
" Lo kenapa ?, "
" Ga apa apa !, "
" Iiiissss.... lo lagi ada masalah sama Diana ?,"
Sandy tak menjawab, ia justru memalingkan wajahnya menatap jauh seperti menerawang , fikiran yang berkecamuk sulit membuatnya merangkai kata mana yang tepat untuk mengungkapkan masalahnya.
Rafa pun hanya diam memperhatikan, ia tau sahabatnya itu sedang ada masalah, dan sudah lama terjadi namun saat ia tanya jawabannya selalu tidak ada apa apa , Dan untuk kali ini ia sudah tidak tahan lagi, sehingga sengaja mengajaknya bertemu di sebuah Restoran. Kini mereka tengah berada di rooftop dengan suasana malam yang sejuk.
" Gue ga tau apa benar orang tuanya ga setuju atau dia yang memang ga mencintai gue , !, dan selalu mengulur ulur waktu," .Sandy diam kembali sembari menarik nafas dan membuang nya kasar. Diana selalu melarangnya untuk menemui orang tuanya, dengan banyak alasan, padahal Sandy ingin serius menikahinya. Pernah suatu hari Diana mengizinkan dirinya untuk bertemu dengan orang tuanya, namun satu jam kemudian ia meralat ucapannya. Ia bingung sebenarnya apa yang terjadi dengan kekasih nya itu.
" Yah,,, dulu gue sendiri yang bilang, gue ga perduli dia mencintai gue atau engga yang penting dia mau ngejalani hubungan ini sama gue, karena seiring berjalannya waktu cintanya itu pasti datang, tapi saat menunggu datangnya cinta ternyata sakit, awalnya gue merasa dia sudah mencintai gue kita berdua bahagia, tapi akhir akhir ini dia berubah !!!, " Lanjut Sandy sambil menatap langit.
Rafa mendengarkan tanpa berniat menyela sahabatnya itu.
" Dia berubah,, yah,,,, dia berubah tak seperti dulu lagi !!!, " Sandy menunduk
" Dan lo mau menyerah ...? " Tanya Rafa
" Entah lah,, bertahan sakit, tapi untuk menyerah..., Gue belum berada di titik untuk menyerah, gue masih ingin tau kenapa dia bisa berubah....! " Ucap Sandy .
" Lanjutkan apa yang menurut hati lo baik, apa pun masalah yang lo hadapi, ingat lo masih punya gue,,,!, " Rafa menepuk pundak sang sahabat lalu beranjak pergi meninggalkan Sandy seorang diri,
" Gue akan tetap berusaha. biarpun sakit !, " Sandy menatap langit malam yang Indah. Sandy begitu mencintai Diana, walaupun akhir akhir ini sifat Diana berubah, namun tak sedikitpun terbersit di kepalanya untuk meninggalkan Diana.
***
" Mas, bagaimana keadaan Kak Sandy tadi ?, " Intan langsung bertanya dengan suaminya yang baru saja masuk ke dalam kamar .
" Baik baik saja !, " Jawab Rafa sambil melepaskan kemejanya.
" Aku khawatir dengan kak Sandy !, " Intan membantu melepaskan kemeja itu.
Namun tiba-tiba Rafa memegang kedua tangan Istri nya dan menatap dengan tajam.
" Kenapa ?, " Intan bertanya dengan sedikit bingung dengan reaksi suaminya itu.
" Lelaki yang boleh kamu khawatirkan hanya mas dan Arka, kamu tak boleh menghawatirkan lelaki manapun termasuk Sandy !!!, " Ucap Rafa dengan wajah datar
Intan menatap malas suaminya. sembari membawa baju kotor yang baru saja di lepas dan menaruhnya ke dalam keranjang baju.
" Masih saja cemburu !, " Gerutu Intan yang masih bisa di dengar oleh Rafa
" Tentu saja sayang, mas akan selalu cemburu!, " Ucap Rafa sambil memeluk Intan dari belakang.
" Tapi kak Sandy kan sudah aku anggap seperti kakak ku sendiri mas !, "
" Tapi mas juga dulu kamu anggap seperti kakak, lalu apa sekarang ?, "
" Sekarang kakak nya menikahi adik angkat ,!" ketus Intan.
" Hahaha... . " Rafa tertawa gemas
" Sayang lusa mas akan keluar kota ?, "
" Berapa lama ?, " Intan membalikkan tubuhnya hingga berhadapan dengan suaminya.
" Tiga hari ,! " Ucap Rafa dengan tidak bersemangat
__ADS_1
" Apa mas pergi dengan Nola ?. "
" Iya . "
" Apa kak Sandy tidak ikut ?. "
" Tidak, dia stay di kantor, ada hal yang harus dia kerjakan !, "
" Ooh, oke !, " Intan melepaskan tangan suaminya yang bertengger di pinggangnya
" Tunggu sayang, apa kamu mengizinkan ?, "
" Apa Izin ku penting ?, "
" Tentu saja ,! "
" Kalau begitu jangan pergi !, "
" Tapi sayang, proyek ini sangat penting buat perusahaan.! "
" Haaaahhh... mas jika itu menyangkut perusahaan lakukan saja mas, aku mendukung seratus persen, tanpa mas meminta Izin ku aku sudah mengizinkan, karena ini untuk masa depan kita, ! "
" Istriku memang luar biasa, muach !, "
" Tapi awas saja kalau mas macam macam dengan si pemilik gunung merapi itu,,, aku ga akan tinggal diam !, "
" Gunung merapi ?, "
" Yah , Sekertaris mas yang baru itu !, "
" Ya Ampun sayang, mas janji ga akan macam macam, dia kan hanya sekertaris mas !, "
" Beda sayang, mas kan dulu memang sudah mencintai kamu, dan mas selalu bernafsu jika dekat dengan mu !, " Bisik Rafa di telinga Intan.
Yang membuat tubuh Intan merinding mendengarnya.
***
Hari Sabtu minggu ini Rafa menghabiskan waktunya untuk Istri dan anak nya, mulai jalan jalan ke Mall, ke taman , dan di hari minggu ini ia menghabiskan waktu nya untuk bermain dengan Arka. Intan sedang memasak untuk makan siang , kini Rafa dan Intan berada di rumah mereka,
" Sayang kamu masak apa , aromanya harum sekali jadi lapar ?, " Rafa memeluk Intan dari belakang
" Sebentar lagi yah mas, sup nya matang !, "
" Tapi mas mau makan yang ini dulu boleh ??," Rafa memegang bagian depan Intan yang menjadi favorit nya.
" Mas, aku lagi masak loh !, " Intan mencoba menahan sesuatu.
" Sebentar saja sayang mumpung Arka sedang tidur !, "
" Tapi mas,,,, aaakkhhh....! " Rafa sudah membopong tubuh istrinya.
***
Hari ini Rafa berangkat keluar kota, Dan mereka sudah berada di rumah mamah Elen dan Bu Ida sementara ada di rumahnya.
" Mah, Rafa titip Intan sama Arka yah !, "
" Iya, kamu tidak usah khawatir!, "
__ADS_1
" Nak, ayah berangkat yah, baik baik di rumah!," Rafa mencium kening lalu mengelus anak lelakinya
" Sayang mas berangkat yah !, "
" Iya mas hati hati di jalan yah !, "
Rafa mencium kening Istrinya lalu masuk ke dalam mobil.
Rafa memilih berangkat masing masing dengan sekertaris nya, dan mereka akan bertemu di hotel di mana mereka akan menginap nantinya.
" Mana berkasnya ?, "
" Ini pak!, " Nola menyerahkan berkas yang di butuhkan sang atasannya. Mereka kini sudah ada di lobby hotel.
Rafa mempelajari selembar demi selembar berkas itu, wajahnya hanya datar saja bahkan terkesan dingin.
" Jam berapa pertemuannya ?, "
" Jam satu siang Pak, selepas makan siang !,"
" Baik lah, nanti kita bertemu di sini !, " Rafa melihat jam tangan nya masih ada waktu dua jam lagi, ia ingin segera ke kamar, bukannya karena lelah ia hanya ingin segera melakukan panggilan vidio dengan anak dan istrinya. walaupun baru dua jam yang lalu berpisah.
" Ini kunci kamar nya pak !, " Nola menyerah kan kunci itu.
" Hemm.. " Rafa langsung pergi setelah menerima kunci
" Dingin dingin,,, menggoda !, " Ucap Nola dalam hati, ia pun berjalan mengikuti langkah sang bos, namun tidak ada rencana untuk mensejajarkan langkah nya. Ia masih harus berhati hati
Namun tiba tiba saja langkah Rafa terhenti
Hingga membuat Nola yang sedang melamun menabrak Rafa dari belakang, hingga gunung merapi itu menyentuh punggung Rafa.
" Maaf Pak saya tidak sengaja!, "
" Kenapa kamu mengikuti saya ?, " Rafa melirik sekertaris nya.
" maaf Pak, kamar kita bersebelahan !, " Ucap Nola sedikit takut
" Bukankah saya sudah bilang, pesan kamar yang berjauhan ?, "
" Maaf Pak hanya itu yang tersisa, yang lainnya sudah full.! "
Rafa tak berkata apa apa lagi, ia langsung membuka pintu kamar nya.
Sedangkan Nola masih diam di tempat, mencoba merasakan benturan yang mampu menggetarkan jantung nya.
" Mengapa jantung ku bisa berdetak lebih cepat jika dekat dengan.....! " Nola menatap pintu yang tengah tertutup itu .
***
"Kak, jangan macam macam, dia milik ku !, "
" Milik mu !?, " Nola tertawa sinis
" Jangan lupakan perjanjian kita kak !!, " ucap perempuan di sebrang sana dengan nada suara kesal
" Hahaha.. perjanjian ?, aku bahkan lupa !, " Nola langsung menutup ponsel nya. tak ingin di ganggu dengan sepupu gila nya itu.
-
__ADS_1
Tbc