Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Keseriusan Rafa


__ADS_3

" Mamah, Ibu ???. " Intan begitu terkejut tiba-tiba saja Mamah juga Ibunya ada di balik pintu, entah sejak kapan mereka ada di situ, atau jangan jangan saat Rafa mencium nya tadi ,, aaah.... Intan sungguh malu saat ini, ia hanya bisa menunduk.


Berbeda dengan Rafa, ia justru santai menanggapinya, yah kali ini sepertinya ia harus berterima kasih dengan mamahnya karena sudah datang ke sini dan mengatakan hal yang memang sangat dia inginkan.


" Bagaimana Da, apa kita harus menikahkan mereka secepatnya nya ?. " Mamah Elen melihat ke arah bu Ida


" Sepertinya begitu mbak ?. "


" Bu, mah, aku dan mas Rafa ga ngapa ngapain kok, , !. " Intan membela diri


" Tapi tadi kalian melakukan apa ?. " Tanya bu Ida dengan santai tapi begitu mengena


" Taadi Itu aaku...! " Intan terlihat gugup, ia bingung harus mengatakan apa


" Kami hanya berciuman !. " Jawab Rafa santai.


" Haah... " Intan terkejut dengan jawaban frontal Rafa pada kedua orang tua itu.


" Tiidaak bu,, itu hanya, hanya...!!. " Intan kalut juga kesal, Rafa bukanya membela diri malah semakin memperumit.


" Mah,, bu, percaya padaku, kita tidak melakukan apa apa !. " Sekilas Intan menatap sinis Rafa.


" Mamah percaya padamu nak, tapi mamah tidak percaya pada anak mamah itu !. " Wajah Mamah Elen mengarah pada anak lelakinya.


Ekspresi Rafa hanya datar saja. tak ada rasa takut, gugup atau apapun.


" Rafa kamu tidak berangkat kerja ?. " Mamah Elen melihat Rafa yang sudah berpakaian rapih


" Tidak mah, Rafa nemenin Intan !. "


" Alasan saja, sudah sana kamu berangkat, biar mamah yang menemani Intan . "


" Intan tidak bisa minum obat kalau tidak dengan cara Rafa mah ?. "


" Beri tau saja cara nya nanti biar mamah yang kasih obat ke Intan !. "


" Cara nya...... "


" Mas Rafa berangkat saja aku sudah sembuh, tak perlu minum obat lagi . " Dengan cepat Intan memotong ucapan Rafa, konyol memang Rafa jika benar benar memberitahu kan cara yang dia lakukan tadi


" Ok, baiklah, mas berangkat dulu yah, kalau kamu ingin minum obat hubungi mas saja yah !. " Rafa mengedipkan matanya dan mengelus pucuk kepala Intan.


Rafa pun keluar dari kamar Intan di ikuti oleh mamah Elen. Dan berpamitan lebih dulu dengan bu Ida.


" Mah, ?. "


" Hemm!. "


" Rafa akan segera memberikan mamah cucu kalau Rafa segera menikah dengan Intan. " Rafa berbisik di telinga mamahnya.


" Benarkah itu ?. " Mamah Elen terlihat sumringah dengan apa yang di bisikkan anak lelakinya


" Yah, jika mamah mendukung Rafa !. "


" Kamu tidak akan menunda untuk memiliki momongan ?. "


" Tentu saja tidak !!. "


" Baiklah, mamah dukung kamu !. " Mamah Elen memberikan dua jempol untuk anaknya sebelum Rafa masuk ke dalam mobil.


Rafa tak bisa membujuk mamahnya dengan iming iming barang atau uang, karena yang mamahnya inginkan hanya seorang cucu dari nya.


***


" Laah,, bro tadi katanya tidak masuk kantor ??. " Sandy bingung kenapa Rafa tiba-tiba lewat di hadapannya.

__ADS_1


" Sekarang masuk!. "


" Iya maksudnya kenapa ?. "


Rafa tak menjawab lagi, ia langsung meninggalkan Sandy begitu saja yang masih menunggu jawabannya.


" Terserah ,,lo bos nya , " Ucap Sandy pelan , lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.


Fokus Rafa kembali pada Intan yang sedang sakit di rumah. Ia pun mencoba mengirim pesan pada kekasihnya itu.


"📩 Sayang, ini sudah siang kamu harus minum obat lagi . "


tring... Intan langsung membalasnya


" 📩 Aku sudah sehat. "


" 📩 Kamu harus tetap minum obat, tiga kali sehari


" 📩 Ga usah modus deh mas!!!. "


Rafa tertawa membaca pesan terakhir dari Intan, kini ia sudah mempunyai cara ampuh agar Intan minum obat.


Sandy masuk ke dalam ruangan Rafa.


" Bro ada yang mau gue omongin !. "


" Soal apa ?, " Rafa meletakkan ponselnya, karena sepertinya ada hal yang penting.


" Ini soal proyek kita di Canada .! "


" Iya, terus . "


" Sepertinya lo juga harus ikut ke sana!. "


" Untuk apa ?, bukankah proyek itu bisa di wakilkan?.


" Berapa lama ?. "


" Mungkin satu minggu, !. "


" Lama sekali !. "


" Bos di sana cuma satu minggu, sedangkan saya empat minggu bosss !. " Sandy sedikit jengkel dengan Rafa, ia tau Intan lah yang memberatkannya, tapi bisnis tetap bisnis demi kelancaran sebuah perusahaan. Di sini Sandy tak menyalahkan Intan hanya saja bos nya ini memang sedang di fase awal jatuh cinta yang tak ingin jauh dari pasangannya.


" Baiklah, biar nanti saya pikirkan !. "


Sandy pun undur diri, namun belum juga mencapai pintu Rafa sudah kembali memanggilnya.


" Tunggu dulu ...! "


Sandy berhenti dan berbalik badan kembali, menunggu pertanyaan dari Rafa.


" Lo kan nanti di sana akan sibuk ?, "


" Tentu saja, di sana kan tidak hanya satu tempat . " Jawab Sandy malas, padahal Rafa tau itu untuk apa di pertanyakan.


" Berarti tidak ada yang menemaniku di sana, sebagai asisten ?. "


" Nanti jadwal bisa gue kirim, dan lo akan di antar jemput ke tempat tujuan !. "


" Tapi gue sendiri ?. "


" Terserah lo, mau lo bawa Rt, RW, juga ga apa apa buat nemenin lo !. " Sandy jengkel dengan bosnya itu, tinggal Mengutarakan saja apa maunya kenapa bertele tele..


" Baiklah, gue bisa bawa Intan, ga perlu RT RW nya juga gue ga kenal .! "

__ADS_1


" Terserah... " Sandy keluar dengan wajah kesal.


Dan kesal nya Sandy hiburan buat Rafa, Sandy adalah sahabat nya paling setia, karena itu ia memperkerjakan Sandy pada perusahaan nya, agar mereka selalu bersama, di samping itu Sandy juga orang yang cerdas dan cepat memahami situasi , Orang yang jujur akan sikap Rafa jika dia salah Sandy langsung menegurnya tak memperdulikan bagaimana reaksi Rafa.


***


Jam 5 sore Rafa sudah pulang, ia lebih dulu ke rumah Intan,


" Nak Rafa sudah pulang ?. " Sapa bu Ida saat Rafa keluar dari dalam mobil.


" Sudah bu !. " Rafa mencium tangan bu Ida


" Ayo masuk dulu. "


" Mamah ada di sini bu ?. "


" Baru saja pulang, katanya papahmu sudah pulang dari luar kota !. "


" Kalau Intan sudah sehat bu ?. "


" Sudah nak . "


Rafa tak langsung menemui Intan , ada yang ingin Ia bicarakan dengan bu Ida.


" Bu ada yang mau saya bicarakan !. "


" Mau bicara apa nak ?. " Bu Ida duduk berhadapan dengan Rafa di meja makan.


" Begini bu, saya berniat ingin melamar Intan untuk menjadi istri saya, Akan saya jaga Intan dengan sepenuh jiwa dan Raga saya , saya meminta izin dan restu dari ibu " Rafa berkata tanpa keraguan


Bu Ida meneteskan air mata mendengar apa yang di ucapkan Rafa padanya. Ini memang kedua kalinya Rafa meminta izin padanya, di situ lah ia bisa melihat keseriusan Rafa.


" Bu..?. "


" Tidak apa apa nak, ibu hanya terharu, Intan beruntung bisa memiliki calon suami seperti kamu nak, kamu lelaki yang bertanggung jawab, dan ibu begitu jelas melihat bagaimana sayang nya kamu sama anak Ibu . " Bu Ida kembali mengusap air matanya.


" Dari kecil Intan sudah tak lagi mendapatkan kasih sayang dari ayah nya, ia kehilangan sosok itu sejak lama, dan mungkin kamu bisa memberikan kasih sayang yang hilang itu . " Bu Ida tersenyum lembut kepada Rafa. Dan Rafa memegang kedua tangan Bu Ida


" Saya janji bu sepenuh hati saya akan membahagiakan Intan dan juga Ibu, Berarti Ibu menyetujui jika saya segera menikah dengan Intan ?. "


" Tidak ada alasan untuk Ibu menolak mu nak, namun jika kamu ingin segera menikahi Intan silahkan usaha sendiri ,.! " Bu Ida tertawa kecil. Hingga membuat Rafa sedikit malu


Dan Rafa pun menjelaskan tentang maksudnya membawa Intan ke Canada untuk perjalanan bisnis, dan sebenarnya Rafa lah bos di mana tempat Intan magang, bu Ida awalnya terkejut tetapi ia bisa memahami situasinya,


" Intinya Ibu mengizinkan nak, tetapi Ibu serahkan semuanya pada Intan, . "


' Baik bu saya mengerti, terimakasih atas restu dan pengertian dari Ibu. "


" Sama-sama nak, dan semoga Intan tidak menolak mu !!. " Bu Ida sedikit bercanda sambil berlalu berjalan ke kamarnya.


" Tidak akan bu, atau saya y cara kuno agar segera di nikahkan !. " Ucap Rafa dalam hatinya.


Rafa membuka pintu kamar Intan secara perlahan,karena takut kalau Intan sedang tidur jadi terbangun , Dan ia justru sedang melihat Intan menonton Drakor favorit nya,


Intan menghadap tembok karena ponselnya ia sandarkan pada tembok membelakangi pintu, hingga ia tak sadar jika Rafa sudah berada di dalam kamarnya tepat nya berada di belakang Intan.


Ada adegan di mana sepasang kekasih sedang berciuman di atas sofa dengan posisi sang wanita tengah berada di bawah sang pria, adegan yang begitu Intim hingga membuat Intan senyum senyum sendiri dan itu tak luput dari perhatian Rafa.


" Mari kita praktekkan . " Bisik Rafa di telinga Intan


'


-


Tbc

__ADS_1


Kakak kakak semua bisa kah beri bintang pada cerita ini, agar cerita nya bisa naik 😍😍. jangan lupa like, komen, dan vote nya kakak " Terimakasih 😘😘


__ADS_2