
Rafa sudah menceritakan semua pada istrinya tentang Nola juga Lucy yang ternyata bersaudara, ia juga sudah menjelaskan tentang kejadian saat ia mabuk malam itu, dan kini Nola sudah di pecat dari perusahaan nya.
Intan terkejut tentang Nola juga lucy yang ternyata saudara sepupu, pantas saja dia tidak asing dengan wajah Nola,
" Dari awal aku merasa tidak asing dengan wajah Nola mas, tapi aku lupa mirip dengan siap !!, "
" Berarti sejak awal istri mas ini sudah waspada ??, " Rafa menaik turunkan alisnya
" Itu adalah insting alamiah seorang istri para suami saja yang selalu tidak percaya !, "
" Baiklah baiklah sepertinya mulai hari ini mas harus percaya pada insting mu !!, "
*
Sebelum berangkat bekerja Rafa menyempatkan diri untuk bermain dengan Arka yang kebetulan sekali hari ini bangun lebih pagi,
Sedangkan Intan , bu Ida serta mamah Elen sedang membuat sarapan bersama sama sambil sesekali bu Ida dan mamah Elen bercanda tentang masa muda mereka, Intan bersyukur memiliki mertua yang begitu baik bahkan di luar ekspektasi nya saat masih sekolah dulu,teman teman nya bilang kalau mertua itu adalah ibu baru yang jahat, karena yang bercerita seperti itu adalah yang ibunya tidak di perlakukan baik oleh sang nenek yang tak lain adalah ibu dari ayahnya.
Tapi nasib Intan sungguh baik mendapatkan suami serta mertua yang begitu menyayangi dirinya juga sang ibu.
Setelah sarapan beres intan menyusul suaminya di taman samping tempat favorit semua keluarga jika sedang bersantai.
" Mas, ganti baju dulu nanti kita sarapan. " Ucap Intan sembari mengambil Arka dari pangkuan ayahnya.
" Iya sayang. "
Kini mereka semua sudah berada di meja makan dan sarapan , sedangkan Arka sedang di gendong oleh asisten rumah tangga di rumah.
" Mas bolahkah aku ke Mall nanti siang ?, " Ucap Intan di teras saat mengantar Rafa yang akan memasuki mobil
" Ke Mall , tumben sekali ada apa ? . "
" Teman kampusku ada yang berulang tahun, aku mau memberikannya hadiah . "
" Kamu akan hadir ?, "
" Jika mas izinkan !, "
" Tergantung caramu meminta izin!!. "
" Memangnya harus bagaiman ?, "
" Nanti malam mas akan beri tau bagaimana caranya !, " Ucap Rafa berbisik lalu masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
" Dasar mesum !!, "
Rafa yang masih mendengar ucapan Istrinya itu tertawa saja.
" Mah, bu, nanti Intan mau pergi sebentar yah, mau membeli hadiah untuk teman ku yang akan berulang tahun esok. "
" Pergilah nak, biar kami yang menjaga Arka. " ucap mamah Elen
Intan berangkat sekitar pukul 11 jadi ia masih sempat menidurkan Arka terlebih dahulu, setelah itu ia bersiap, Namun entah kenapa perasaan menjadi tidak enak, tapi ia segera menepis itu.
Intan berangkat di antar oleh supir sampai ke Mall. Dan ia akan pulang sendiri tak ingin supir itu menjemput nya atau menunggu nya sampai selesai karena rencana nya dia akan mampir ke kantor Rafa.
Di sebuah Mall ketika Intan selesai berbelanja dia melihat seseorang yang tidak asing mendekatinya.
*
Sudah hampir jam 4 sore Intan belum juga pulang, Arka sudah menangis, tak tau kenapa Arka yang biasanya anteng hari ini terlihat gelisah padahal sudah di beri asi...
" Mbak coba telfon Rafa, siapa tau Intan pergi dengan Rafa , " Ucap mamah Elen karena sedari tadi mereka menghubungi Intan tetapi ponselnya malah tidak aktif.
" Baik lah...!, "
Tut... tut,,,
" Waalaikumsalam... Nak apa kamu bersama istrimu ?, "
" Tidak mah, bukankah tadi Intan izin mau ke Mall ?, "
" Iya, tadi Intan berangkat jam 11 tapi sampai sekarang belum pulang juga !!, " suara mamah Elen terdengar khawatir ketika mendengar bahwa Intan tak bersama Rafa.
" Apaaa... Intan pergi dari jam 11 . " Rafa juga terkejut, istrinya itu tak akan mungkin pergi selama itu, karena Intan bukanlah tipe wanita yang suka berbelanja.
" Baik mah, nanti aku akan menghubungi nya !, "
" Mamah sudah berapa kali mencobanya, tetapi ponselnya tidak aktif!. "
Makin terkejut lah Rafa mendengar nya, ia kini menjadi khawatir, lalu ia juga mencoba menghubungi ponsel istrinya ternyata benar tidak aktif, karena begitu khawatir ia segera menghubungi Sandy guna membantunya untuk mencari keberadaan Istrinya walaupun ia belum tau apa yang terjadi.
Rafa keluar dari Kantor nya dengan terburu buru , tanpa menghiraukan panggilan dari karyawan nya yang hendak masuk ke ruangannya.
Rafa berdiam sejenak di mobil, Istrinya tadi hanya meminta izin untuk ke Mall tapi ia lupa menanyakan di Mall mana Intan akan berbelanja, di kota ini ada beberapa Mall tak mungkin ia mencarinya satu satu itu akan membuang buang waktu. Pesan pada ponselnya berbunyi Rafa membaca pesan dari Sandy kalau ia sudah mengerahkan beberapa anak buahnya untuk mencari di semua Mall di kota ini. Untuk hal ini Sandy memang bisa di andalkan.
" Kenapa saya bisa lupa, " Rafa langsung mengecek cips yang pernah ia tempel pada ponsel istrinya, dan ia langsung membuka GpS nya . Mengarahkan pada satu Mall yang tidak terlalu jauh dari perusahaannya,
__ADS_1
Rafa langsung melajukkan kendaraannya sepanjang jalan ia terus saja mengumpat karena jalanan sore begitu padat hingga membuat nya cukup lama berada di jalan padahal jaraknya tak terlalu jauh. Rafa bergegas masuk ke dalam Mall dengan sedikit berlari, Di sana dia justru bertemu dengan Sandy yang tengah berbicara pada tiga petugas keamanan Mall.
" San, lo udah di sini ?, "
" Heemm,, nih...! " Sandy menyerahkan ponsel Intan yang mati pada Rafa
Tiba-tiba saja tubuh Rafa seperti tidak bertenaga, harapan satu satunya adalah pada ponsel ini, tapi justru malah seperti ini...
" Ada seorang pengunjung yang menemukan ponsel Intan dan menyerahkannya pada petugas keamanan, ponsel Intan di temukan di parkiran.! Lanjut Sandy
Perasaan khawatir dalam diri Rafa begitu dalam tentang keselamatan istrinya.
" Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada nya . "
" Sabar bro, mudah mudahan tidak terjadi apapun pada Intan, ! "
" Boleh kita lihat CCTV-nya?, "
" Silahkan pak ikut kita !, " Security itu berjalan menuju ruangan yang ada di belakang Mall di ikuti olah Rafa dan Sandy.
Rafa melihat Intan sedang berjalan mengelilingi Stan Stan tas tapi setelah masuk ke toko Intan tak terlihat lagi.
" Bisa saya minta rekaman CCTV dari toko itu ?, "
" Kalau soal itu bapak bisa minta ke toko nya langsung, karena jika sudah di dalam toko mereka mengelola sendiri CCTV-nya. " Security itu menjelaskan.
" Biarkan anak buah gue yang melacak CCTV di setiap toko!, "
Rafa mengangguk , setelah mendapat kiriman video dari anak buahnya , Rafa tak melihat ada yang aneh, Intan tetap seorang diri dan terlihat biasa biasa saja.
Lalu Rafa pun kembali melihat rekaman CCTV pada pintu masuk dan keluar, dan aneh nya Intan tak terlihat keluar dari Mall sampai detik ini. lalu Istrinya itu kemana, sedangkan ponselnya di temukan di tempat parkir, dan istrinya itu tidak membawa kendaraan jadi untuk apa ke tempat parkir.
" Apakah ada CCTV yang di hapus ?, " Tanya Rafa dengan tatapan tajam pada salah salah satu kepala Security di Mall itu....
" Tiii,, tidak pak...! "
" Lalu bagaimana bisa, CCTV dalam keadaan aktif tetapi tak ada satupun yang memperlihatkan kalau istri saya keluar dari Mall menuju parkiran ??, "
" Lihat saja kalau di antara kalian ada yang bersekongkol, akan saya hancurkan Mall ini !!!, " Wajah Rafa menjadi merah menahan amarah nya.
-
-
__ADS_1
Lambung othor lagi manja, jadi jarang update. terimakasih buat yang sudah setia 😘😘