Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Sandy bahagia


__ADS_3

"Mau kah kamu menikah dengan ku, membangun rumah tangga impian kita, menjalani sisa hidup kita , dan anak anak kita nanti sampai akhir usia kita , walaupun kamu belum mencintaiku sepenuh hati mu, aku tak perduli yang terpenting buka saja hatimu untuk ku biarkan aku yang berusaha menempati hati mu sampai tak ada nama lain di hatimu !, " Lelaki yang tak kalah tampan dari Rafa, memberanikan diri melamar kekasih hatinya yang memang sudah di pacarinya beberapa bulan ini secara diam diam.


Gadis cantik berambut panjang itu meneteskan air matanya haru, impiannya sebagai seorang wanita adalah di lamar oleh seorang lelaki yang mencintainya, walaupun ia belum sepenuhnya nya mencintai lelaki ini, bukan karena ia masih mencintai lelaki lain, tapi ia masih trauma akan rasanya cinta, dulu cintanya bertepuk sebelah tangan, dan itu sakit, hingga mendengar jika lelaki pujaannya sudah menikah dengan gadis lain ia merasa sakit yang teramat karena cinta, Dia berfikir realistis jika lelaki yang sudah ia perjuangkan tetapi lelaki itu sendiri tak menginginkannya untuk apa ia teruskan.


Lelaki di depannya lah yang dengan sabar menunggu nya, dengan sabar mendekatinya walaupun ia tau sendiri seperti apa sifat nya, ia bukannya tak memandang nya, hanya saja ia ingin tau seberapa usahanya, yaah,,, pada dasarnya wania itu ingin di perjuangkan,


Semakin ke sini ia melihat ketulusan dari seorang Sandy, lelaki yang selalu di abaikan nya kini dapat mencuri perhatiannya.


Ia tak ingin Sandy merasakan cinta sendiri, karena itu sakit, jadi Diana akan berusaha untuk mencintai Sandy secara perlahan dan ia yakini cinta itu pasti.


" Nana apa kamu menerima lamaran ku ?, " Sandy menyodorkan sebuah kotak cincin berudu warna merah yang di dalam nya ada sebuah cincin berlian yang begitu Indah.


" Ya aku mau !!, " jawab Diana yakin, Ia mengulurkan tangannya untuk di pasangkan cincin.


Sandy memasang kan cincin di jari manis Diana dengan rasa bahagia yang membuncah,


Sandy memeluk tunangannya itu dengan begitu erat.


Tatapan mereka bertemu, " Terimakasih sudah mau menerima ku !!!, "


" Cup, " Diana tak menjawab tapi langsung mengecup bibir Sandy,


Ini bukan yang pertama untuk Sandy, masa lalu tak lepas dari seorang wanita, tapi dengan Diana, ini adalah untuk yang pertama kalinya.


" Boleh...?, "


Diana mengangguk malu.


Sandy menyentuh bibir Diana dengan bibir nya, ciuman lembut di iringi dengan nafsu hingga membuat Diana sedikit tak bisa mengimbangi.


***


" Yeeaahh.... akhirnya... " Intan bersorak sambil bertepuk tangan, dan mengentak hentakkan kakinya hingga terlihat perutnya yang semakin membesar itu bergerak gerak membuat siapapun yang melihatnya menjadi ngeri, termasuk suaminya


" Sayang apa yang kamu lakukan ??, " Rafa terkejut


" Apa sih mas , aku ga ngapa ngapain !, " Intan menatap suaminya dengan malas


" Kenapa kamu loncat !!, anak kita kaget itu loh ..! "


". Dengan perut sebesar ini bagaimana aku bisa loncat mas ,! "


Rafa beranjak dari duduknya . Ia penasaran kenapa Istrinya bisa bahagia seperti itu sambil memegang ponselnya. Dengan sedikit cemburu Rafa merampas ponsel Intan


" Mas apaan sih main ambil aja !!, "


Kening Rafa berkerut halus melihat vidio di ponsel Intan.


" Sejak kapan !, " batin Rafa, apa mungkin selama ini dirinya terlalu sibuk dengan Intan hingga tak tau apa yang sedang terjadi dengan sahabatnya itu. Ia bahagia akhirnya petualangan sahabatnya itu sudah berakhir, tapi ia harus meminta penjelasan kenapa Diana yang menjadi pilihannya.


" Romantis yah mas mereka...! "Ucap Intan sambil senyum senyum membayangkan kedua insan yang tengah bahagia itu.


Rafa terlihat tidak suka dengan perkataan Istrinya itu.


" Mas juga romantis sayang ,,,! " Rafa memegang pinggang istrinya dengan posisi saling berhadapan, kini pelukan itu sudah tak bisa lagi rapat karena ada perut istrinya yang semakin membesar di antara mereka.


" Mas tuh ga ada romantis romantisnya tau !!,"


" Kamu nya saja yang tidak peka sayang...! "

__ADS_1


" Alasan, Mas bahkan tidak melamar aku seperti gadis gadis lainnya !, "


" Suami mu ini berbeda sayang, bahkan karena keromantisan mas ini perut kamu menjadi seperti ini !!, " Rafa mengelus perut Intan sambil menaik turunkan alisnya .


" Tau aah... " Intan melepas kan tangan suaminya dan hendak pergi keluar kamar,


" Tunggu sayang, mau ke mana ?, " Rafa menarik pelan tangan Intan.


" Aku mau keluar mas ,! "


" Tunggu sayang, mas mau melakukan hal romantis sama Istri mas yang semakin cantik ini !, " Semakin hari Rafa melihat Intan semakin cantik, badan nya yang semakin berisi membuatnya terlihat jauh lebih sexy, Hingga Rafa menjadi bernafsu saat melihat Istrinya itu, namun ia tau diri Intan sedang hamil jadi ia tak mau Intan selalu melayani nya hingga membuat nya lelah.


" Gombal,,,!, " Intan tersenyum malu, hingga rona merah di pipi cuby nya terlihat.


" Sayang,,, boleh yah...! "


" Boleh apa ??, " Intan pura pura tidak tau.


" Ayo lah sayang....! " Suara Rafa mulai terdengar berat.


" Iissshhh... " ******* kecil keluar dari bibir mungil Intan, saat tangan suaminya itu memegang bagian depan tubuhnya yang juga ikut membesar karena sedang memproduksi asi


" Ini masih sore mas !!, " Ucap Intan sambil menahan desahannya agar tak lolos lagi.


" Suami istri bebas melakukan nya sayang,,, karena semua waktu tepat jika kita saling menginginkan !!, " Ucap Rafa tangan nya sudah menjalar ke segala arah, membuat Intan sudah tak bisa lagi berdiri dengan nyaman .


Rafa menuntun Istrinya itu ke ranjang, merebahkan secara perlahan,


" Sayang, bilang mas yah kalau kamu merasa tak nyaman ?, " Kabut sudah memenuhi mata kedua suami Istri itu.


" Intan mengangguk lembut !. "


***


" Pak besok kita akan ke Indonesia lagi, bertemu dengan pak Rafa, "


" Hemmm... " Lelaki ini tak lagi bersemangat seperti dulu,


Jovan merasa kasihan, semenjak mengetahui kalau gadis yang diinginkan nya ternyata sudah menikah, Bos nya ini menjadi lebih pendiam , memang tak mengganggu segala pekerjaanya tapi ia merasa ini bukanlah bosnya.


" Tapi aku tak ingin lama di Indonesia Jo!, "


" Baik Pak !, "


***


" Mas bangun sudah siang , " Intan membangunkan suaminya


" Hemm....! " Rafa malah semakin mengeratkan pelukannya pada bantal guling.


" Mas, nanti ke siangan loh, "!


" Iya sayang , " Rafa menatap Istri dengan lembut, mengelus pipi cuby itu.


" Kenapa mas ?, " Intan harus waspada , sepertinya ini pertanda ada sesuatu yang di inginkan suaminya


" Kamu cantik banget sayang, apalagi dengan rambut basah seperti ini !, "


" Ga usah aneh aneh deh mas, udah sana mandi, nanti kamu terlambat !, "

__ADS_1


" Tapi mas kan bos nya sayang !, "


" Yah,, yah,, mas bos nya !, " Intan menatap malas suaminya itu.


" Mumpung rambutnya belum kering, mas basahkan lagi yah ?, " Rafa mengerlingkan mata nya.


" Ga usah rese yah mas, anakmu sudah lapar loh...!!,n


" Baiklah demi anak ayah, ayah rela menundanya!, " Rafa mengelus perut Istrinya lalu bangun dan berjalan ke kamar mandi.


Intan hanya menggeleng geleng sambil tersenyum, suaminya itu semakin lucu saja tingkahnya, mode di rumah dengan mode di kantor sungguh berbanding terbalik.


Intan mengantar suaminya sampai ke mobil.


" Anak ayah, ayah berangkat kerja dulu yah , baik baik di dalam yah, biarkan bunda istirahat !, " tak lupa Rafa mengecup perut istrinya seolah olah sedang mengecup anaknya.


" Sayang, siang kamu di jemput supir yah ?. "


" Mau kemana mas ?, "


" Makan siang di kantor yah, bareng mas !, "


" Iya mas ,! "


Rafa pun berangkat menuju kantor nya.


***


Jam makan siang telah tiba, Intan sedang dalam perjalanan menuju perusahaan milik suaminya,


Tiba-tiba Intan ingin makan sesuatu, namun ia tidak yakin jika suaminya itu mau menurutinya. Hampir setengah jam lebih Intan sampai, Semua karyawan menunduk hormat, namun Intan bukanlah orang yang kaku sehingga ia membalas semua sapaan para karyawan dengan ramah.


" Sayang,,, kamu sudah datang ?," Rafa langsung mendekati Istrinya ketika Intan baru saja membuka pintu ruangan suaminya.


" Mas sudah lapar yah ?, " tanya Intan


" Sedikit sayang , mas justru menghawatirkan kamu takut kamu sudah lapar lebih dulu saat dalam perjalanan. " Rafa senang sekali mengelus elus perut Istrinya,


" Mas...? "


" Iya sayang...? "


" Anakmu sepertinya ingin makan sesuatu!. "


" Anak ayah minta apa ?, Cepat katakan sayang, jangan buat anak kita menunggu terlalu lama !, " Ucap Rafa dengan antusias yang terlihat berlebihan.


" Tapi aku tidak yakin mas mau menurutinya ?,"


" Yakin lah sayang, demi anak mas ini, pasti permintaan nya akan mas kabulkan !!, "


" Aku Ingin makan stek di cafe milik Irfan....! "


-


-


tbc


terimakasih buat yang sudah setia dengan cerita ini 😘😘, maaf othor agak sibuk di dunia nyata 😅😅

__ADS_1


__ADS_2