
Rafa menuruti perintah mamah nya, Bu Ida mengelus elus punggung anak nya. Dan pak Kuncoro sedang menyiapkan mobil
" Nak apa yang kamu rasakan ?, " Tanya mamah Elen lembut.
" Perut aku terasa kencang mah !, "
" Kamu yang tenang yah sayang, mungkin sebentar lagi kamu akan melahirkan !!, "
" Apa mah?, Intan akan melahirkan???, " Rafa yang baru saja menuruni tangga terkejut tak kala mendengar ucapan mamahnya kalau Istrinya akan melahirkan. Bahkan suara Rafa terdengar kencang, hingga membuat semuanya terkejut.
Rafa pun melepaskan koper itu dan mendekati Istrinya, dan berjongkok di hadapannya sambil memegang tangan nya,
" Sayang, apa perutmu sakit ?, "
Intan menggeleng, karena memang tidak terasa sakit. Hanya berasa begitu kencang
" Berarti Intan belum mau melahirkan mah !, "
" Diam kamu Rafa ! ,! Mamah Elen terlihat kesal.
" Mobilnya sudah siap mah !, " Ucap pak kuncoro yang baru saja masuk.
" Ayo nak kita ke Rumah sakit !, " Bu Ida berucap pada Intan
Yang kini terlihat bingung justru Rafa, ia bingung harus melakukan apa!
" Rafa kenapa kamu malah melamun, cepat itu bawa koper nya ?, "
" Eeeehhhh,,, iiiya mah...! "
Saat masih di teras langkah Intan terhenti. Ia meringis sambil menggenggam erat tangan mamah Elen dan Bu Ida di kanan dan kirinya.
" Mules nak ?, " Tanya bu Ida
" Iya bu !, " Jawab Intan lemah. mules yang tadi belum ada kini sudah mulai terasa
" Tarik nafas dan hembuskan perlahan nak,! " Mamah Elen memberi arahan. Dan Intan pun mengikuti nya.
" Sayang ayo mas gendong saja ?, ""
Intan menggeleng lemah, ketika rasa mulesnya sudah mulai hilang, Intan melanjutkan lagi langkahnya.
" Mah , Rafa ingin duduk dengan Intan!. "
Mamah Elen pun duduk di depan dengan Pak kuncoro dan Rafa bu Ida juga Intan ada di kursi belakang.
__ADS_1
Sampai lah mereka di rumah sakit, ruang VVIP sudah tersedia untuk Intan.
Rafa terus berada di samping Istrinya, tak sedetik pun Rafa melepaskan tangan yang sedang merasakan kontraksi yang hilang timbul.
Rafa mengelap peluh yang mengucur dari dahi sang istri, wajah pucat istrinya serta rasa sakit membuat relung hati ikut sakit, Ia tak lagi mencemaskan cakaran kuku Intan pada tangannya , setiap kali Intan merasakan kontraksi dia meremas kuat tangan sang suami.
Bu Ida yang setia selalu mengelus punggung anaknya serta tak henti hentinya memanjatkan doa, begitupun dengan mamah Elen yang mengelus elus kepala Intan,
Pak Kuncoro memilih duduk di depan ruangan Intan sambil mengerjakan pekerjaannya lewat ponsel, ia pun tak ingin melewatkan momen kelahiran cucu pertamanya, Sebenarnya ada sofa kosong di dalam tetapi ia merasa tidak tega ketika melihat seorang wanita melahirkan,
" Om,,!" Sandy menyalami pak Kuncoro yang sedang duduk , Sandy yang mendapatkan kabar bahwa Intan akan melahirkan menyempatkan diri untuk datang ke Rumah sakit dengan kekasih nya Diana .
Diana juga yang di beritahukan oleh mamah Elen langsung menuju Rumah sakit dan kebetulan kekasih nya itu menghubungi nya jadi mereka berangkat bersama.
Sandy dan Diana izin masuk ke dalam setelah mengobrol sebentar dengan pak Kuncoro.
" Ka? " Intan menyapa Diana yang berdiri di samping nya.
" Semangat berjuang yah Intan, kamu pasti bisa, kaka doakan semoga lancar !, " Ucap Diana dengan tulus sambil menggenggam tangan Intan yang terasa dingin.
" Amin Terimakasih ka ,! "
Gelombang gelombang cinta dari anak Rafa dan Intan mulai sering muncul tanda tanda sebentar lagi akan launching.
Kelahiran anak pertama yang hampir 15 jam dari pembukaan satu pada jalan lahirnya, baru memasuki bukaan delapan 15 jam kemudian membuat Intan lemas hingga cairan infus terus saja menempel pada pergelangan tangan nya.
" Aku tidak mau mas!, " Intan menggeleng lemah,
" Dok apa ini tidak berbahaya kalau melahirkan normal, sedangkan Cairan ketuban sudah keluar ?, " mamah Elen pun khawatir.
" Hasil USG tadi air ketuban nyonya Intan masih cukup, jika menunggu untuk normal namun tidak lebih dari 24 jam . " Ucap dokter
Kini hanya Rafa dan beberapa dokter yang ada di ruangan itu karena bukaan pada jalan lahirnya sudah lengkap.yang lainnya menunggu di depan ruangan dengan harap harap cemas.
" Tarik nafas perlahan bu, tidak perlu di paksakan mengejan, ikuti saja alurnya, agar tak terlalu lelah !, "
Intan beberapa kali mengejan namun berhenti lagi .
" Aakkkhhh....!, " Satu kali teriakan Intan gelombang cinta yang panjang membawa anaknya untuk pertama kali menghirup usaha di dunia.
" Eeaakkk,,, eeaakkk,, eeaakkk... , " Tangisan kencang keluar dari bibir mungil bayi laki laki anak pertama Intan juga Rafa,
Intan menangis perlahan , sebagai ungkapan kebahagiaan, Rafa pun menangis sambil terus menciumi seluruh wajah istrinya .
Bayi lelaki dengan berat hampir 4 kilo, pipi caby, bibir merah , dengan warna kulit yang sedikit memerah bersih tanpa apapun yang menempel, sekilas mirip seperti Intan. Tak henti henti nya Rafa mengucap syukur dalam hatinya, melihat bayi dan istrinya dalam keadaan sehat , tak kurang suatu apapun.
__ADS_1
" Kamu luar biasa sayang, terimakasih mau berjuang demi anak kita, I love you !, " Rafa mengecup sekilas bibir istrinya yang kembali merona tak se pucat tadi , Rafa bahkan belum melihat secara jelas anak nya fokusnya hanya pada Intan dahulu, sebagai bentuk terimakasih atas perjuangannya.
Tak lama setelah bayi lelakinya siap, Dokter memberikan bayi itu kepada Rafa untuk di azankan.
Dan tak kalah bahagia keluarga mereka yang sedang menunggu di luar, mereka saling berpelukan saat mendengar tangisan pertama cucu mereka. Mamah Elen dan bu Ida menangis sambil berpelukan.
Semua di buat terharu atas kelahiran penerus keluarga Kuncoro. Tak terlebih Sandy dan Diana.
Sandy sejak tadi terus menggenggam tangan kekasih nya, dan melihat juga mata kekasihnya yang berkaca kaca, terlihat keharuan di matanya.
" Tenang sayang, sebentar lagi kita juga akan memiliki baby seperti mereka !, " Sandy berbisik di telinga kekasih nya
" Husss,,, ngawur kamu tuh, belum juga menikah masa sudah mau punya baby ,! " Sungut Diana
" Ya makannya kenalkan aku dong sama orang tua kamu, biar aku langsung melamar saja, setelah itu menikah ga perlu tunangan lagi !. " Lanjut Sandy, karena selama ini Diana belum siap untuk mengenalkan Sandy pada orang tuanya.
Saat Diana ingin berucap tiba-tiba saja ruangan Intan terbuka, dua dokter juga beberapa perawat yang keluar dari ruangan Intan, dan mempersilahkan keluarga untuk masuk ke dalam,
Terjadi keharuan di dalam ruang rawat Intan, tak habis habisnya Intan di ciumi wajahnya oleh mertua juga Ibu nya yang begitu sangat berterima kasih karena telah memberikan mereka cucu, Terlebih lagi cucu seorang lelaki yang memang di harapkan oleh keluarga Rafa sebagi penerus perusahaan mereka nantinya.
" Nak siapa nama anak kalian ini ?, " Mamah Elen bertanya pada anaknya yang sedang menyuapi Intan makan.
" Rafa belum tau mah,,,! "
" Bagaimana bisa kamu belum tau nama anak mu ?, " Mamah Elen terlihat kesal.
" Rafa kan tidak tau mah, anak Rafa ini perempuan atau laki laki , " Rafa beralasan, padahal fokusnya saat itu hanya pada kehamilan Intan, ada beberapa masalah yang malah melupakan mencari nama untuk nama anak mereka.
" Alasan, kamu kan bisa mencari dua nama untuk perempuan juga laki laki !, "
Intan hanya senyum senyum saja, mendengar perdebatan lucu antara suami dan mertuanya itu.
" Atau mamah saja yang mencari nama ?, "
" Tidak mah !!!, " Jawab Rafa cepat
" Kenapa ?, "
" Nanti anak Rafa di sabotase mamah lagi !!!,"
" Ya sudah kalau dalam waktu satu kali dua puluh empat jam cucu mamah belum memiliki nama, maka mau tidak mau cucu mamah harus memakai nama yang di berikan omah nya !, "
...****************...
Rafa mau minta saran nih buat pembaca setia Intan dan Rafa, kira kira nama apa yang cocok untuk anak lelaki mereka. Sebelum mamah Elen lebih dulu mencari nama buat cucu nya 😅😅. yang pasti nama belakang menyandang nama belakang Rafa " Kuncoro"
__ADS_1
sok lah di tunggu saran nya 😁. kalau namanya cocok langsung di pakai untuk cucu mamah Elen 😊😊.