa melambaikan tangan nya sampai keluar dari gerbang rumahnya.


-


tbc

__ADS_1


Maaf belum bisa rutin update 🙏


__ADS_2