
" Sayang, mas minta maaf, mas sungguh sungguh minta maaf, mas salah !, " Rafa berkata sambil memandang sendu Istrinya yang bersembunyi di bali tubuh Diana.
" Makannya mulut mu itu harus di jaga !, " Diana juga jadi ikut kesal karena mendengar cerita dari intan,
Rafa tak memperdulikan ucapan Diana, fokusnya hanya pada Intan saja,
" Intan, kamu pulang yah, ! " Ucap Diana,
" Aku tidak mau kak !, "
" Sayang,,,,! " Rafa memelas pada Intan
" Intan, kamu jangan fikirkan suamimu itu ,tapi kamu pikirkan keluargamu di rumah yang juga pasti sedang menunggu mu di rumah, dan ingat, keponakan kakak di sini juga harus istirahat,! " Diana mengelus perut Intan.
Intan terdiam, apa yang di katakan Diana ada benar nya juga, mamah, ibu serta papah mertuanya pasti sedang menunggunya, yaah begitupun dengan suaminya, tapi ia masih marah dengan suaminya itu,
" kak, bisa antarkan aku pulang ?, "
" Sayang, kita pulang bersama !, " Rafa ingin memiliki waktu berdua dengan Istrinya agar bisa meminta maaf . Namun ia melihat sorot ketakutan Intan pada dirinya, itu yang membuatnya bertambah sedih saat ini,
" Kasihan suamimu, dia sudah jauh jauh datang untuk menjemput mu,,,!, "
" Tapi aku takut...! " Intan menunduk sedih
" Jangan takut, dia tidak akan memakan mu, mungkin bisa jadi setelah ini suamimu akan lebih takut padamu,,,!
Setelah drama panjang tadi akhirnya Intan pulang dengan suaminya, namun ia memilih duduk di belakang, Rafa tak berani untuk protes, ia masih bersyukur Intan sudah mau pulang dengan nya, dalam perjalanan Intan sama sekali tak berbicara dengan suaminya walaupun suaminya itu berulang kali meminta maaf padanya. Akhirnya Rafa pun mengalah ia kini lebih memilih diam sambil melihat istrinya dari spion saja.
" Sayang, kamu sudah pulang!, " Mamah Elen langsung memeluk menantunya itu.
" Maaf mah!, " Ucap Intan di dalam pelukan mamah mertuanya.
" Sudah sayang, jangan bahas itu lagi yah, kamu mandi terus kita makan malam bareng yah !, " Mamah Elen memilih untuk tidak membahas masalah ini, ia tak ingin menantunya itu banyak pikiran .
" iya mah !, " Intan melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah tangga,
Dengan segera Rafa menyusul istrinya, ia memegang lengan Istrinya saat menaiki tangga, namun lengan Rafa langsung di hempaskan oleh Istrinya itu.
Intan masuk ke dalam kamar di ikuti oleh Rafa.
" Sayang mas minta maaf, " Rafa memeluk Istrinya itu dari belakang , Rafa semakin mengeratkan pelukannya ketika di rasa istrinya tak ingin di peluk.
" Sayang, mas sungguh-sungguh menyesal, mas tak bisa jauh dari mu, maafkan kata kata mas yang melukai hatimu, !, " Entah sudah berapa puluh kali Rafa mengucapkan kata maaf, kalau pun ia harus mengucapkan ribuan kali kata maaf itu akan dia lakukan jika Istrinya itu mau memaafkannya.
Intan merasakan getaran pada tubuh Rafa yang sedang memeluk nya itu. Dan ia menyadari kalau suaminya itu sedang menangis, sungguh ia tak tega melihat suaminya terlihat begitu merasa bersalah, Intan menarik nafas dalam lalu menghembuskannya secara perlahan.
" Mas...! " Akhirnya suara lembut Intan terdengar
" Iya sayang , " Suara lembut itu membuat Rafa bahagia, Ia membalikkan tubuh Istrinya itu hingga menghadap nya.
Tatapan penuh cinta dari suaminya itu membuat Intan luluh juga, Yah,,, ia harus memaafkan suaminya, walaupun masih terasa sakit kata kata Rafa yang masih ia dapat ingat dengan jelas itu.
Rafa menuntun Intan untuk duduk di ranjang, ia takut istrinya itu lelah berdiri. Rafa berjongkok di hadapan Intan dengan lutut yang menjadi tumpuannya.
" Nak maaf kan ayah yah, yang sudah menyakiti hati bunda mu, ayah janji tak akan melakukannya lagi, tolong bujuk bunda yah agar mau memaafkan ayah ,,! " Rafa mengelus dan berbicara dengan lembut di perut istrinya.
Intan tersenyum tipis, mendengar nya,
__ADS_1
" Sayang...??, Rafa menggenggam kedua tangan mungil milik istrinya, dengan tatapan sendu Rafa memandang wajah pucat itu. Ia menunggu jawaban dari istrinya itu.
" Aku udah maafin mas kok !, "
" Benarkah sayang ?, " Rafa terlihat begitu bahagia.
" He emm...! "
" Aah,, terimakasih sayang, mas janji ga akan melakukan itu lagi, " Rafa memeluk Intan dengan erat,
" Mas, aku sesak nih ...! "
" Maaf sayang...! "
" Aku mau mandi dulu yah mas ?, "
" iya sayang, mas tunggu di sini yah ,! "
Mereka pun makan malam bersama, Intan makan dengan lahap membuat Rafa dan kedua mertuanya merasa senang, rupanya kejadian hari ini tak menurunkan selera makan Intan, hanya saja bedanya Intan lebih pendiam dari biasanya.
Namun Rafa tak mempermasalahkan itu, yang terpenting sekarang Intan mau makan saja membuatnya bersyukur.
Pagi pun menjelang, namun ada yang berbeda kali ini, Saat Rafa bangun Intan sudah tak ada di samping nya, Rafa masih trauma atas kejadian kemarin sehingga membuatnya buru buru mencari istrinya itu ke bawah.
Saat melewati dapur ia melihat Istrinya itu tengah makan seorang diri.
" Sayang, kamu lapar ? , " Rafa menarik kursi di sebelah istrinya itu.
" Mas sudah bangun !, iya mas aku tadi lapar banget !, "
" Kenapa tidak membangunkan mas saja, nanti mas bisa membawakannya ke kamar, jadi kamu tidak perlu turun !, "
Entah kenapa Rafa tersentil dengan kata kata istrinya barusan.
" Mas buatkan susu yah ?, "
" Ga usah mas, nanti kalau aku mau aku bisa membuatnya sendiri kok, sekarang aku masih kenyang !!!,"
Rafa terdiam, ia merasa seperti ada yang berbeda dari istrinya.
" Mas mandi sana, ini sudah siang nanti kamu telat ke kantor !, "
" Aah,, iya mas mandi dulu yah sayang !, " Rafa mencium kening istrinya, lalu berjalan menuju kamarnya.
Saat Rafa keluar dari kamar mandi, ia sudah melihat baju kerja nya di atas kasur yang sudah di siapkan istrinya, namun Intan tak berada di kamar, setelah rapih barulah Rafa turun ke bawah untuk sarapan.
Sudah ada sang mamah yang menunggunya di meja makan,
" Mah, di mana Intan ? , " Rafa mengedarkan pandangannya mencari keberadaan istrinya itu.
" Tadi dia keluar, katanya mau beli sesuatu !, "
" Ke mana ?, kenapa tidak bilang dengan Rafa ?, " Rafa segera menyusul istrinya keluar dari rumah, saat Rafa keluar dari gerbangnya, Dari ujung jalan ia melihat istrinya tengah berjalan, sambil menenteng sesuatu,
" Sayang, apa kata kata ku begitu dalam hingga membuatmu berubah seperti ini !!!, " Batin Rafa, entah mengapa ia tidak suka istrinya mandiri seperti ini.
" Mas, mas kok di sini ?, "
__ADS_1
" Kamu dari mana ?, " Ucap Rafa datar
" Habis beli ice-cream dan coklat !, " Intan mengangkat tentengan itu di depan wajah Rafa.
" Kenapa kami tidak bilang sama mas, toko di depan lumayan jauh, dan kamu jalan kaki seorang diri kalau terjadi apa apa sama kamu bagaimana ?, " Ucap Rafa dingin.
Intan langsung masuk meninggalkan Rafa yang masih di depan gerbang.
Intan lalu duduk di bangku meja makan samping mamah Elen, dengan wajah sedih.
" Nak, sudah dapat yang kamu mau ?, " tanya mamah Elen dengan lembut.
Intan mengangguk.
" Lalu kenapa kamu malah sedih ?, "
"Mas ga mau kamu seperti ini lagi Intan !! " Tiba-tiba saja suara Rafa terdengar.
Rafa duduk di samping Intan, lalu membuka kantung yang tadi istrinya bawa. Ia mengambil 1 cup Ice cream. membukanya lalu menyuapkan pada istrinya,
" Buka mulut mu sayang , kamu mau ice cream kan ?, " Ucap Rafa dengan lembut.
Mamah Elen sengaja pergi dari situ karena ingin membiarkan anak nya menyelesaikan masalah nya sendiri.
" Anak ayah ingin ice cream yah ?, " Rafa mengelus lembut perut istrinya sambil terus menyuapkan ice cream pada Istrinya.
" Kenapa kamu tidak bilang sama mas, hemm?, "
" Aku masih bisa beli sendiri mas , aku ga mau ngerepotin mas Rafa !, "
Rafa menarik dalam nafasnya lalu menghembuskan dengan perlahan.
" Maaf kalau perkataan mas sudah menyakitimu terlalu dalam dan mungkin membekas, mas tidak merasa sedikit pun di repotkan oleh mu, setiap permintaan mu itu menjadi poin penyemangat untuk mas, apalagi kamu tengah mengandung anak kita, mas lah yang merasa bersalah pada mu, di usia muda mu kamu rela mengandung, yang mungkin ini terlaIu berat kamu jalani, sayang berilah kesempatan pada mas untuk menjadi suami dan ayah yang terbaik, yang selalu bisa memenuhi keinginanmu dan anak kita nanti nya, jika kamu terlalu mandiri seperti ini mas menjadi merasa tidak berguna , mas mencintaimu sayang ,!" Rafa mengecup lembut tangan Istrinya.
Intan meneteskan Air mata harus mendengar apa yang di ucapkan suaminya itu.
" Aku juga mencintaimu mas !, " Intan langsung memeluk suaminya.
" Mas jauh lebih mencintaimu sayang ,! " Rafa mengecup pucuk kepala Istrinya.
" Tapi mas, ini semua keinginan anak mu,! "
" Keinginan bagaimana ? " Rafa melepaskan pelukannya dan menatap Intan dengan penuh tanya.
" Saat aku pergi waktu itu, aku bilang sama anak kita, " Kita harus mandiri yah dek, jangan merepotkan ayah " , dan ternyata anak mu mendengarnya !, " Intan mengulang ucapan nya saat itu.
" Kalau begitu sekarang kamu ralat ucapan itu , Mas ga mau kamu seperti ini !, "
" Nanti deh..! "
" Sekarang sayang ,! "
" Nanti maaassss... "
" Sekarang sayang, nanti anak kita keburu minta yang aneh aneh lagi....!!!! "
-
__ADS_1
tbc
Jangan lupa like, komen vote dan hadiah nya kakak kakak semua 😍😍, biar othor tambah semangat.