Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Masih saja cemburu


__ADS_3

Saat rapat Rafa begitu gelisah entah kenapa dia terus memikirkan istrinya yang sedang hamil besar, ia khawatir kalau istrinya itu akan melahirkan tanpa kehadirannya karena jarak yang begitu jauh.


" Baiklah mungkin ada yang ingin di koreksi pak Rafa ?. "


" Bro..!. " Sandy menyenggol Rafa dengan sikut nya.


" Aah,, iya maaf, saya setuju .."


" Baik lah kalau begitu, terimakasih pak Rafa dan pak Sandy. "


Pertemuan pun selesai mereka kembali ke hotel. Biarpun mereka hanya berdua tetapi mereka memilih kamar masing masing.


" Sampai ketemu makan malam. "


" Heemm...! "


Mereka pun masuk ke dalam kamar masing masing.


Baru dua hari saja berjauhan dengan Istrinya Rafa sudah begitu rindu, apa lagi istrinya tengah hamil besar. Rafa melakukan panggilan Vidio dengan Istrinya namun sudah beberapa kali belum juga di angkat, dan itu membuat Rafa cemas yang berlebihan, sehingga ia langsung menghubungi mamah nya, dan jawaban mamahnya membuat nya lega, Mamahnya bilang Intan sedang berada di taman dengan Nadia dan ponselnya tertinggal di kamar.


" Sayang kamu sedang apa ?. "


" Sedang di kamar mas, nemenin Arka bobo ."


" Kamu sudah makan sayang ?. "


" Sudah mas, mas sendiri apa sudah makan ?, "


" Sudah, sayang apa beby kita tidak rewel di dalam karena tidak di elus elus ayah nya ?. "


" Sepertinya beby rewel mas, karena sekarang gerakan nya lebih aktif. "


" Benar kah ?, anak ayah pintar, bagaimana dengan Arka sayang ?. "


" Arka seperti biasa mas, selalu aktif !. "


" Sayang kamu jangan kelelahan ya, !. "


" Tidak mas, ada ibu, mamah dan papah yang selalu menjaga Arka !. "


" Baiklah kamu istirahat yah, jangan tidur terlalu malam,! "


" Iya mas !. "


" Mas kangen pingin buru buru pulang sayang !. "


* baru juga dua hari mas, semangat dong . "


" Jangankan baru dua hari dalam perjalanan saja mas sudah ingin pulang !. " Terdengar lebay memang tapi itu lah Rafa.


" Sayang kalau ada apa apa segera kabari mas yahh, ?. "


" iya mas !. "


" Besok pagi mas telfon lagi, mas mau ngomong sama arka !. "


Panggilan pun berakhir, Rafa masih harus menyelesaikan pekerjaannya.


*


Keesokan nya Di Indonesia


" Asalamualaikum . "


" Waalaikumsalam, Ooh... nak Irfan, ayo masuk, Intan ada di dalam sebentar ibu panggilkan !. "


" Iya bu . "


Bu Ida masuk ke dalam untuk memanggil Intan yang sedang bersantai di depan TV.


" Nak ada Irfan tuh di depan !. "


" Irfan ?, mau apa bu, tumben sekali ?. "

__ADS_1


" Ibu tidak tau, temui saja dulu. !


Intan pun berjalan ke ruang tamu untuk menemui Irfan,


" Fan...! "


" Haii..., bagaimana kabarnya ?. "


" Baik, kamu sendiri bagaimana kabarnya ?, tumben sekali kamu ke sini ada apa . "


" Seperti yang kamu lihat, kabar ku baik, aku hanya ingin menyerahkan ini !, " Irfan memberikan sebuah undangan.


" Oh iya ngomong ngomong penjagaan rumah ini ketat banget yah, Seperti rumah Presiden. "


" Hahaha kamu bisa saja, Ini undangan pernikahan mu ?. "


Irfan mengangguk.


" Kamu akan menikah ? , "


" heem..! "


" Akhirnya, aku turut berbahagia ya fan, setelah sekian lama sibuk memilih akhirnya ada juga yah yang sesuai kriteria kamu !. " Ucap Intan dengan candaan.


" Bukan sibuk memilih, tapi sibuk Move on dari seseorang!. "


" Apapun itu yang terpenting kamu sudah menemukan seseorang yang akan mendampingi hidup mu!. "


Irfan manggut-manggut, ia bersyukur bisa mengenal Intan, wanita yang begitu baik walaupun dirinya pernah hampir merenggut kesuciannya, tapi dengan tulus Intan mau memaafkan dan bahkan masih mau berteman dengan nya. Masa lalu Irfan yang kelam bisa berubah dengan kehadiran Intan walaupun hanya bisa berteman.


" Intan apa aku boleh memeluk mu untuk yang terakhir kali nya ?, "


" Maaf, "


" Aah.. aku yang minta maaf, ! " Irfan merasa malu sendiri


" Bukan begitu, perutku sudah sebesar ini bagaimana bisa kita berpelukan,, hahaaha...! "


" Ya ya kamu benar juga, tapi kamu tetap terlihat cantik.! "


Irfan dan Intan mengobrol penuh dengan canda, layaknya teman lama yang sudah jarang sekali bertemu. Dan Irfan pun sempat mengobrol dengan mamah Elen dan Bu Ida sembari mengundangnya untuk hadir di acara pernikahannya.Arka pun ikut bergabung setelah bangun tidur.


Namun Intan tak menyadari jika di tempat yang jauh di sana suaminya sedang kelimpungan tak karuan ketika mendapat kabar dari anak buahnya yang menjaga di rumah bahwa Intan kedatangan tamu seorang laki laki. Rafa marah kenapa di izinkan masuk tapi penjaga itu menjawab kalau nyonya besar sendiri yang menyuruhnya masuk. Irfan memerintahkan penjaga itu untuk mengirimkan rekaman CCTV-nya di ruang tamu nya, ia ingin tau apa yang mereka lakukan. Yaa.. sifat cemburu Rafa tak berkurang sedikit pun.


Intan yang sedang di ruang tamu tak tau jika ponsel nya berdering terus menerus, ponsel nya ada di dalam kamar ,


Setelah obrolan panjang Irfan pun pamit pulang .


" Aku berharap kedatangan mu di pesta ku nanti ?, "


" Yah,, aku harap baby ini tak launching dulu sebelum acara mu nanti !!, "


" Ku, harap begitu, kalaupun baby ini lahir, aku anggap sebagai kado untuk ku , keponakan baru !!. "


Intan hanya tersenyum tulus.


" Boleh?? . "


Intan hanya menganggukkan kepala.


*


" Aah,,, sial..! " Rafa memukul mukul bantalnya melihat video yang di kirimkan anak buahnya, melihat di mana Intan tertawa tawa bersama Irfan, dan entah kenapa pandangan Irfan masih sama seperti yang dulu, terlihat seperti masih menyimpan rasa menurut Rafa . Dan parahnya lagi penjaga itu mengirimkan vidio di mana Irfan mengelus perut istrinya di depan pintu. Andai saja jarak mereka dekat pasti sudah habis Irfan di buat babak belur oleh Rafa. Sayang nya Rafa tak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.


Rafa bahkan mencoba berkali-kali menghubungi istrinya belum juga di jawab. Lalu menghubungi mamah Elen jawabannya malah membuatnya kesal. Ia menunggu 3 jam kemudian baru istrinya itu mengangkat nya.


" Kenapa baru mengangkat telfon nya sekarang ?. " ucap Rafa langsung ketika Intan mengangkat telfon nya,


" Maaf mas tadi aku.....!. ""


" Sibuk dengan teman mu itu ??. " Rafa langsung memotong ucapan istrinya


" Dari mana mas tau ?, "

__ADS_1


" Mas bahkan tau kalau temanmu itu mengelus perut mu !. " ucap Rafa sedikit ketus.


" Maaf mas ,,! "


" Apa sebegitu bahagia nya kamu sampai tertawa tawa seperti itu ??, "


" Tidak sebahagia jika dengan mas !!, "


" Jangan merayu mas, saat ini mas sedang marah !!. "


" Apa perlu aku tutup telfonnya dan aku akan menghubungi mas saat mas tak lagi marah ?. "


" Awas saja jika kamu berani menutup telfonnya mas akan langsung pulang detik ini juga !!. " ancam Rafa


Intan hanya menghembuskan nafasnya saja, ia tak marah dengan sikap cemburu yang over dari suaminya, karena semakin kesini Intan semakin terbiasa, ia hanya perlu bersabar.


" Maaf kan aku mas !. "


" Mas tak ingin lelaki manapun menyentuh mu, apalagi menyentuh anak kita !!!. "


" iya sayang. " Ucap Intan dengan lembut.


" Sayang ?, akhirnya kamu mengatakan itu sayang !!, " Rasa marah Rafa terhempas begitu saja karena mendengar ucapan sayang dari istrinya.


Intan sengaja tak terlalu sering memanggil suaminya dengan panggilan sayang, karena kata itu dapat di manfaat kan Intan sebagai senjata jika suaminya itu sedang ngambek seperti saat ini.


Panggilan pun berakhir dengan terpaksa karena Rafa harus mendatangi sebuah rapat.


*


" Kapan kita pulang ?. " Tanya Rafa dengan kesal pada Sandy.


" Masih 2 minggu atau lebih tergantung proyek kita !. "


" Apa tidak bisa di percepat ?. "


" Lo kenapa sih bro, kita bahkan baru empat hari di sini !!. "


" Si cecunguk itu berani beraninya mendekati Intan,! "


" Mendekati Intan ?, Siapa ?. " Tanya Sandy dengan sedikit bingung.


" Nih...! " Rafa menyodorkan ponselnya pada Sandy


" Astaga bro,,,,!. " Sandy mengusap wajahnya sedikit kesal setelah melihat vidio yang di maksud Rafa,


" Ini kan biasa saja, dia itu Irfan sahabat Intan !! , "


" Cuih... sahabat, tak ada persahabatan yang murni antara laki laki dan perempuan, "


Sandy ingin membantahnya tapi yang di katakan Rafa itu benar, seperti mereka dulu bertiga bersahabat dengan Diana. tapi Diana diam diam memiliki perasaan dengan Rafa dan dirinya pun memiliki perasaan dengan Diana. Perjalanan cinta yang rumit.


*


" Mah, Bu....!!! " Dari atas Intan memanggil mertua juga ibu nya dengan sedikit berteriak."


Bu ida dan Mamah Elen yang mendengar nya langsung buru buru naik ke atas dengan panik, karena tak biasanya Intan memanggil dengan suara kencang seperti itu .


" Ada apa Nak ? ".


" Ini badan Arka panas sekali mah !. " Ucap Intan dengan sedikit panik.


" Iya ini panas sekali,Ayo da kita bawa ke rumah sakit saja !. "


" Iya mba!. "


Mamah Elen segera menggendong sang cucu. Tetapi langkah nya terhenti ketika melihat Intan meringis di pinggir kasur sambil memegangi perutnya.


" Intan kamu kenapa ?. "


-


-

__ADS_1


Tbc


__ADS_2