
" Apa kamu menerima keinginan mamah tadi ?. "
" Seperti nya aku tidak bisa menolak. "
" Kenapa ? , kamu berhak menolak . "
" Itu tidak mungkin mas, aku melihat tante begitu bahagia, aku tidak tega untuk merusaknya, toh ga ada salahnya juga . "
" Lalu hubungan kita bagaimana ?. "
" Hubungan apa ? kita bahkan belum memulai apa pun . "
" Kau itu .!!!. " Rafa meremat stirnya kesal
" Sebentar lagi aku akan memanggil mas dengan kaka ?. " Intan tersenyum sambil mengerlingkan matanya menjadi terlihat imut dan menggemaskan.
" Ciiih... kaka . "
" Jangan seperti itu kaka, kita akan menjadi saudara yang kompak nantinya . " Intan terus saja menggoda Rafa yang sedang menyetir.
Intan hanya menghibur diri, dan yang perlu di ingat, Intan adalah orang pertama yang menyukai lelaki itu, jika sekarang dia bersikap seolah tak menyukai nya itu tidak lah benar, Entah mengapa Intan takut jika mengecewakan banyak orang. Dia bisa mengesampingkan perasaan nya demi membuat orang lain bahagia. Dan mungkin sedikit egois sifat Rafa jika dia sudah mencintai seseorang maka dia tidak perduli dengan yang lainnya.
Rafa menepikan mobilnya di pinggir jalan, melepaskan Seftybel nya, mencondongkan tubuhnya ke arah Intan.
" Mas mas mau apa ??. " Intan memundurkan tubuhnya
" Sesuai keinginan mu, menjadi lebih kompak . " Ucap Rafa sambil tersenyum smirk
" Tttaapi... Hemmppp. " Mulut nya sudah lebih dulu di tutup dengan lembut oleh Rafa . Membuat Intan terdiam kaku tak ada balasan darinya, Sebenarnya keduanya tak berpengalaman akan hal ini, sama sama baru mempraktikkan dan sama sama baru belajar. Namun secara teori Intan lebih mengerti karena dia sering membacanya di novel romantis favorit nya. Berbeda dengan Rafa yang langsung mempraktekannya.
Ciuman yang syahdu lembut tanpa napsu berlebih , Berirama lembut hingga membuat mereka terbuai. Intan mendorong tubuh Rafa, hingga ciuman itu terhenti, dan keduanya sedang menenangkan jantung masing masing yang berdetak jauh dari normal.
Rafa memakai kembali Seftybel nya dan kembali melajukan kendaraan menuju rumah Mereka. Dan sepanjang jalan setelah adegan itu tak satu pun di antara mereka yang berbicara hingga sampailah Intan di rumahnya dan begitupun dengan Rafa.
***
" Bagaimana tadi pertemuannya dengan mamahnya nak Rafa tan? " Tanya bu Ida saat ini mereka tengah santai di sofa tamu.
" Ooh iya bu, hampir aja aku lupa, untuk memberitahu ibu soal keinginan tante Elen?. "
" Keinginan ? , keinginan apa ?. "
Intan pun menceritakan tentang keinginan tante Elen, yang ingin menjadikannya anak angkat . Intan melihat kekhawatiran di raut wajah ibunya , bu Ida mendengarkan tanpa berniat untuk menyela cerita Intan hingga selesai.
" Bu ?. "
" Iya??. "
" Apa ibu keberatan ?. "
__ADS_1
" Entah lah Tan, ibu harus bahagia atau sedih !. "
" Kalau Ibu bahagia , aku akan menerimanya,tetapi jika itu membuat ibu sedih aku akan menolaknya, buat apa aku membahagiakan orang lain sedangkan ibu ku sendiri merasa tak bahagia. " Intan menggenggam tangan ibu nya dengan lembut guna meyakinkan bahwa kebahagiaan ibunya adalah segalanya bagi Intan.
Bu Ida mengelus rambut putrinya dengan sayang. " Ibu hanya takut kehilangan mu Intan . "
" Bu Itu tidak akan terjadi , Lusa mungkin tante Elen akan berkunjung ke rumah kita bu , mungkin ada yang ingin di jelaskan oleh tante Elen. "
" Baiklah Tan, mungkin nanti akan ibu tanyakan langsung kepada mamah nya Rafa, sekarang kamu istirahat ya, ini sudah malam . " Bu Ida beranjak lebih dulu meninggalkan Intan sendiri di ruang tamu.
Intan melihat kepergian Ibunya dengan perasaan yang sulit di gambarkan, Intan pun masuk kedalam kamarnya, memandangi ponsel nya yang sedari tadi tak satupun notif masuk dari seseorang yang di tunggunya.
" Apa dia kecewa dengan ku ?, "Tak tau kah dia jika perasaan ku jauh lebih dalam dari nya, tau kah dia jika perasaanku datang lebih dulu di bandingkan perasaannya , jadi siapa yang lebih sakit sebenarnya di sini, Bisa menyembunyikan belum tentu bisa menahan sakit, cinta yang belum tumbuh bahkan harus segera di patahkan.
***
Tak hanya Intan, Rafa pun masih terdiam di kamarnya.
Dia baru merasakan cinta, dan sial nya cinta itu belum bersambut justru dia sudah di kecewakan. Dia akan terus berusaha mendapatkan nya walaupun ia terlalu egois, tapi bagaimana bisa ia mengecewakan orang tuanya,itu sungguh membuatnya pusing.
Rafa menghubungi sandy untuk menceritakan pada Sandy sahabatnya akan hal ini, Ia sungguh membutuhkan solusi karena sungguh otaknya tak bisa di ajak berfikir jernih.
Sandy begitu terkejut setelah mendengar cerita dari Rafa, Sungguh lucu menurutnya. Ketika sangat anak menginginkan Intan untuk jadi kekasih nya, tetapi orang tuanya akan mengangkat Intan sebagai anak nya.
"📱 Lo emang bodoh yah untuk hal beginian. "
"📱 Sebenernya keinginan nyokap lo sama lo
itu sama . "
" 📱 Sama gimana, sudah jelas beda seperti
itu . "
"📱 Orang tua lo menginginkan anak perempuan sama dengan menantu.
Rafa terdiam masih mencoba mencerna apa yang di maksud Sandy.
" 📱 Halloo,, hallo bro, lo masih dengerin gue ga ?. "
"📱 iiya, lanjutkan. "
" 📱 Bro lo tau ga kalau orang tua itu menganggap menantunya adalah anak perempuannya , jadi lo sama Intan tetap bisa berhubungan, biarpun kalian menikah nyokap lo ga akan kehilangan Intan. "
"📱 Tapi nyokap gue ngelarang gue buat menyukai Intan . "
" 📱 Jangan polos banget bro main cantik dulu aja, nanti gue kasih tau jalan selanjutnya . "
" 📱 Tapi Gue gak yakin . "
__ADS_1
" 📱 Santai bro, gue bantu lo nanti . "
" 📱Ok thanks bro . "
Rafa menutup ponselnya dengan sedikit tambahan semangat yang di berikan sahabatnya , Masa ia harus menyerah pada sesuatu yang belum di mulai. Biarpun umurnya sudah dewasa tetapi untuk hal seperti ini ia masih belum berpengalaman.
Sudah larut malam Rafa baru tertidur begitupun dengan Intan, mereka berdua memikirkan hal yang sama tetapi keduanya memiliki solusi yang berbeda.
***
" Faster baby..... Aaakkhhhh.... " Lenguhan panjang mengakhiri perbuatan kotor wanita dengan lelaki yang umurnya jauh lebih muda.
" Apa kamu ingin lagi baby . "
" Sudah pergilah, gue mau istirahat . "
" Iiisss, baru segitu aja udah ga kuat . "
" Jangan nantangin gue !!!. "
" Jadi kamu merasa tertantang ???, Ayo buktikan lagi jika kamu bisa ..."
" Siiitttt,,, pergi dari sini, gue udah ga mood . "
" Baiklah,,, baiklah,,, uang jajan nya dong baby !. "
" Gue udah transfer . "
" Lebih banyak dari biasanya dong beb . "
" Gue bakal kasih lo lebih banyak kalau misi lo memisahkan mereka berhasil . "
" Baiklah beb, aku ga akan mengecewakan kamu ,. "
" Jangan sampe lo kalah sama anak kecil . "
" Ciih... anak kecil itu ternyata sangat licik, jadi aku bisa mendapatkan nya dengan cara licik juga, kita tunggu saja waktu yang tepat . "
" Gue tunggu hasil nya, jangan ngecewain gue atau lo akan tau sendiri akibatnya . "
Perempuan itu tak menyangka jika lelaki muda partner ranjangnya itu bisa se mengerikan itu... Bahkan seperti psikopat....
-
-
-
Tbc
__ADS_1