Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Dua hati yang galau


__ADS_3

Saya akan tetap berada di sisimu tanpa kau sadari, menjaga mu sampai nanti kita bersama kembali, hati ini tetap kosong tanpa niat mencari pengganti, karena sang empunya hati suatu saat pasti kembali,


Pergilah sejauh mana kamu bisa, berlari lah tanpa jeda, terbang lah setinggi di angkasa, namun pada saat nya sayalah menjadi akhir dari segalanya.


Rafa termenung di depan jendela ruangannya, melihat gedung gedung menjulang yang berjajar rapih, ia tak menyangka hatinya segalau ini hanya kerena gadis kecil itu . Gadis yang sudah memenuhi ruang di hatinya.


Apa Rafa menerima keputusan Intan saat itu ??, tentu saja tidak, ia hanya memberi jeda pada Intan agar dia bisa berfikir akan perasaanya, mengorbankan perasaan untuk seseorang tak akan mudah seperti yang dia ucap kan.


Hampir dua minggu sudah Rafa dan Intan tak ada komunikasi, Rafa menjalankan hari harinya seperti biasa sikap dingin dan tegas kembali seperti semula, senyum nya yang dulu sering terbit kini memudar, Ia tak lagi mau menerima permintaan Diana walau hanya sekedar menemaninya makan di rumah mamah nya, atau mengantarkannya ke Apartemen, semua orang melihat perubahan dalam diri Rafa, termasuk mamah nya, ia melihat ada yang berbeda di diri anak nya, namun setiap kali di tanya jawabanya hanya tidak ada apa apa ,


Tak hanya mamah Elen, Bu Ida juga melihat perubahan Rafa juga anak nya Intan yang kini menjadi pendiam, lebih sering berada di kamar dengan alasan sedang mengerjakan tugas, Ia sudah tak lagi melihat Rafa dan Intan mengobrol atau hanya sekedar bercanda di teras seperti biasa yang mereka sering lakukan dulu,Batin seorang ibu memang kuat untuk anak gadis nya


Rafa sudah jarang sekali sarapan atau makan malam di rumah bu Ida karena kesibukannya,


Minggu depan Intan akan mulai magang, hanya saja Ia belum tau akan magang di mana, Ia ingin sekali magang di perusahaan besar agar dapat mempelajari hingga suatu saat nanti bisa jadi bekal nya saat bekerja.


***


Rafa di sibukkan dengan setumpuk pekerjaan nya, Ia seperti terlihat tak ada hentinya bekerja dari pagi hingga malam. Bahkan makan siang pun kadang ia lupa jika tak di ingatkan oleh Sandy


Sandy selalu memperhatikan bos sekaligus sahabatnya itu, ia yakin Rafa pasti sedang ada masalah pribadi yang sedang di hadapi , karena menurutnya semua pekerjaan bisa di handle Rafa dengan baik,


" Apa dia udah putus yah sama Intan ?, Pokoknya gue harus cari tau nih, sebelum bos jadi batu lagi , " Gumam Sandy dalam hati.


Namun Sandy bingung bagaimana caranya bisa bertemu Intan, sedangkan no ponselnya saja ia tidak punya.


Jam makan siang tiba,Sandy sudah membawakan makanan siang


ke ruangan Rafa, ia tak mungkin makan sendirian di kantin sedangkan bos nya tak keluar sama sekali, sehingga ia berinisiatif untuk membawakannya makan siang


" Bro, ayo makan dulu, sudah waktunya makan siang , "


" Hemmm, "


" Hammm hemmm hammm hemmm, artinya apa sih itu ?., " kesal Sandy


Rafa pun bangkit dari kursi kebesarannya menuju sofa di mana ada Sandy.

__ADS_1


" Niih ... " Sandy menyodorkan makan siang nya pada Rafa


Rafa menerimanya tanpa kata, wajahnya datar saja, Mereka makan dalam diam namun Sandy sesekali melirik ke arah Rafa.


" Bro....?. "


" Hemmm, "


"Lo lagi ada masalah apa ?, " Sandy memberanikan diri untuk bertanya, setelah selesai makan , Ya walaupun itu belum tentu di jawab oleh Rafa


" Masalah apa ?, " Jawab Rafa


" Kenapa malah balik bertanya ?, " Sandy kesal


" Sudah sana kembali bekerja, tolong suruh Ob membersihkan itu. " Rafa tak menjawab pertanyaan Sandy


" Kan, gue bilang juga apa , " gumam Sandy dalam hati, tanpa berani bertanya lagi Sandy keluar dari ruangan dingin itu, dan menyuruh Ob ke ruangan Rafa.


***


Intan termenung di kamarnya, hati nya tak bisa di bohongi, dia sungguh merindukan Rafa, perhatiannya, kelembutannya, rasa cemburunya yang terkadang di luar nalar, Dan semua yang ada di dalam diri Rafa sungguh Intan sangat merindukannya,


Dan apakah Intan menyesal dengan berakhirnya hubungan mereka, jawabanya adalah Iya, dia sungguh sangat menyesal. Bahkan dengan bodohnya ia selalu memeriksa ponselnya setiap detik menunggu pesan yang selalu di kirimkan Rafa untuk nya.


" Mas Rafa, aku kangen !. " Intan memegang dadanya


Di sebuah kamar Rafa memegangi dadanya yang tiba tiba saja berdetak kencang.


***


Keesokan harinya Sandy seperti menerima durian runtuh,,, ooh tidak tidak dia seperti menerima bonus yang besar saat menerima berkas beberapa mahasiswa yang akan magang di kantor ini.


" Pucuk di cinta ulam pun tiba, " Sandy seperti orang gila menciumi berkas yang di pegang nya


Mudah mudahan setelah ini bosnya akan menjadi manusia normal kembali, karena ia takut jika terlalu lama bos nya akan berubah menjadi manusia batu


" Tookk, tokk, tokk, " Sandy mengetuk ruangan Rafa.

__ADS_1


" Masuk !. "


" Bro, gue ada kabar baik buat lo ?. "


Rafa melirik sekilas Sandy lalu fokus kembali ke pekerjaannya.


" Iiisss bro, lo mau denger ga ?. "


" Kalau hanya untuk bergosip, lebih baik keluar, menganggu saja . "


" Santai bro, gue mau ngasih tau lo, tentang mahasiswa yang akan magang di kantor ini !."


" Saya tidak perduli, sudah sana keluar sebelum gaji mu di potong, dan bahkan bulan ini bisa bisa tak terima gaji , " Rafa menatap datar sahabat nya itu.


" Weeiittss, jangan lah gue udah janji sama Dia.... " Sandy menutup mulutnya, ia tau Rafa tak ingin mendengar nama itu


Rafa menatap tajam Sandy, dan itu membuat Sandy mengurungkan niat nya untuk memberi informasi mengenai nama nama siapa saja yang akan magang di kantor ini.


" Sebentar lagi juga lo bakalan bahagia seperti orang gila lagi , bahagia gila, stres juga gila , " Kesal Sandy dalam hati sambil berjalan menuju keluar dari ruangan Rafa.


***


Intan kini di landa kebingungan mengapa ia bisa lupa dengan nama perusahaan itu,


Intan mondar mandir di kamarnya dengan perasaan gelisah,


" Aaduuhhh,,, kenapa aku bisa lupa sih, bagaimana nanti kalau di sana bertemu dengan...., aaah gimana ini, " Intan mengusak rambut nya kasar hingga berantakan


Sudah tidak mungkin Intan mengambil berkas itu kembali, karena lusa dia sudah harus mulai magang, Intan bingung harus apa .


" Mudah mudahan di sana aku tidak bertemu dengan nya, kantor itu kan luas , masih ada kemungkinan untuk tidak bertemu dengan dia , " Intan berharap seperti itu.


-


-


tbc

__ADS_1


Jangan lupa like, comen dan love nya kakak 😘. kasih gift, vote nya juga boleh 😍😍


__ADS_2