Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Rafa yang marah


__ADS_3

Sampai jam kerja nya berakhir Intan belum juga mau berbicara pada Rafa. Hanya sebatas membahas pekerjaan saja Intan mau berbicara.


Rafa sendiri sudah putus asa dengan diam nya Intan. " Apa saya keterlaluan yah, sampai sampai dia semarah itu ?. " Batin Rafa


" Maaf Pak, jam kerja saya sudah selesai bahkan lewat setengah jam!. "


" Hufff... " sengaja Rafa menahan Intan untuk tidak pulang lebih dulu karena ia mendengar bahwa Intan akan pergi ke salah satu tempat yang ia tidak tau sepulang kerja nanti.


" Maaf Pak, bisakah saya pulang sekarang ?. " Intan akui dia terlalu berani untuk minta pulang lebih dulu padahal sang bosnya pun belum pulang. Namun ia tau Rafa hanya mengulur waktu karena sejak tadi pun Intan hanya melihat Rafa diam saja sambil memegangi ponselnya. Dan bahkan Sandy sudah pulang 10 menit yang lalu.


" Sayang mas antar yah ?. " Rafa beranjak dari duduknya berjalan ke arah Intan. Ia berdiri di belakang Intan sambil memeluk kekasihnya yang sedang ngambek itu dari belakang dan mencium pucuk kepala gadis itu.


" Tahan Intan, .. " Ucap Intan dalam hati, ia tak mau luluh dengan kelembutan Rafa


" Maaf sayang !. " Rafa memegang kedua bahu Intan dan menaruh dagu nya di pucuk kepala Intan.


" Baik lah pak, sepertinya memang sudah tidak ada lagi yang perlu saya kerjakan, " Intan membereskan mejanya, dan berdiri hingga membuat Rafa terpaksa mundur.


" Intan ... " Rafa memanggil Intan dengan tatapan sendu nya.


Intan harus buru buru keluar dari ruangan itu sebelum Rafa berhasil meluluhkan hatinya.


" Huff.... " Intan menghembuskan nafasnya setelah keluar dari ruangan Rafa. Ia akan memanfaatkan momen ini untuk datang ke acara pembukaan cafe milik Irfan, sebenarnya acara akan di mulai pukul delapan, jadi ia masih ada waktu untuk pulang ke rumah dan bersiap siap. Ia ingin bersenang senang hari ini ,Melupakan sejenak masalah kecil nya dengan Rafa.


***


Rafa masih berdiam diri di ruangannya, entah kenapa ia tak bersemangat untuk pulang karena moodbooster nya sedang marah padanya.


Hampir jam 7 malam ia pulang ke rumah, Namun saat di jalan Ia berpapasan dengan ojek online yang sedang membawa moodbooster nya , Intan tak terlalu memperhatikan mobil yang baru saja melewatinya, karena fokus Intan hanya pada ponselnya.


kali ini Intan menggunakan celana levis panjang warna navy dengan di padukan tanktop hitam di tutup dengan cardigan, Sederhana tapi dapat mampu menghipnotis lawan jenisnya, Karena wajahnya yang memang sudah begitu cantik nan ayu.


Rafa langsung memutar arah kendaraannya mengikuti Intan . Iya geram sekali Intan terlihat begitu modis dan cantik, ia tak rela miliknya di nikmati banyak orang, andai dia punya kemampuan untuk mengurung Intan sudah pasti ia akan lakukan sekarang juga, Namun Intan juga seperti gadis remaja pada umumnya yang ingin bergaul dengan banyak orang, dan Rafa hanya bisa mengawasi saja.


" Kalau kamu sudah menjadi Istri mas, mas akan mengurung mu Intan !!!!. " Rafa menggenggam stir nya kuat kuat.


Keadaan tak berpihak pada Rafa karena jalanan yang begitu macet hingga membuat Rafa kehilangan jejak Intan,


" Sial....!! " Rafa memukul stir nya


Rafa menepikan kendaraannya, mengambil ponselnya mencoba menghubungi Intan, namun sudah berkali kali Rafa mencoba belum juga di angkat oleh Intan.


Intan memang sengaja Mensailent ponselnya, ia tau Rafa pasti akan terus mengganggunya, ia ingin malam ini bersenang senang dengan teman temannya yang sudah jarang sekali ia lakukan.


Sampailah Intan di sebuah cafe yang sudah ramai para pemuda dan pemudi, sebenarnya Intan tak terlalu suka acara yang begitu ramai, tapi apa salahnya di coba.


" Intan..... " Irfan melambaikan tangan nya ke arah Intan.


Intan pun membalas dengan senyuman dan berjalan ke arah Irfan.

__ADS_1


" Apa gue terlambat ?. "


" Enggak kok bahkan acaranya belum di mulai, mungkin sebentar lagi . " Irfan melihat jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangannya


" Ayo masuk !. " Intan dan Irfan berjalan beriringan masuk ke dalam cafe,


" Weeiss bro bening banget nih cewe, boleh dong kenalin ?. " Salah satu teman Irfan mengedipkan matanya pada Intan, juga beberapa laki laki yang kini memperhatikan Intan, membuat Intan merasa Risih.


" Kenalin nama nya Intan, dia temen gue !. " Irfan mengenalkan Intan , dan lelaki itu mengulurkan tangannya ingin menjabat tangan Intan, Dengan sedikit ragu Intan membalas uluran tangan Itu .


" Intan ;."


" Jonathan . " Jawab lelaki itu yang nampak begitu genit mengedipkan matanya pada Intan.


Jonathan masih enggan melepaskan genggaman tangan gadis cantik ini, ia sungguh tertarik dengan Intan.


Intan memandang Irfan guna meminta pertolongan untuk melepaskan tangan lelaki itu dengan isyarat matanya.


" Maaf bro, bisa tolong lepasin tangan lo !. " Irfan menatap tak suka Jonathan.


" Weeits sorry bro," Jonathan pun melepaskan tangan lembut Intan.


Irfan membawa Intan menjauhi gerombolan teman temannya yang terlihat seperti begitu tertarik pada Intan.


" Bro kalau dia cuma teman lo, boleh dong gue deketin Dia ?. " Jonathan berbisik sebelum Irfan menjauh.


" Jangan ganggu dia !!. " Irfan menatap tajam Jonathan.


" Maaf yah tan, kalau lo jadi ga nyaman !. " Irfan menjadi tidak enak.


" Ga apa apa Fan!, lagi pula gue gak apa apa kok !. "


Acara pun di mulai, di awali dengan sambutan juga pengenalan Irfan sebagai pemilik cafe, dan apa saja aneka menu yang di jual di cafe itu dan di akhiri dengan makan dan minum bersama.


Irfan tak pernah jauh dari Intan, ia tak ingin Intan di dekati dengan teman temanya tadi.


" Fan kayanya gue harus pulang deh , Sudah malam soalnya ?. " Intan melihat sudah pukul 10 malam,


" Gue antar yah ?. "


" Ga usah gue naik taxi aja!. "


" Ga baik perempuan pulang sendirian malem malem !. "


" Ga apa apa kok, lagi pula lo kan masih banyak tamu, masa mau lo tinggalin begitu aja !. "


Irfan mengangguk , membenarkan ucapan Intan.


" Kalau begitu lo ga bisa nolak kalau supir gue yang nganterin yah !!. "

__ADS_1


Intan mengangguk setuju, ia pun sebenarnya khawatir pulang sendirian. jadi apa salahnya menerima tawaran dari Irfan.


Irfan menghubungi sang supir untuk membawa mobil ke depan cafe. Saat mobil Irfan sudah ada di depan mereka Irfan membukakan pintu penumpang pada Intan, Ia membungkukkan tubuhnya tepat di hadapan Intan yang sudah masuk kedalam dan mengucapkan kata hati hati di jalan.


Irfan melambaikan tangan nya dan di balas oleh Intan.


" Hanya seperti ini pun sudah bisa membuat gue bahagia Intan!!. " Irfan berkata pelan sambil memegang dada nya.


***


Lebih dari setengah jam perjalanan akhirnya Intan sampai di depan rumahnya. Tak lupa ia mengucapkan kata terimakasih pada sang supir.


Intan sedikit takut ketika melihat mobil hitam Rafa terparkir di pekarangan rumahnya.


Ia mencoba biasa saja saat melihat Rafa sudah bertolak pinggang di depan pintu rumahnya. Seperti seorang ayah yang hendak memarahi anak gadisnya tang pulang malam.


" Untuk apa kamu menemuinya ? , dan sejak kapan kamu berhubungan dengan Dia ?. " Rafa langsung mengajukan pertanyaan saat Intan tepat di hadapannya


Intan menautkan kedua alisnya mencoba menebak siapa yang Rafa maksud !.


" Katakan INTANN !!. " Rafa menekankan kata katanya


" Aku lelah mas !!. " Intan hendak berjalan masuk melewati Rafa, namun tangan Rafa lebih dulu menghentikan langkah Intan.


" Tidak sebelum kamu menjelaskan !!. " Dengan tatapan penuh selidik.


" Penjelasan seperti apa yang mas Rafa butuhkan ?. " Intan terlihat menantang Rafa


" Ini !. " Rafa memperlihatkan ponsel nya yang terdapat foto Intan dan Irfan yang sedang masuk ke dalam cafe. juga saat Intan berada di dalam mobil dengan posisi Irfan yang menunduk kalau di lihat di lain sisi seperti sedang berciuman.


" Huufff.., mas Rafa mengikutiku ?. "


" Bukan itu jawaban yang mas tunggu !!. "


" Aku rasa penjelasan apapun yang aku berikan tak akan membuat mas Rafa puas, berprasangka lah sesuka mu mas !. " Intan melepaskan tangan Rafa yang masih berada di sikut nya.


Dengan kasar Rafa menarik Intan hingga Intan terkejut dan membentur dada bidang Rafa,


Rafa menarik tengkuk Intan dan ******* bibir pink mungil itu, Sesapan penuh nafsu dan amarah karena merasa cemburu. Dan tak mendapatkan penjelasan apapun dari Intan. Luma**n demi Lum**an Rafa berikan tanpa ampun, seolah ingin menghilangkan jejak di bibir Intan yang dalam bayangannya sudah di sentuh orang lain.


Intan meronta untuk meminta di lepaskan, Rafa menciumnya dengan penuh amarah, hingga membuat Intan kualahan, tak ada kesyahduan dan kelembutan seperti biasanya.


Rafa melepaskan ciuman itu karena tak mendapatkan balasan dari Intan.


" Jangan menguji mas INTANN!. "


-


Tbc

__ADS_1


Bagi yang baca cerita ini bisakah beri bintang 5 😇😇. Terimakasihh 😍😍😍😘


__ADS_2