
Setelah drama di kamar mandi yang membuat Rafa melakukannya lagi dan berakhir dengan ngambek nya Intan karena kesal.
" Sayang, makannya pelan pelan !. " Rafa melihat Intan makan dengan begitu lahap menjadi kasihan karena dirinya lah Intan menjadi seperti itu. Dan sekali lagi apakah ia menyesal?, jawabannya adalah tidak.. hehehe Rafa terus ketagihan akan kegiatan itu....
" Siapa yang buat aku kelaparan seperti ini ?, " Intan menatap tajam suaminya dengan pipi yang menggelembung karena masih ada makanan di dalam nya, itu terlihat lucu di mata Rafa. Intan masih mengenakan jubah mandi.
Rafa hanya cengengesan saja mendengar ocehan dari Intan.
Akhirnya makanan yang tersaji sudah ludes pindah ke lambung Intan, Rafa menaruh bekas makan mereka ke dapur dan kembali lagi ke kamar melihat Intan yang sedang mengacak-acak koper nya, Karena mereka belum sempat memindahkan pakaian mereka ke dalam lemari.
" Sayang, kamu cari apa ?, "
" Cari celana celana pendek aku, masa ga ada satupun sih ?!. " Jawab Intan dengan mata masih fokus mencari.
" Coba lihat di lemari !. "
" Ga mungkin mas, aku belum sempat menyusunnya di lemari , "
" Coba lihat dulu sayang !. "
Intan pun menuruti suaminya membuka lemari besar yang terdiri dari empat pintu itu.
Ia membuka pintu pertama pada lemari itu ada beberapa jejer celana juga kaos kaos harian.
Intan mengambil salah satunya, celana kulot dengan panjang di bawah lutut dan coba mengambil kembali pada susunan di bawahnya celana bahan dengan ukuran di bawah lutut. dan yang ketiga pun sama hanya berbeda bahan dan warna, namun semuanya dengan ukuran yang sama yaitu di bawah lutut, bahkan hampir ke betis.
" Kok celana aku begini semua , ga ada celana pendek??. "
" Sayang mulai sekarang kamu ga boleh pakai celana yang terlalu pendek !. "
" mas Rafa celana aku kan ga pendek pendek banget !. "
" Tetap saja tidak boleh !. "
" Mas Rafa,, tinggi badan aku tuh ga seberapa kalau aku pakai celana ini aku semakin terlihat seperti kurcaci !!!. " Ucap Intan dengan kesal.
Rafa tertawa mendengar kata kurcaci yang di ucap Intan
" Mas Rafa menertawakan aku ?," Intan bertolak pinggang dengan raut wajah kesal ke arah Rafa.
" Cup,, cup,, Tidak sayang, bahkan kamu terlihat semakin imut, mas jadi khawatir kalau kamu akan memilih yang lebih muda dari mas !!. "
" Udah ambil keperawanan aku masih aja membahas soal itu , tapi itu bisa di pertimbangkan , " Ucap Intan sambil memakai baju yang ada di lemari.
" Apa maksudnya bisa di pertimbangkan ?. " Rafa menatap tajam
" Masa mas Rafa ga paham !!. " Intan sengaja menggoda Rafa.
" Awas kamu yah...! " Rafa membopong Intan ke ranjang, perlahan secara perlahan
" Sepertinya kamu harus di beri pelajaran ," Tatapan Rafa seperti menginginkan sesuatu.
"Mas Rafa ampuuun.... "
" Tidak ada ampun buat si mulut jahil seperti mu, mulut ini harus di beri pelajaran. "
" Eemmmm.... " Rafa sudah membungkam mulut Intan dengan bibir nya dan tangan nya yang sudah meraja lela kemana mana.
Dan berakhir dengan Intan yang harus mandi untuk kedua kali nya.
__ADS_1
Intan menyisir rambut nya yang basah dengan wajah cemberut, seperti tak pernah puas untuk melakukan itu .
Sedangkan Rafa yang sedang duduk di sofa dan selalu memperhatikan gerak gerik Intan, dan Ia tau kalau Intan sedang ngambek padanya karena kejadian tadi
**
Hari hari berlalu dengan Indah yang di rasakan Intan dan Rafa, tiga hari ini Rafa mengambil cuti untuk libur, begitu pun Intan,ia tak ingin melewati hari hari nya sebagai pengantin baru.Mereka tidak pergi kemana pun hanya menghabiskan waktu berdua juga bergurau dengan orang tua mereka, Dan mereka juga merencanakan Resepsi juga Hanymoon setelah waktu mereka senggang, karena Rafa masih ada proyek baru.
Mereka masih tinggal di rumah mamah Elen, mereka belum memutuskan akan tinggal di mana, seminggu ini mereka akan tinggal di rumah mamah Elen dan minggu berikutnya di rumah Bu Ida dan berikutnya lagi tinggal di rumah Rafa. Mereka memutuskan untuk seperti ini dulu,
Agar kedua orang tuanya merasakan kebahagiaan karena memiliki menantu.
Dan kalau mereka sudah punya anak barulah mereka akan menetap tinggalnya. Mereka bahagia tetapi orang tua mereka juga harus ikut bahagia.
***
Pagi ini Rafa dan Intan sudah mulai bekerja,
" Mas nanti antarkan aku ke rumah ibu dulu yah ?. " Ucap Intan sambil memasangkan dasi pada suaminya, dan Rafa sudah sudah menyiapkan bangku kecil untuk Intan berdiri agar sejajar dengan nya jadi bisa memasang kan dasi suaminya tanpa kesulitan.
" Untuk apa ?. "
" Aku mau mengambil motor ku dulu mas !. "
" Untuk apa kamu mau ngambil motor ?. "
" Ya buat berangkat kerja aku mas , " Selesai memakaikan dasi lalu Intan memakaikan jas nya
" Tidak, kamu berangkat bareng mas, dan jangan pernah naik motor lagi !!. " Ucap Rafa tegas
" Nanti kalau orang kantor tau aku berangkat bareng mas Rafa, nanti kan bisa jadi gosip mas !!. "
" Mas Rafa kan sudah janji, tidak akan memberitahukan tentang hubungan kita dulu !. "
" Siapa yang janji, mas kan ga pernah bilang janji ke kamu !!. "
" Iisss,,, terserah...!!! " Intan kesal segera balik badan ingin keluar kamar. Namun Rafa lebih dulu menarik tangan Intan
" Sayang tunggu . " Rafa memeluk Intan, namun Intan tak membalas nya, ia melepaskan pelukannya menatap Istri kecilnya yang tengah merajuk.
" Sayang, mas khawatir jika kamu naik motor, mas takut terjadi apa apa sama kamu, " Rafa berkata dengan lembut, sembari mengelus pipi istrinya.
" Aku janji akan berhati-hati mas , aku belum siap jika orang orang di kantor tau tentang status kita !!. "
" Apa yang membuatmu tidak siap ?."
"Aku kan belum lama magang di kantor mas Rafa , lalu tidak lama kemudian aku di angkat jadi sekertaris, lalu aku menikah sama mas, apa mas pikir mereka ga akan berprasangka buruk sama aku ???. "
Rafa memahami apa yang di katakan Intan, ia juga tidak ingin membuat Intan menjadi tidak nyaman saat berada di kantor.
" Saat nanti kita mengadakan resepsi, orang kantor semua akan mas undang !."
Intan mengangguk sambil tersenyum.
"Jadi sekarang bolehkan aku naik motor ?. "
" Di antar supir saja ya ?. "
" Masss....! "
__ADS_1
" Baiklah, baiklah, tapi kamu harus janji selalu berhati-hati yah, dan tubuhmu ini tak boleh tergores sedikit pun !.
" Iya masss....!, " Intan langsung mengiyakan dari pada bertambah panjang lagi wejangan yang aneh dari suaminya.
" Ya sudah ayo mas kita berangkat nanti telat ."
Rafa dan Intan menuruni tangga saling bergandengan tangan. Mamah Elen begitu bahagia melihat anak lelakinya yang terlihat bahagia dan begitu mencintai Intan dan begitu pun dengan Intan.
" Maaf mah, pah, sudah menunggu lama yah ?. " Intan merasa tidak enak dengan kedua mertuanya yang sudah ada di meja makan menunggu dirinya juga Rafa.
" Tidak nak, kami juga baru duduk kok .!
Mereka pun makan dalam diam, menikmati hidangan di piring nya masing masing.
Rafa mengantarkan Intan lebih dulu untuk ke rumah mertuanya, setelah itu ia mengawal Intan dari belakang guna memastikan kalau istrinya akan selamat sampai tujuan.
Sepanjang perjalanan Intan sudah membuat Rafa beberapa kali mengoceh karena kesal melihat Intan yang mencoba menyalip mobil yang ada di depannya . Kadang Intan juga mengebut hingga di tengah perjalanan Rafa kehilangan jejak istrinya.
Sampailah di perusahaan, Rafa langsung masuk dengan tergesa-gesa, ia ingin segera menemui istrinya kecilnya,
Namun saat Rafa masuk ke ruangan nya ia tak melihat Intan , tetapi tas milik Intan sudah ada di meja kerjanya.memilih untuk menunggu nya
***
" Pak lusa kita akan ke Indonesia !.
" Untuk apa ?. "
" Menemui pak Rafa, juga meninjau proyek yang akan di promosikan perusahaan nya . "
" Apakah sekertaris yang bernama Intan ?. "
" Benar pak, karena pak Sandy ia sedang ke Amerika . "
" Itu berarti saya akan bertemu dengan Intan?."
" Iya Pak, itu sudah pasti !. "
" Baiklah persiapkan semuanya, sepertinya kita akan lama di sana !!. "
" Baik Pak !. "
" Akhirnya kita akan bertemu , aku berharap kita berjodoh Intan !. "
***
" Mas Rafa mau apaa??. "
Rafa menatap tajam Intan sembari terus berjalan mendekati Intan.
" Sepertinya kamu memang harus di beri pelajaran!!. "
-
-
-tbc
Jangan lupa like, komen, love dan vote nya kaka kaka semua 😘😘
__ADS_1