
Minggu pertama Intan masih menikmati masa betres nya, tetapi di minggu berikutnya ia sudah merasakan bosan. Walaupun ada Rafa selalu menemani nya sepulang kerja atau sebelum bekerja, ia sengaja makan di kasur seperti Istrinya juga mengerjakan pekerjaan nya di samping istrinya agar Intan tak merasakan bosan dan kesepian , bahkan saat liburpun Rafa selalu rebahan di samping istrinya sambil mengelus elus perut Intan yang masih terlihat rata, menemaninya menonton, membeli banyak novel kesukaan istrinya, dan banyak lagi.
Dan Intan bahagia dengan semua perhatian dari suaminya, bahkan hal kecil pun tak luput dari perhatian suaminya itu.
Hari ini Rafa libur dia sedang mengelus elus perut istrinya. " Nak, kamu sedang apa ?, ini ayah, maaf yah belum diperbolehkan untuk menjenguk mu !!!, "
Mereka sengaja menyebut diri mereka dengan Ayah dan Bunda agar tak sama dengan panggilan ke orang tua mereka.
" Plakk.. " Intan memukul punggung suaminya.
" Aduuhh..., sakit bunda , " Rafa memasang wajah memelas sambil mengelus tepat di mana Intan memukul nya.
" Habis nya, mas tuh kalau ngajak ngomong anaknya yang bener dong !, "
" Itu kan juga benar bundaaa,,,!
" Ngaco aja nih mas !, " Intan mengerucutkan bibir nya.
" Cup,, sayang jangan seperti itu bibirmu, kamu tau kan mas sudah lama berpuasa !, " Rafa sudah dengan sekuat tenaga menahan nafsunya.
Intan menatap jengah suaminya, dan sebenarnya ia juga menginginkan nya, tapi ia jauh lebih bisa menyembunyikan nya ketimbang Rafa, maklum saja mereka belum puas berbulan madu, dalam dua bulan justru Intan sudah hamil,,, Sebenarnya mereka berencana akan melangsungkan resepsi tiga bulan kemudian namun Allah berkehendak lain, Mereka justru di beri rezeki jauh lebih cepat dari yang mereka minta,
" Mas, aku bosan!. "
" Sabar yah sayang, ini semua demi anak kita ,! " Rafa mengecup kening Intan dan mengelus perut nya.
Intan terdiam seperti sedang melamun, dan itu membuat Rafa kasihan, bukankah orang hamil harus selalu bahagia !,
" Sayang memangnya kamu ingin ke mana ?,"
Pertanyaan dari suaminya seperti angin segar bagi Intan.
" Kita ke taman saja mas, " Jawab Intan dengan sumringah.
Rafa berpikir di rumahnya tidak ada taman komplek, hanya di kompleks perumahan mamah nya lah yang ada sebuah taman besar.
" Taman dekat rumah mamah saja yah ?, "
" Boleh mas, di situ juga kan ada danau nya !,"
" Ya sudah, kamu tunggu di sini dulu yah, mas Izin dengan ibu dulu .! '
Rafa meminta Izin ke rumah orang tuanya, Dan di izinkan oleh sang mertua asalkan Intan jangan terlalu lelah,
Rafa dan Intan sedang dalam perjalanan menuju taman, Rafa sesekali mengelus perut Intan, kadang menciumi tangan istrinya .
" Mas, fokuslah menyetir ,! "
" Ini juga fokus sayang !. "
Hampir setengah jam perjalanan sekarang mereka sampai di sebuah taman besar dengan danau buatan, serta tanam tanaman aneka macam dan hamparan rumput yang luas, karena hari ini adalah hari libur, suasana taman cukup ramai yang di Dominasi oleh para keluarga yang mengajak anak anak mereka bermain,
" Sayang kita duduk di bangku saja !, " Rafa melihat Intan yang hendak duduk di atas rumput .
" Lebih Enak di atas rumput mas, lebih nyaman !. "
" Tapi itu kotor sayang, nanti kalau ada serangga yang menggigit mu bagaimana ..!. "
" Masss...! " Intan memandang suaminya dengan kesal.
__ADS_1
" Ok baiklah, baiklah, mas akan gigit balik serangga itu jika berani menggigit mu!, " Rafa berkata konyol.
Akhirnya mau tidak mau Rafa ikut duduk di samping Istrinya, memegang tangan mungil itu. Dan Intan menyandarkan kepalanya pada pundak suaminya.
" Mas ??, "
" Hemm,,! "
" Aku ga nyangka kita bisa melangkah sejauh ini !, " Intan berkata dengan pandangan jauh ke depan
Rafa melirik ke arah Intan, mengangkat tangannya yang di gunakan Intan untuk bersandar lalu, memeluk Intan dari samping dan menyandarkan kepala Intan pada dadanya,
" Mungkin kita memang sudah berjodoh sayang , "
" Tapi aku ingat banget dulu mas, begitu dingin sama aku !, "
" Hahahaha,,, masa sih ,! "
" So cool banget lagi !, "
" Suami mu ini kan memang cool sayang !, " Rafa membanggakan diri.
" Diihhh.... kepedean!, "
" Dan mas juga baru tau ada wanita tingkat kepekaannya itu di bawah rata rata,,,!, " Rafa Ingat betapa tidak peka nya Intan dengan segala perhatiannya .
" Ya mana aku tau,,,! "
" Ya itulah makanya kenapa kamu di sebut tidak peka sayang,, " Rafa mencium gemas pipi istrinya itu.
Rafa dan Intan sedang bersenda gurau, Rafa senang bisa melihat Intan tertawa lepas seperti ini, Hanya ke tempat seperti ini saja sudah bisa membuat istrinya itu bahagia.
" Mas, aku pingin itu dong ?, " Intan menunjuk penjual Es dengan gerobak.
" Tidak sayang, kita tidak tau bahan apa yang di gunakan !. "
" Itu kan hanya Es , cuma minuman aja mas !,"
" Tapi kan bisa jadi itu pakai pewarna atau pemanis buatan, itu tidak bagus buat kesehatan apa lagi untuk anak kita sayang !, " Rafa berkata dengan lembut.
" Tunggu sebentar yah, " Rafa meninggalkan Intan menuju mobilnya yang terparkir. Mengambil kotak makanan serta dua botol minuman .
" Kamu haus?, Minum ini sayang !, " Rafa membuka tutup botol dan memberikan pada Intan.
Intan menerimanya lalu langsung meminumnya karena memang sudah haus. Intan lalu memberikan botol minuman itu dengan wajah kesal pada suaminya.
Dan Rafa hanya tersenyum tanpa rasa bersalah, " Itu ibu loh sayang yang menyiapkannya ", Rafa paham betul kenapa Intan kesal.
" Aku tuh bosan mas minum susu hamil terus !, "
" Apa kamu ingin rasa yang lain ?, nanti mas belikan !, "
Intan semakin kesal, Rafa bahkan sudah membeli susu hamil dengan berbagai merk dan rasa agar Intan dapat memilih sendiri mana yang dia suka.
Dan sungguh minuman itu membuat nya mual, bahkan terkadang Intan enggan meminum nya.
Saat Intan dan Rafa tengah memakan buah yang di bawa nya tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggilnya, dan orang tersebut kini tengah berada di depan mereka,
" Intan ??, "
__ADS_1
" Irfan, !, " Intan terlihat gugup, bukan karena bertemu dengan Irfan tetapi, suaminya itu masih menaruh dendam akan kejadian yang terjadi pada dirinya dulu.
Rafa mengeratkan rahangnya tangannya sudah mengepal.
" Mas !, " Intan menggeleng pelan sambil mengelus tangan Rafa yang sudah menggenggam erat. Hingga genggam itu mengendur.
" kamu sedang apa di sini ?, " Tanya Irfan basa basi sambil ikut duduk di samping Intan, dengan segera Rafa menarik pelan tubuh Intan agar lebih dekan dengan nya !.
Intan menjadi malu karena sikap Rafa itu.
" Lagi santai aja !, " Jawab Intan dengan sedikit malu.
" kenapa sekarang kamu ga pernah lagi main ke cafe ?, "
" Itu,, soalnya,,,,,!, " Intan bingung harus berkata apa.
" Karena saya melarang nya !, " Jawab Rafa dingin.
" Kenapa anda melarang nya ??, " Irfan bingung dengan jawaban Rafa tadi.
" Karena saya suaminya !!!, " Jawab Rafa dengan tegas.
Irfan begitu terkejut mendengarnya, ia sungguh tak tau jika Intan sudah menikah, karena Intan sama sekali tak pernah menceritakan kalau dia sudah punya kekasih atau sudah menikah.
" Kok bisa ??, " Irfan menatap Intan seperti meminta penjelas, baru dua bulan tak bertemu, tiba-tiba saja Intan sudah menikah, ini sungguh membuatnya terkejut.
" Kok bisa ??, tentu saja bisa, kenapa tidak bisa !, " Rafa kesal karena Irfan terkesan meremehkannya,
Intan tak di beri kesempatan untuk bicara oleh Rafa.
" Intan apa ini benar ?, "
" Anda bodoh atau apa, masih bertanya ini benar atau tidak !!, "
" Masss,,, " Intan menggenggam tangan suaminya agar bisa menahan emosi.
" Huff... " Rafa membuang nafas nya kesal.
" Iya fan, aku sudah menikah !, " Jawab Intan
Rafa merasa bahagia bisa melihat senyum kekecewaan pada wajah Irfan, walaupun sangat tipis tapi itu tetap terlihat karena ia juga seorang laki laki.
" Kalau anda masih belum percaya juga, tunggu saja beberapa bulan kedepan anda akan melihat perut istri saya membesar , " Ucap Rafa sambil mengelus perut Intan,
Tubuh Irfan semakin melemas, ketika mendengar kalau Intan tengah hamil.
" Ayo sayang, kita sudah cukup lama di sini kasihan kamu dan anak kita nanti kelelahan ,"
" Irfan aku pulang dulu yah !, "
" Iya, semoga kamu selalu baik baik saja , " Ucap Irfan tulus.
" Tentu saja ISTRI saya akan baik baik saja, karena ada SUAMINYA yang selalu menjaga nya, terutama dari pengganggu..." sengaja Rafa menekankan kata Istri dan suami pada Irfan, Wajah kecewa Irfan seperti hiburan untuk nya.
Intan dan Rafa sudah berlalu pergi. Tinggallah Irfan dengan perasaan yang hanya dirinya saja yang mengerti
-
'
__ADS_1
'
Maaf karena jarang update, anak anak othor lagi pada sakit, jadi fokus ke anak dulu, tapi jangan khawatir cerita ini tetap berlanjut sampai selesai walau agak lama. maaf yah ☺☺.