
Sepanjang rapat Rafa terlihat sekali tidak konsen, dan Sandy lah yang selalu dengan sigap menjadi jubir sang bos. Hingga rapat pun selesai , Rafa dan Sandy berjalan kembali ke dalam ruangan mereka, sepanjang jalan Rafa terus saja mengedarkan pandangan seperti mencari sesuatu, itu adalah hal yang langka hingga membuat para karyawan sedikit aneh dengan sikap bos .
" Bro, kalau lo nyari dia, suruh saja dia ke ruangan lo, jangan kaya gitu jadi aneh tau ! !," Sandy berbisik pada Rafa
Rafa hanya melirik Sandy sekilas lalu berjalan kembali.
" Di tempatkan di mana dia?, " Tanya Rafa setelah sudah sampai di ruangannya
" Di bagian keuangan, satu ruangan dengan Pak Budi. "
Rafa hanya manggut manggut saja, ia melihat jam di pergelangan tangannya sudah pukul 4 sore, ia ada janji dengan sang mamah namun ia ingin sekali mengajak Intan.
" Jam berapa dia pulang ?, "
" Biasa bro jam kantor !, "
" Bisa kah dia pulang lebih awal, supaya kita bisa ke rumah mamah !, "
" Santai bro, lo jangan mempersulit dia ! , "
" Mempersulit bagaimana ?, "
" Dia di sini magang, kalau sering lo panggil ke sini atau pulang lebih awal itu akan membuat karyawan yang lain curiga, "
Tak ada tanggapan dari Rafa. Ia paham apa yang di maksud Sandy.
" Kenapa no nya tidak aktif ?, " Rafa mencoba menghubungi Intan namun tak juga nyambung, mencoba mengirim pesan hanya ceklis satu, " Kemana dia ?, "
" Bro lo udah mau pulang kan?, " Tanya Sandy
" Kenapa memang nya ?, "
" Ya gue mau pulang lah, " Rafa memutuskan untuk pulang pukul Lima agar bisa pulang dengan Intan,
" Ga bisa, gue belum pulang jadi lo tunggu di sini !, "
" Ye Elah bro tadi katanya lo mau pulang cepat, tapi kenapa masih di sini ?, "
" Kok ga bisa di hubungi yah ?, " Rafa sibuk dengan ponselnya jadi tak mendengarkan Sandy berbicara
" Lo lagi hubungi siapa sih bro ?, " Sandy penasaran
" Intan !, "
Sandy merogoh kantung celananya dan mengambil ponsel, mencari satu nomor lalu menghubunginya.
" 📱 Hallo Demus lagi di mana sekarang ?, "
" 📱 Di jalan mau pulang, ada apa ka ?, "
" 📱Ooh tidak apa apa, hati hati Demus !!, "
" 📱Iya ka !, "
Sandy sengaja membesarkan volume suaranya agar Rafa dapat mendengar juga
Klikk, Sandy mematikan ponselnya, ia menggoyang goyangkan ponselnya di depan Rafa. " Sudah terjawab kan ?, Gue mau pulang !, " Sandy langsung keluar dari ruangan Rafa
Rafa terbengong bengong, kenapa Sandy bisa menghubungi Intan, sedangkan saat ia hubungi ponselnya tidak aktif.
" Apa dia mengganti no ponselnya ?, Awaaass kau Intan !!!, " Rafa memutuskan untuk pulang ke rumah mamahnya lebih dulu. Sebelum ia menemui Intan nantinya
__ADS_1
***
" Rafa bagaimana perkembangan perusahaan ?, " Pak Kuncoro bertanya pada Rafa, kini mereka bertiga sedang berbincang bincang di teras samping taman.Setelah makan malam yang lebih awal karena Rafa ingin cepat cepat pulang.
" Meningkat pah, semua kerjasama berjalan dengan baik tak ada kendala , dan mungkin bulan depan Rafa akan bekerja sama dengan perusahaan besar dari Canada !, "
" Bagus,,, " Pak Kuncoro memuji kinerja anak satu satunya.
" Kalian tuh bisa ga sih kalau di rumah tidak membicarakan bisnis, ngobrolin apa kek gitu !!!, "
" Mamah mau nya kita ngobrolin apa ?, " Tanya pak Kuncoro pada mamah Elen
" Ya apa kek gitu, misalkan calon mantu mungkin !!, "
" Haaahhh... " Rafa menarik nafasnya dalam
" Rafa umurmu sudah 30 tahun, masa belum dapat pasangan juga!!!, " Mamah Elen memandang Rafa dengan kesal
" Jangan mulai deh mah !, "
" Coba itu pah anakmu di nasihati. " Mamah Elen meminta pembelaan dari suaminya
" Rafa apa kamu sudah punya calon Istri ?, " Tanya pak Kuncoro dengan serius
" Sudah pah !, " Jawab Rafa tegas
" Apa??? , " Mamah Elen terkejut
" Mamah apaan sih teriak begitu, kaya di sinetron aja kaget nya !, "
" Kamu serius Rafa ?, kamu sudah punya calon mantu buat mamah ?, " terlihat sekali binar bahagia dari raut wajah mamah Elen
Rafa mengangguk yakin
" Sabar mah, Rafa masih harus meyakinkannya terlebih dahulu !, "
" Maksud mu , apa dia tidak memiliki perasaan yang sama dengan mu ?, "
" Bukan begitu mah, hanya saja dia takut kalau orang sekitarnya tidak setuju !, "
" Orang sekitarnya ? , " Mamah Elen terlihat bingung
" Dia selalu mementingkan perasaan orang lain, !. "
" Apa orang tuanya tidak setuju ??, mana mungkin lelaki tampan dan mapan seperti kamu itu di tolak nak, biar mamah yang berbicara dengan orang tua nya.! "
" Mamah yakin !?, "
" Tentu saja mamah yakin, mamah akan membantu mu untuk mendapatkan gadis itu nak !. "
" Apa jika mamah memiliki anak perempuan, mamah akan merestui jika Rafa lamar ??. "
" Tentu saja mamah akan sangat setuju, memiliki menantu seperti mu !!, " Ucap mamah Elen dengan penuh keyakinan
Rafa pun manggut manggut yakin, dan Rafa rasa mamah nya bukanlah penghalang bagi nya nanti.
" Apa dia cantik nak ?. " Tanya mamah Elen penasaran.
" Tentu saja, "
" Apa dia baik ?. "
__ADS_1
" Tentu saja !. "
Mamah Elen percaya anaknya pasti sudah memiliki kekasih. Gadis itu pasti sangat penting bagi anaknya, Karena Rafa yang tertutup kenapa bisa tiba-tiba terbuka saat di tanya.
" Baiklah mah, Rafa permisi dulu !, " Rafa beranjak dari duduk nya
" Apa kamu tidak ingin menginap Rafa ?, " Tanya pak Kuncoro yang sedari tadi hanya diam melihat interaksi istri juga anak nya
" Lain kali saja pah !, "
Rafa mencium kedua tangan orang tuanya dan berlalu pergi !. "
" Rafaaaa,,,, siapa nama calon mantu mamah itu ?, " Mamah Elen berteriak karena Rafa sudah hampir mencapai pintu keluar. Ia lupa menanyakannya tadi
" Mamah sudah mengenalnya ? Jawab Rafa
" Apa tadi Rafa bilang pah ?, " Mamah Elen sebenarnya mendengar namun ia takut salah dengar.
" Mamah sudah mengenalnya !, " Jawab pak Kuncoro
" Mamah juga dengar pah!!!, "
" Dasar wanita . " Gumam pak Kuncoro
" Tapi kira kira siapa yah pah, lucy ?, Itu tidak mungkin, apa Diana ? , tapi terakhir kali Rafa sudah menolak nya, lalu siapa yah pah ?, "
Pak Kuncoro hanya mengangkat kedua bahunya tanda tak tau.
" Iiiisss si papah nih, bantu cari tau dong pah ?. " Mamah Elen kesal dengan suaminya yang sedari tadi hanya diam
Padahal di hati pak Kuncoro ia takut salah bicara, tau lah kalau wanita itu minta pendapat tapi kadang dia sendiri yang mematahkannya.
" Kira kira siapa yah..?, " Mamah Elen masih terus saja berfikir sampai sampai ia tak tau jika sudah di tinggal masuk oleh pak Kuncoro.
" Pah, nanti papah coba ngomong sama Rafa yah soal.... " Mamah Elen melihat ke kanan dan ke kiri,ia tak lagi melihat pak Kuncoro di samping nya.
" Papaaaah.... kok mamah di tinggal sih!!!, " Teriak mamah Elen ,
***
Rafa ingin segera bertemu dengan Intan untuk menanyakan ponsel nya yang berganti nomor , ia kesal kenapa dirinya tak di beritahu tentang no baru itu . Malah justru Sandy sudah punya no nya.
Rafa baru saja melewati rumah Intan, terlihat sepi dan belum terlihat motor Intan yang terparkir.
" Apa dia belum pulang ya ?, " Rafa melirik jam nya sudah pukul 8 .
" Tapi tadi saat di telfon bukannya dia bilang sedang di jalan ? , lalu kemana dia ?, " Rafa terus saja berbicara pada dirinya sendiri. Dan Mobil masih di depan jalanan rumah Intan
Rafa memutuskan untuk pulang kerumahnya lebih dulu, untuk membersihkan diri setelah itu baru ke rumah Intan lagi.
***
" Bang, masih lama yah?. "
" Satu lagi neng. "
" Di sini ada lagi di mana yah bang ?. "
" Wah jauh neng, kasian nanti eneng nya kecapean, tungguin aja sebentar lagi juga selesai !!. "
-
__ADS_1
-
tbc