
Sudah hampir seminggu ini Intan bekerja dan itu pun dengan sedikit ancaman pada Rafa kalau ia tak mau lagi bertemu dengan Rafa, jika tak mengizinkannya bekerja , Sebenarnya Intan hanya mencoba peruntungan nya saja dengan mengancam Rafa karena yang ia tau, lelakinya itu orang yang keras kepala , tak tau sejak kapan lelakinya itu menyandang predikat bucin. Lelaki angkuh, pendiam , dingin yang terkadang suka nyelekit kalau bicara bisa menjadi sebucin itu, Sikap Rafa bisa seperti itu hanya dengan Intan , ketika dengan yang lain nya Rafa tetap dengan mode angkuh.
Intan bahagia karena di cintai sedalam itu, namun di satu sisi ia khawatir, masih sama khawatir nya saat ia pertama kali memiliki perasaan pada lelaki dewasa itu, Rafa begitu sempurna untuk nya , tak ada celah menurut nya hingga membuat Rafa bisa memiliki wanita yang jauh lebih lebih dari dirinya. Dan suatu saat nanti jika Rafa menemukan wanita yang lebih baik darinya, ia akan dengan rela melepaskan Rafa, Apa Intan ikhlas ?? , tentu saja tidak , tetapi ia tak ingin menghalangi kebahagiaan Rafa , dan jika sampai akhir bahwa dialah kebahagiaan bagi Rafa maka ia akan sangat sangat bersyukur . Pola Pikir Rafa dan Intan memang sedikit berbeda soal cinta.
***
" Lelah nya . " Intan meregangkan otot otot tangan serta lehernya setelah Restoran itu tutup dan sebagian teman kerjanya pun sudah ada beberapa yang pulang .
" Intan ! . " Tiba tiba saja ada yang menepuk pundaknya, hingga membuat Intan terlonjak kaget
" Astaghfirullah. " Intan dengan terkejut melihat ke arah orang yang menepuk nya
" Sudah mau pulang ya ?. "
" Irfan ?, kenapa ada di sini ?. " Intan melihat ke sekeliling sudah terlihat sepi, maklum lah ini sudah pukul 9 malam lewat,sabtu dan minggu Restoran tutup lebih malam
" Ayo gue anterin lo pulang ?. "
" Ga usah Fan, gue bawa motor . "
" Tapi ga baik Tan malem malem cewe pulang sendirian !. "
" Ga apa apa Fan, gue udah biasa, gue duluan yah . " Intan berjalan meninggalkan Irfan, entah mengapa Ia merasa takut melihat wajah yang berbeda dari Irfan malam ini.
Intan memakai helm nya. Saat ia naik ke atas motor ia merasa ada yang berbeda dengan motor nya, Ia pun menunduk melihat ban motornya " Ya ampun kok bisa sih !!. " Intan turun kembali dari motor, ia melihat ban motornya kempes bahkan kedua ban nya yang kempes.
" Aduuh,,, bagaimana ini !!. " Rasanya Intan ingin menangis saja
" Motornya kenapa neng ?." Sang security Restoran itu mendekati Intan
" Kempes pak, mana dua duanya lagi !!!,"
" Kok bisa dua duanya gitu, kompak banget . "
security itu tertawa kecil
" Iiiis si bapak malah bercanda, gimana dong ini !!!. "
" Ya di tambal neng . "
" Ya tau pak, tapi di mana y ? "
" kalau dari sini jauh neng tambal ban . "
Intan melihat jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan hampir jam 10 malam.
" Apa aku telpon mas Rafa saja ya ?. " Intan pun mengambil ponselnya di dalam ransel
__ADS_1
" Yaaah,,, kok mati sih !. "
" Ya udah neng, ini pake hape bapak saja !. "
" Tapi aku ga hafal no nya pak... "
" Tiin.. tinn.. tiin. " bunyi klakson dari mobil yang melintas di depan Restoran itu mengagetkan Intan juga security.
Dan rupanya itu mobil Irfan, dia keluar dari mobil itu dan mendekati mereka.
" Motor nya kenapa tan ?. " Irfan melihat motor Intan
" Ini loh pak motor nya kempes, dua duanya lagi , " Yang menjawab justru sang security
" Pulang bareng gue aja, ini udah malem loh, nanti Ibu lo khawatir . "
Intan masih menimbang nimbang tawaran Irfan, Benar juga apa yang di katakan Irfan ibunya pasti khawatir saat ini, walaupun ia sudah bilang kalau sabtu minggu akan tutup lebih malam.
" Sudah neng ikut saja, nanti motornya biar taruh di sini saja, besok kalau sift bapak sudah selesai biar bapak yang bawa ke tukang tambal ban. " Security itu juga merasa kasihan pada Intan
" Ya sudah deh pak, aku titip motor ya ?. "
" Iya neng . "
" Ayo... " Irfan mengajak Intan ke mobilnya,
dan Intan pun mengikuti Irfan , Intan duduk di samping kemudi dan mobil pun melaju masuk ke jalur utama
" Mau tanya apa ?. "
" Lo udah punya pacar belom ?. "
Intan bingung harus menjawab apa, jika ia jawab sudah Irfan pasti bertanya tentang siapa pacarnya sedangkan ia dan Rafa masih menutupi hubungan mereka , dan kalau ia bilang belum punya . Intan tau betul apa maksud Irfan dengan pertanyaan itu.
" Tan, kok lo malah bengong sih ?. "
" Eemm,, untuk apa lo tanya itu Fan? ,itu urusan pribadi gue . "
" Pingin tau aja Tan, siapa tau gue punya kesempatan . "
" Fan, gue ingin kita tetap berteman . "
" Ciih.. berteman, lo bahkan tau betul bagaimana perasaan gue ke lo Tan, bahkan lo udah nolak gue berapa kali tapi gue tetep berharap suatu saat nanti lo nerima gue . " Irfan berkata dengan kesal dapat di lihat dari begitu erat nya ia memegang stir mobilnya
" Maaf Fan, tapi gue ga punya perasaan apa apa sama lo . " Intan berkata dengan lembut agar tak tersinggung
Tapi sepertinya Irfan sudah di rasuki setan kali ini .
__ADS_1
" Ciiiittttt.... " Dengan mendadak Irfan menghentikan mobilnya ke sisi jalan yang sepi, mungkin kalau Intan tak menggunakan Seftybel kepalanya sudah terbentur ke depan.
" Fa, faan, kok kita berhenti di sini ?. " Intan menjadi takut
" Tak bisa kah kali ini aja lo nerima gue Tan??, sudah beberapa tahun bahkan hati ini tetap menginginkan lo, aaaah,,,, seolah olah gue ngemis cinta ke lo,, hahaha... " Suara Irfan terdengar mengerikan
" Fan ??. "
" Bahkan gue selalu ngebayangin bisa tidur satu ranjang sama lo,.. "
Kini Intan semakin takut, mendengar Irfan yang berbicara dengan kata kata yang mulai melantur, Ia melihat ke sekeliling begitu sepi.
" Fffaan... "
" Kenapa lo begitu sombong, padahal orang miskin kaya lo seharusnya bangga bisa menjadi pacar gue . "
Intan tak menanggapi ocehan Irfan ia hanya memikirkan bagaimana bisa keluar dari mobil ini, karena saat tangannya mencoba membuka pintu ternyata Irfan sudah mengunci nya .
Irfan membuka Seftybel nya dan menghadap ke arah Intan, matanya menatap sendu dengan raut wajah yang memerah.
"Tak bisa kah lo melihat ketulusan cinta gue Tan ???," Irfan semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Intan.
" Fan sadar Fan,,, " Intan memundurkan tubuhnya hingga sudah tersudut membentur pintu, kini Intan sungguh sudah sangat ketakutan, keringat dingin sudah membanjiri tubuh nya.
" Siapa pun tak akan ada yang boleh memiliki lo Intan !!!!. "
" Lepaaaas Fan . "
***
Bu Ida mondar mandir gelisah di teras rumahnya menunggu anak gadisnya yang tak kunjung pulang, hingga mau tidak mau ia menghubungi Rafa untuk mencari keberadaan Intan,
Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.
" Intan kamu di mana sih nak ?. "" Bu Ida sungguh sungguh sangat khawatir
Rafa sudah mencari Intan dari Setengah jam yang lalu...
Namun bu Ida belum mendapatkan kabar apapun dari Rafa.
Bu Ida sempat Ingin menghubungi Kedua orang tua Rafa namun Ia urungkan , karena Rafa melarangnya. Alasannya karena mamah nya sedang berada di luar kota.
***
" Irfan lepaas,, kumohon Irfan, sakiiit,,, Ibuuu..!!! "
-
__ADS_1
-
Tbc