
" Rupanya Istri mas ini semakin hari semakin nakal yah!, " Rafa mendekati Intan yang tengah berdiri di samping ranjang sambil bertolak pinggang dengan tatapan tajam.
" Tapi mas suka kan ?, " Intan melipat kedua tangannya sambil menaik turunkan alis nya di tambah dengan senyum yang terlihat menggoda menurut Rafa.
" Kita lihat saja nanti seberapa bisa kamu membuat mas suka dengan kedatangan kamu ke sini !, " Rafa yang sudah berada tepat di hadapan Intan dengan raut wajah yang sayu tak segarang tadi saat pertama bertemu. Sesungguhnya Rafa penasaran dengan kedatangan istrinya yang tiba-tiba itu, tetapi rasa penasarannya tak kalah besar dengan rasa kangennya, terutama kangen urusan ranjang yang sudah dua hari tak mereka lakukan, karena kalau di rumah hampir setiap hari mereka melakukannya hanya berbeda waktunya saja.
Rafa langsung menarik tengkuk istrinya dan melahap bibir mungil yang menjadi candunya.
Intan meremas kemeja suaminya guna menyalurkan rasa yang ia rasakan saat ini, tapi tiba-tiba ia ingin buang air kecil. Hingga ia mendorong perlahan agar ciuman itu terlepas.
Rafa menatap istrinya dengan mata sayu , ia tak terima istrinya itu menyudahi kegiatan favorit nya.
" Mau pipis dulu mas !, " Ucap Intan sambil berlari ke arah kamar mandi.
" hhaaah.,! " Rafa menghempaskan tubuhnya ke atas kasur, sembari membuang nafasnya kasar...
" Mass.,.! " Intan membuka sedikit pintu kamar mandi dan memanggil suaminya.
" Heemm...! "
" Tolong ambilkan tas aku dong !, "
Rafa beranjak dari tidurnya dan mengambil tas yang Intan bawa tadi . Berjalan ke arah kamar mandi.
" Sini mas !, " Intan menyodorkan tangannya
" Apa yang kamu mau ambil di tas ini ?, "
" Celana pendek, ! "
" Lebih baik tidak usah pakai, toh nanti juga di lepas lagi !, " Rafa menaik turunkan alisnya.
" Sini deh mas tas aku !, " Intan tak menanggapi ucapan konyol suaminya,
" Sudah kamu keluar saja sayang!!. "
" Mas Rafaaa....! "
" Iya sayang...!, " Rafa semakin ingin menggoda istrinya itu.
" Ya sudah kalau gitu, buat apa mas Rafa pakai baju toh nanti juga di lepas !!, " Intan balas ucapan Rafa..
" Oke,,, dengan senang hati !, " Rafa melepas satu persatu kancing kemejanya.
" Bodoh nya aku !, " Kini Intan merutuki kebodohannya....
" Sudah sayang...! "
Glek.., Intan menelan ludahnya sendiri melihat pemandangan absurd di hadapannya.
" Mas Rafa benar benar gila , " Ucap Intan dalam hati.
" Ayooo....! "
" Aakkhh.,.! " Rafa menarik tangan Intan . mengarahkannya ke ranjang..
Dan terjadilah olahraga ranjang di sore hari,, Rafa tak ada puasnya seperti sudah lama tak bertemu mainan kesukaan nya padahal baru saja dua hari ia libur melakukan itu. Hingga membuat tubuh Intan lemah seperti remuk tulang tulang nya, bertolak belakang dengan Rafa yang menjadi lebih segar karena sudah mendapatkan vitamin nya.
Rafa mengecup kening istrinya yang tertidur pulas, setelah bangun tidur baru nanti ia tanyakan kenapa istrinya itu bisa berada di sini , Rafa memilih untuk mandi dan melanjutkan pekerjaannya,
Rafa berkutat pada laptop nya,ia melihat persiapan yang sudah di kerjakan sekertaris nya itu.
__ADS_1
Rafa manggut manggut melihat apa yang di persiapkan sekertaris nya untuk miting besok. Perfect, kerjanya bagus ini sangat mempermudah pekerjaan Rafa yah hampir sebanding dengan Sandy , namun masih sedikit kalah cerdas soal perencanaan di banding Sandy, Tapi orang seperti Sandy dan Nola biasanya menjadi incaran para perusahaan.
" Mas....!, " Intan merentangkan kedua tangan nya serta menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. karena tubuhnya masih terasa pegal sehabis di kerjai suaminya yang tak pernah puas itu.
" Iya sayang, kamu sudah bangun ?, " Rafa berjalan mendekati istrinya.
" Heemm,,,!, " Jam berapa ini ?. "
" Jam tujuh !, "
" Jam tujuh,! " Ulang Intan dengan terkejut, berarti ia tertidur hampir tiga jam
" Kamu mandi saja dulu , setelah itu mas pesan kan makan malam....! "
" Baiklah !, " Intan menggulung tubuhnya dengan selimut, tak lupa membawa ranselnya yang sudah membuat dirinya di terkam suaminya habis habisan itu.
dua puluh menit Intan berada di kamar mandi dan kini tengah mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.
" Sayang, ayo makan dulu. "
Intan duduk di sebelah Rafa, ia mengambil beberapa lauk, dia memang sangat lapar sekali.
Rafa hanya senyum senyuman saja tanpa merasa bersalah melihat istrinya itu makan dengan begitu lahap.
" Sayang, kenapa kamu bisa tiba-tiba ada di sini ?, " Rafa bertanya dengan serius.
" aaahh,,, itu,,, karena...! " Intan bingung harus mencari alasannya. Tidak mungkin ia berkata jujur untuk saat ini.
" Karena apa ?, "
" Karena.... " tiba-tiba saja terdengar suara ketukan
Hingga membuat Rafa berdiri dan berjalan kearah pintu.
" Ada Klien kita di loby pak, . "
Rafa melihat jam di pergelangan tangannya masih pukul delapan,
" Baik lah tunggu sebentar !, "
Rafa masuk ke dalam kembali menemui Istrinya.
" Sayang, mas keluar dulu yah sebentar, ada klien menunggu di loby
" Dengan siapa ?. "
" Dengan Nola . "
" Jadi yang mengetuk pintu tadi itu Nola ?, "
" Iya, " Jawab Rafa sambil membawa laptop serta berkas yang ada di meja.
" Boleh aku ikut ?, "
Rafa menghentikan langkah nya, dan berbalik badan menghadap Intan
" Tidak, kamu istirahat saja di kamar !, "
" Tapi mas ... "
" Diam di kamar, mas tidak akan lama !, " jawab Rafa sambil menutup pintu.
__ADS_1
Intan terdiam, dia sedikit kecewa tapi ia langsung menghilangkan rasa kecewa itu,
Rafa dan Nola sedang membicarakan hal serius, sehingga mereka lupa waktu.
Sedangkan Intan gelisah menunggu kedatangan suaminya, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, dan Intan belum mengantuk karena sore tadi ia tidur terlalu lama.
" kok mas Rafa lama yah , Di telfon juga kok ga di angkat angkat ??, " Intan khawatir terjadi sesuatu pada suaminya.
Akhirnya Intan memberanikan diri untuk keluar dari kamar hotel. berjalan menyusuri lorong yang terlihat sepi hanya satu atau dua orang saja yang kebetulan lewat,
Saat sampai di loby masih terlihat beberapa orang dan juga beberapa pegawai hotel .
" Maaf mbak ada yang bisa di bantu ?, " Pegawai hotel menyapa Intan yang sedari tadi terlihat bingung, hanya berdiri sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah.
" Ah,, iya mas, saya mau tanya tadi suami saya bilang kalau ada rapat dengan kliennya di loby, tapi kok enggak ada yah ?, "
Pegawai hotel itu diam sejenak sambil mengingat.
" Apa yang mbak maksud satu orang lelaki dan perempuan , dengan tamu nya dua orang perempuan dan satu laki laki ?. "
" Saya tidak tau siapa tamu nya, tetapi suami saya dengan sekertaris perempuannya !, "
" Sepertinya keluar sekitar satu jam yang lalu mbak !!!. "
" Baiklah, boleh saya tunggu di sini ?, "
" Silahkan, panggil saja kami jika membutuhkan sesuatu !, "
Intan mengangguk sambil tersenyum kecil.
Intan duduk dengan gelisah. berkali kali mencoba menghubungi suaminya namun belum juga di jawab, bahkan beberapa pesan pun belum terbaca. Sudah jam 1 malam Intan masih menunggu, ia sudah menghabiskan satu botol air mineral,
Intan terkejut saat melihat suaminya di papah oleh Nola, Rafa terlihat mabuk, tangan Rafa bertengger di leher Nola sedangkan Nola memeluk pinggang Rafa agar tak terjatuh, Mereka begitu dekat dan begitu Intim, hingga membuat Intan mendekat dengan penuh amarah, yah walaupun Rafa dalam keadaan mabuk tetap saja itu tidak bisa di Terima Intan.
" Apa yang terjadi padanya ?, " Sentak Intan pada Nola, sembari mengambil Rafa agar berpegangan padanya.
" Iiibu...!, " Nola sedikit terkejut dengan kedatangan Istri bos nya itu yang secara tiba-tiba, karena memang dia tidak mengetahui tentang kedatangan istri bos nya itu.
Intan memanggil dua pria petugas hotel untuk membantunya membawa Rafa. badannya yang mungil tak akan sanggup untuk memapah Rafa.
" Katakan pada ku apa yang terjadi ?, " tanya Intan saat berada di depan kamar, sedangkan Rafa berada di ranjang.
" Tadi kami membicarakan soal bisnis dengan klien bu,,,! "
" Kenapa bisa seperti ini ?, bukankah kalian berada di loby tadi ?, "
" Tadi kami memang di loby, tapi salah satu klien kami berulang tahun, karena besok sudah harus kembali ke Negara nya jadi dia meminta kami ikut untuk merayakannya. " Nola memang berkata jujur kali ini,
" Kamu tidak becus sebagai sekretaris, seharusnya kamu bisa mengatasi ini agar tidak terjadi !!!, "
" Maaf Bu !!, "
Intan meninggalkan Nola yang masih berdiri di depan pintu kamar nya, lalu menutup pintu.
" Huuffff...mengganggu saja !!, " Batin Nola.
" Kenapa bisa seperti ini sih mas ?, " Untuk pertama kali nya Intan melihat suaminya ini mabuk, Intan melepaskan sepatu juga kancing kemeja . Namun tangan Intan terhenti saat melihat noda merah pada kerah baju suaminya. Dia perempuan jadi tau apa itu .
-
Tbc
__ADS_1
vote nya boleh dong di kasih buat Intan dan Rafa ☺☺