Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Rafa yang licik


__ADS_3

Intan dengan segera berpaling berharap kedua orang itu tak mengenalinya. Dengan perlahan ia pergi ke dapur.


" Heeyy, , kok malah ke sini, itu ada pelanggan cepat sana !. " Ucap salah satu teman kerja Intan


" Yang lain aja ya ka, aku kebelet pipis .. " Intan cengengesan


" Seeeh... anak baru lagu nya . "


" Maaf ka , aku kebelet banget ini loh. " Intan langsung berlari kecil menuju toilet. Dan tentu saja itu hanya alasan Intan saja.


" Kok Irfan bisa bareng sama dia yah ? , apa mereka saudara ? , atau mereka....., aaah tapi tidak mungkin keliatannya wanita itu jauh lebih tua di banding Irfan, eeeeh... tapi kenapa juga aku jadi mikirin dia. " Intan berbicara sendiri di depan cermin toilet,


setelah menarik nafas panjang Intan pun keluar dari toilet. Intan masih melihat Irfan dan perempuan itu sedang makan.


" Tapi kok kayanya tuh perempuan genit banget ya sama Irfan. " Intan bergidig ngeri


" Hey,, anak baru, nih bawa minuman ke meja no 4 . "


" Iiiya ka . "


Intan memegang nampan yang berisi dua gelas jus jeruk,


" Ya ampun, ngapain juga aku ngumpet, kalau ujung ujungnya aku juga yang mengantarkan minuman. " Intan melihat kalau meja no 4 adalah meja yang di duduki oleh Irfan


" Huufff... santai Intan, santai . " Intan menyemangati dirinya sendiri, sebenarnya Intan tak ada masalah dengan Irfan, hanya saja ia tidak suka dengan wanita itu yang sudah beberapa kali menghinanya.


" Permisi ka, ini minumnya . " Secara perlahan Intan menaruh minuman itu


Irfan yang merasa tidak asing pun menengok ke arah suara. " Intan ?. " Irfan terkejut bisa bertemu dengan Intan di sini, apalagi posisi nya ia sedang bersama Lucy


Intan yang di panggil pun hanya memberikan senyum terbaiknya


" Intan kenapa ada di sini ?. " Sambung Rafa lagi


" Woow... wooww... kejutan sekali ya bisa bertemu dengan pedagang asongan yang sekarang naik pangkat menjadi pelayan, ya walaupun sama sama rendah nya , ooh iya satu lagi lupa profesi mu juga sebagai jal**g kecil kan? , yang merebut Rafa, apa dia sudah bosan pada mu ??" Lucy berkata dengan nada mengejek sambil bertepuk tangan kecil


" Diam kamu Lucy !!! ." Irfan membentak Lucy ia begitu marah dengan apa yang di ucapkan Lucy pada Intan, tak ada yang boleh menghina Intan siapa pun itu.


" Lucy sempat terkejut dengan bentakkan dari Irfan, namun ia tak bisa melawan.


" Silahkan di nikmati, tuan dan nyonya. " Intan tak menanggapi hinaan dari Lucy,ia tau posisi nya kini sedang bekerja, bahkan ini adalah hari pertamanya, ia tak ingin membuat masalah jadi lebih memilih menulikan telinganya, ya walaupun sesungguhnya ia sakit hati dengan perkataan Lucy yang berkata bahwa dirinya adalah jal**g kecil.


" Intan!!. " Irfan memanggil Intan yang sudah berlalu pergi


Irfan bangun dari duduknya namun di tahan oleh Lucy " Beb, ayo kita lanjutkan makannya . "

__ADS_1


" Kau saja, setelah itu pulang lah sendiri . " Irfan menatap tajam Lucy,, hingga tangan Lucy lepas dengan sendirinya. Irfan berjalan menuju di mana Intan berada


" Iiiiissss,,, kenapa sih dia perduli pada pedagang asongan itu . " Lucy menghentak kan kakinya lalu pergi keluar tak melanjutkan makannya


" Intan tunggu . " Irfan mengejar Intan yang hendak berjalan ke arah dapur.


" Lepas Fan, gue lagi kerja ga enak sama yang lain . " Intan melihat ke sekeliling takut ada yang melihatnya.


" Ok, bisa kita bicara sebentar ?. "


" Sory Fan, kayanya ga bisa deh, Lain kali aja ya. "


" Tapi gue mau ngejelasin soal tadi. "


" Ga perlu Fan, itu bukan sesuatu yang harus lo jelasin. "


" Lucy itu sepupu gue . " Rafa berbohong tentang Lucy


" Iya udah, gue udah maafin sepupu lo kok . "


" Apa hubungan lo sama Rafa ?. "


" Sory Fan gue harus balik kerja lagi . " Intan meninggalkan Irfan yang masih terdiam di tempatnya, menurutnya ia tak perlu menjelaskan apapun pada Irfan tentang Rafa.


Irfan menatap Intan dari belakang dengan perasaan tak karuan, ia terpengaruh dengan omongan Lucy barusan yang bilang kalau Intan merebut Rafa dan menjadi jal**g kecil,


***


" Kenapa sudah jam segini dia belum pulang ?. " Rafa melihat jam yang menunjukkan sudah pukul 7 malam. Bu Ida memang sudah bilang padanya kalau Intan sudah minta izin pulang telat, Jadi mungkin Bu Ida tak khawatir lagi,namun ini sudah cukup lama menurut Rafa


Rafa beberapa kali menelponnya namun Intan belum juga menjawabnya. " Kamu benar benar yah Intaaan. " Rafa begitu geram nya sampai menggenggam ponselnya begitu erat.


Setengah 8 malam Intan baru saja sampai di rumah.


" Asalamualaikum . " Intan memberi salam dengan nada yang terdengar lelah


" Waalaikumsalam. " Jawab Bu Ida dan Rafa berbarengan.


Intan tak tau kalau ada Rafa di dalam rumahnya, sebab ia tak melihat ada mobil yang terparkir di depan.


Intan pun mendekati ibunya mencium tangan nya dan bergantian dengan mencium tangan Rafa.


" Intan kamu bersih bersih dulu, setelah itu kita makan bareng, kasihan Mas mu sudah menunggu dari tadi, di suruh makan duluan tidak mau."Ucap Bu Ida


" Maaf mas ,mas jadi nahan lapar , kalau begitu aku ke kamar dulu ya . "

__ADS_1


Dan Rafa hanya mengangguk, Ia tak mungkin langsung protes pada Intan karena di sebelahnya ada Bu Ida.


Setelah selesai bersih bersih diri Intan pun duduk di meja makan yang sudah ada Rafa dan Ibunya,


" Kamu kok kelihatannya lelah sekali Tan ?. " Bu Ida memperhatikan raut wajah lelah anak gadisnya


" Iya Bu jalanan macet banget, hampir satu jam lebih di perjalanan . "


" Ya sudah ayo makan dulu, setelah itu kamu istirahat saja . "


Mereka pun mulai makan, Rafa terus saja memandangi Intan, namun masih belum ada suara yang keluar dari mulutnya.


" Nak Rafa ayo nambah lagi makannya, Intan saja sudah nambah itu loh. "


" Cukup Bu, sudah kenyang. "


Rafa melihat Intan makan dengan begitu lahap seolah-olah seharian belum makan.


Kini mereka telah menyelesaikan makan malam, tetapi masih belum ada yang beranjak dari duduk nya


" Oh iya Bu, saya mau membantu Intan mengerjakan tugas ya di rumah saya ? ,soalnya laptopnya lupa saya bawa," Tiba tiba saja Rafa berkata seperti itu, padahal Intan tak bilang apapun padanya


Dan Intan pun refleks menengok ke arah Rafa dengan raut wajah kebingungan .


" Licik sekali dia. " Gumam Intan dalam hati ada sedikit rasa kesal


" Loh, memangnya nak Rafa tidak lelah?. "


" Tidak kok Bu, kan ngerjainnya santai, kalau Intan lelah bisa istirahat saja di sana biar saya yang mengerjakan yang terpenting Intan memperhatikan . " Rafa menatap Intan dengan tatapan yang sulit di artikan


" Ya sudah tidak apa apa kalau begitu, tuh Intan mas mu sudah begitu baik, kamu harus nurut kalau di bilangin ! . "


" Iya Bu, " Rasanya Intan Ingin membantah ucapan Rafa yang berbohong pada Ibunya, namun ia tidak bisa melakukan itu


" Sudah sana loh Tan kamu ambil buku buku tugasnya, biar tidak kemalaman ngerjainnya, kasihan mas mu besok sudah harus kerja pagi pagi . "


" Iya Bu, " Intan berjalan dengan gontai menuju kamarnya, padahal ia sudah sangat lelah sekali dan sungguh Bandan nya ini ingin segera beristirahat. Sampai kamar Intan bingung apa sebenarnya yang harus ia bawa, sudah pasti Rafa hanya ingin menginterogasi nya saja.


" Ya Tuhan selamatkan aku . " Intan merebahkan dirinya sejenak di kasur dengan kedua kaki menjuntai ke bawah.


" Mau segera bangun atau kita bicarakan di sini ?. " Suara berat nan tegas berasal dari pintu kamar yang terbuka .


-


-

__ADS_1


tbc


Terimakasih buat kaka kaka yang sudah like, love dan komen nya, LOVE YOU FULL😘😘😘


__ADS_2