Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Terbawa suasana


__ADS_3

Intan kesal bukan kepalang dengan Rafa, dia menghubungi Intan untuk memintanya di bawakan makan siang 1 jam lagi. Padahal tadi ia dengar sendiri kalau Rafa tak pergi ke kantor, Karena sesuai perjanjian dia hanya akan mengantarkan sarapan pagi dan makan malam, ya walaupun Rafa menambahkan uang bulanannya pada sangat ibu, tapi tetap saja Intan merasa kesal, makin ke sini Rafa semakin seenaknya saja menurut nya.


" Sudah jangan cemberut begitu Tan, ini kan rezeki . " Ucap bu Ida sembari memasukan kotak makan ke dalam kantong bekal seperti biasa.


" Iya bu . " Sahut Intan masih dengan wajah cemberut. Ya walaupun di sisi lain ia sendiri merasa senang jadi ia lebih sering bertemu dengan Rafa, ia masih bingung dengan rasa di hati nya . Dia akan mengubur rasa itu sebelum tumbuh semakin liar di hatinya, karena ia dan Rafa antara bumi dan langit.


Tepat 1 jam sesuai waktu yang di berikan Rafa, Intan sudah sampai tepat di loby gedung perusahaan milik Rafa.


" Pak . " Intan menyapa security yang membukakan pintu untuk nya.


" Iya dek, Mau bertemu dengan siapa ?. " Security bertanya dengan ramah . Security ini bukan lah yang dulu sempat berbicara dengan nya. Mungkin sedang berganti sift


" Aku mau bertemu om Raf..... " Intan langsung menutup mulutnya, di sini ia tak boleh memanggilnya dengan sebutan om.


" Dengan siapa ?. "


" Dengan pak Rafa . " Ucap Intan


" Pak Rafa, pak Dirut ?. "


" Iya . "


Security itu memandang Intan dari atas sampai ke bawah.


" Ada apa ya pak ?. " Intan merasa tak nyaman di pandangi seperti itu


" Maaf, adik ini siapa nya ?. "


Intan bingung harus mengatakan apa, Intan melihat ke sekeliling, pandangannya jatuh pada cleaning servis.


" Bang Rapah . " Intan sedikit berteriak.Sambil melambaikan tangan nya


Dan si punya nama pun menoleh karena merasa ada yang memanggil. Dia pun mendekati Intan yang sedang berbicara dengan security.


" Eeh,,, iya,, si,,, siapa ya namanya? , abang lupa . "


" Intan bang... "


" Oh iya Intan, mau nganterin makanan buat pak Dirut ya . " Tebak sang cleaning servis


" Iya bang . "


" Kenal sama adek ini ?. " Ucap security dengan cleaning servis.


" Kenal pak, dia adik nya pak Dirut . "

__ADS_1


" Maaf, maaf, bu saya tidak tahu . " ada sedikit rasa takut di hati security itu. Ia baru saja bekerja beberapa hari jangan sampai hari ini adalah hari terakhir nya berada di kantor yang megah ini.


" Santai aja Pak, gak apa apa . " Intan memberikan sedikit senyuman agar security itu tak terlalu tegang.


" Sekali lagi maaf yah bu. " security itu yang awalnya manggil adek kini langsung berubah dengan sebutan ibu. Karena yang ia tau kalau kakaknya adalah bos nya berarti adik nya juga bos nya, tanpa ia tahu yang sebenarnya.


" Ayook neng abang anter . " Ucap bang Rapah.


Intan pun berpamitan dengan security itu, melewati beberapa orang yang memperhatikannya. Intan di antarkan sampai tepat di lantai tempat Rafa berada. Setelah itu cleaning service itu meninggalkan nya


" Ka Sandy . "


" Hai... Hai... demus kok ada di sini ?. " Sandy terkejut ketika melihat Intan sudah berada di depan meja nya


" Aku nganterin ini ka !. " Intan menunjukkan apa yang di bawa nya.


" Ooh, ok ok tapi tunggu di sini sebentar ya , bos sedang ada tamu tak di undang . " Sandy memberikan bangku tepat di hadapan meja nya.


" Tamu tak di undang ?. " Intan bingung


" Sudah tak usah di pikirkan, duduk dulu. "


Intan pun duduk di kursi yang telah di sediakan.


Sudah hampir 10 menit Intan duduk di hadapan Sandy yang sepertinya sedang sibuk dengan laptop di hadapannya.


" Tunggu sebentar demus, sebentar lagi juga.... " Suara deringan telpon memotong ucapan Sandy.


" Ok " Setelah mengucapkan kata itu Sandy segera beranjak menuju ruangan Rafa.Dan meninggalkan Intan


" Sudah ku bilang jangan pernah datang lagi ke mari. " Bentak Rafa pada Lucy


" Aku tidak akan berhenti Rafa, aku mencintaimu, aku frustasi saat tante Elen bilang kalau kamu sudah punya kekasih . "


" Lucy sudah jangan buat keributan di sini , kau menjatuhkan harga diri mu sendiri . " Ujar Sandy sambil menarik pelan lengan perempuan yang selalu membuatnya kewalahan.


" Diam kau kacung, kau juga pasti bekerja sama dengan nya . "


" Tentu saja, aku kacung nya . " Jawab Sandy kesal, perempuan ini selalu saja merendahkan nya, andai Rafa mencintainya dia juga akan membuatnya berpisah, mana tahan dia kalau harus selalu bersama dengan wanita gila ini, dia pasti akan terus mengikuti kemana pun Rafa pergi.


Intan yang penasaran pun berdiri dan mencoba mengintip dari celah pintu yang tak tertutup sempurna.


" Sayang, apa kamu sudah dari tadi di sini ?. " Intan di kejutkan dengan ucapan Rafa yang tiba tiba saja memeluk pinggangnya.


Seketika semua yang berada di ruangan terdiam, termasuk Intan.

__ADS_1


" Sayang kenapa kamu tidak langsung masuk saja ke dalam ruangan ku. " Rafa berkata dengan lembut


" Eee,, aaku,,, hemmm,,, itu.... " Intan sungguh gugup entah apa yang harus ia ucap kan.


" Sayang kamu pasti lelah ya, sini duduk . " Rafa menarik lembut Intan untuk duduk di bangku singgasana nya yang tak boleh di sentuh apa lagi di duduki dengan orang selain dirinya.


Dan tentu saja dua orang di hadapannya masih terdiam terpaku dengan apa yang di lihatnya, masing masing sedang menimbang apa yang mereka lihat ini apa sungguh nyata.


" Rafa menyodorkan minuman yang ada di meja untuk Intan. " Intan pun tanpa sadar meminum minuman itu yang memang di rasa tenggorokan nya mendadak menjadi sangat kering.


" Gleek... gleek... glek... " Intan menghabiskan hampir 1 gelas penuh air itu.


" Rafa kamu pasti bercanda kan ?. " Terdengar suara pelan namun penuh tekanan.


" Menurut mu saya sedang bercanda ??. " Rafa menatap tajam Lucy


" Ya, kamu bercanda, karena itu tidak mungkin . " Suara Lucy mulai terdengar putus asa.


" Apa yang tidak mungkin, kami saling mencintai , iya kan sayang ?. " Ucapan lembut Rafa pada Intan


" Iiiiya . "


" Tidak mungkin kamu mau sama tukang asongan kecil seperti itu . " Teriak Lucy


" Jangan menghina kekasih saya !!!. " dengan penuh penekanan


" Dia itu hanya anak kecil, yang tidak mungkin bisa menyaingi aku!!!!. "


" Nyatanya anak kecil ini jauh lebih manis dan menggoda . " Rafa menatap Intan sembari mengelus lembut pipinya


Dan ingat di antara mereka masih ada Sandy yang diam seribu bahasa menonton adegan langka di hadapannya ini.


" Tidak Rafa, tidak !!!!. "


" Jangan berisik silahkan keluar , saya dan kekasih saya ingin makan siang . "


" Akting mu tidak bagus Rafa . " Sinis Lucy


Rafa menunduk kan tubuh nya dan Tanpa aba aba Rafa mendekatkan bibirnya pada bibir Intan. Mengecupnya dengan lembut,bibir mungil dan kenyal ini seperti mengandung magnet yang awalnya niat Rafa hanya ingin membuat Lucy percaya kini Rafa justru terbawa suasana . ******* itu kini tercipta bahkan semakin dalam, Intan sebetulnya ingin mendorong Rafa tetapi lelaki itu justru malah semakin menekan nya. Tanpa sadar Intan meremas jas yang di kenakan Rafa.


-


-


tbc

__ADS_1


jangan lupa tinggal kan jejak y kaka 😍


__ADS_2