Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Mood yang aneh


__ADS_3

" Sayang kita ke dokter yah ?, " Rafa memijit lembut tengkuk Intan yang sedang muntah.


Mamah Elen juga tak tinggal diam, ia mengelus punggung menantunya itu sama khawatir nya seperti Rafa.


Intan keluar dari kamar mandi dengan di bantu oleh Rafa dan mamah Elen.


" Mah, aku ga apa apa kok, . " Intan merasa Mamah dan suaminya terlalu berlebihan.


" Tidak apa apa nak, kamu istirahat saja yah !."


Intan terlihat pucat dan lemas, padahal ia baru hari ini merasakan pusing.


" Nak adakah makanan yang kamu inginkan saat ini ?. "


" Tidak ada mah!, "


" Baiklah , kamu istirahat saja yah, kalau kamu ingin sesuatu kamu harus langsung bilang sama mamah atau suamimu yah ?, "


" Iya mah , " jawab Intan dengan sedikit bingung.


Mamah Elen meninggalkan Rafa dan Intan. Ia berharap semoga tebakkan nya benar,


" Mas ini sudah siang, kenapa belum berangkat bekerja ?, " Ucap Intan sambil melirik jam yang berada di kamar nya.


" Mas tidak bisa meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini sayang , " Rafa menggenggam tangan mungil Istrinya yang terasa hangat.


" mas jangan berlebihan deh, aku tuh ga apa apa cuma masuk angin aja !, "


" Mas akan tenang jika kamu sudah di periksa Dokter , sayang !. "


" Aaku ga mau mas !, " Intan menggeleng


Entah bagaimana caranya agar Intan mau di bawa ke Dokter, Rafa sungguh khawatir dengan keadaan istrinya saat ini.


Terdengar dering ponsel Rafa yang berada di atas nakas.


" Diana ?, " Rafa heran dengan nama yang tertera pada ponselnya, Hingga ia menyebutkan nama yang masih bisa terdengar jelas oleh Intan.


Seketika mood Intan memburuk


" Hallo Die, ada apa ?, " Rafa berdiri dan menjauh dari Intan, hingga apa yang di bicarakan Rafa dan Diana di telpon tak terlalu di dengar, Rafa seperti terlihat begitu serius.


Setelah hampir 10 menit Rafa berbicara dengan Diana akhirnya ia mendekati Istrinya kembali.


" Loh , di mana dia ?, " Gumam Rafa yang tak lagi melihat Intan di ranjang.


" Sayang, " Rafa memanggil Intan, dan ia sedikit terkejut ketika melihat Intan yang sudah rapih dengan baju kerjanya juga wajahnya yang sudah di poles make-up sedemikian rupa hingga terlihat cantik dan semakin segar tak seperti biasanya.


" Sayang, kamu mau kemana ?, " Rafa bertanya dengan raut wajah bingung.


" Aku mau ke kantor !. "


" Sayang, sebaiknya kamu istirahat saja, kamu kan sedang tidak enak badan !. "


" Aku tidak mau ,! "


" Sayang nanti kalau terjadi apa apa sama kamu di kantor bagaimana ?, kamu di rumah saja yah ?, " Rafa menatap lembut Intan


" Kenapa aku ga boleh ke kantor ?, apa mas sudah janjian sama cewe lain gitu ?, " Intan menatap suaminya dengan penuh curiga.


Kening Rafa berkerut halus mendengar apa yang baru saja di katakan Istrinya. Seperti ada yang aneh dengan Intan

__ADS_1


" Sayang, mas ga akan ketemu wanita manapun seperti yang kamu bilang tadi !. "


" Bukan kah baru saja mas janjian dengan kak Diana ?, " Intan menatap tajam


" Iya tapi itu hanya..... "


" Aku tunggu di bawah !. " Intan keluar kamar lebih dulu,


" Tadi dia bukan nya lemas lalu kenapa sekarang terlihat bersemangat ?, " Rafa tak habis pikir dengan Istrinya . Rafa segera berganti pakaian.


Saat turun Rafa melihat Intan sedang bermanja manja dengan mamah nya. Intan menyandarkan kepalanya pada pundak mamah nya.


" Sayang ?, " Rafa memanggil Intan dengan lembut hingga membuat Intan dan mamah nya menengok ke arah Rafa.


" Mas Rafa kok wangi banget sih, mau ketemu kak Diana apa harus serapih dan sewangi itu !, " Intan menatap tajam suaminya.


Rafa melongo mendengar nya, hingga ia memandang mamah Elen seperti meminta penjelasan. Namun sang mamah hanya mengangkat kedua bahunya tanda tak mengerti.


" Ttaapii... mas kan memang biasa seperti ini sayang ?, "


" Iya tapi ga perlu kegantengan gitu pakai parfum segala!!!, "


Rafa bingung tak tau harus berkata apa lagi, ini sungguh bukan Intan !!!!


" Mah Rafa berangkat yah, akhirnya ia memutuskan untuk berangkat dari pada berdebat dengan istrinya yang aneh pada hari ini.


" Mah, aku juga berangkat yah?. "


" Iya nak, kamu hati hati yah, jangan terlalu lelah, jangan biarkan perut mu lapar , makan apapun yang kamu inginkan.!


" Iya mah !, " Intan bingung dengan nasihat mertuanya, Begitu juga dengan Rafa .


" Ini sungguh aneh !, " Sekilas Rafa melirik Intan.


"Mas aku turun di halte yah !. "


" Tidak sayang, kamu turun di parkiran saja !. "


" Mas nanti ada yang lihat !. "


" Mas akan memberitahu kan mereka nanti !,"


Rafa ingin sekali mempublikasikan bahwa Intan adalah istrinya.


" Mmaasss....! " Intan sudah menekankan kata katanya,


" Baik lah ....! " Dengan kesal Rafa menghentikan mobilnya di depan halte Bus.


" Aku turun yah mas ! "


" Hati hati....! "


Intan tak menjawabnya, ia langsung keluar dari mobil dan berjalan, Rafa belum menjalankan mobilnya, ia ingin memastikan dulu keselamatan sang istri. Ketika Intan sudah memasuki gedung perusahaan barulah Rafa menjalankan mobil nya.


Rafa Memarkirkan kendaraan nya. Sekilas ia melihat Pak Antonius sedang mengobrol dengan Intan di lobby, mereka memang ada rencana untuk meninjau proyek, tapi kenapa pak Antonius bisa datang sepagi Ini sedang kan agendanya masih satu jam lagi.


" Hufff... " Rafa mencoba menetralkan gejolak cemburu nya, ia takut kalau Intan akan meninggalkan dirinya.


" Pak Antonius anda sudah datang ?, " Akhirnya Rafa mencoba untuk menghampiri mereka,


" Ah,, pak Rafa , Iya Pak kebetulan tadi saya lewat sini, jovan bilang agenda kita hanya kurang setengah jam lagi, jadi aku memutuskan untuk menunggu saja di ruang loby, dari pada harus bolak balik.

__ADS_1


Tak masuk akal menurut Rafa seorang pemilik perusahaan besar yang pastinya punya kesibukan yang luar biasa, mau membuang buang waktunya untuk menunggu seperti ini.


" Buaya darat sedang moduss . " Gumam Rafa dalam hati.


"Baik lah pak Antonius anda bisa menunggu di ruangan saya saja, biarkan sekertaris saya bekerja, " Rafa lebih memilih membawa lelaki tebar pesona itu ke ruangannya dari sebagai bentuk menghormati juga ia bisa mengawasi Intan dan pak Antonius.


" Oke, baik lah !, " Pak Antonius berdiri lalu ia mengulurkan tangannya pada Intan untuk membantunya berdiri,


Entah sadar atau tidak Intan justru menyambut uluran tangan pak Antonius, bahkan menggenggamnya, membuat mata Rafa membola sempurna.


" Terimakasih , " Ucap Intan dengan senyum , ia tak melihat wajah suaminya yang sudah merah padam menahan rasa cemburu nya.


" Sama sama nona , " Senyum yang pak Antonius berikan tak kalah manis.


Sepanjang perjalanan menuju ruangan nya Rafa selalu memperhatikan pak Antonius , yah,,, mata lelaki itu selalu mencuri curi pandang pada Intan, sedang kan Intan matanya lurus ke depan.


" Silahkan masuk pak !, " Rafa membuka pintu ruangannya.


Intan berjalan menuju mejanya, sedangkan Pak Antonius duduk di sofa dan Rafa duduk di kursi .


Intan fokus dengan pekerjaannya, tanpa menghiraukan obrolan yang kadang terdengar dari Rafa juga pak Antonius.


" Menggemaskan sekali , " Batin pak Antonius saat melihat Intan serius bekerja.


Tibalah waktunya mereka meninjau proyek. mereka pergi berempat, sekertaris pak Antonius yang tadinya sedang ada urusan kini sudah bergabung dengan mereka .


Mereka memandang hamparan tanah luas yang akan di bangun Apartemen juga pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia.


Pembicaraan bisnis pun terus berlangsung , hingga hampir dua jam mereka ada di situ, dan sudah waktunya mereka untuk kembali .


Intan agak kesulitan untuk berjalan karena menggunakan sepatu berhak dan kontur tanah yang tidak rata, walau hak sepatu itu tak terlalu tinggi, tetap saja itu tidak cocok jika di gunakan pada keadaan jalanan yang tidak rata.


" Aawwww.... " Kaki kanan Intan terkirlir karena menginjak batu besar dan terpeleset hingga membuat nya jatuh ke samping, dengan refleks Rafa dan pak Antonius menangkap tubuh Intan yang hendak jatuh, namun karena posisi Pak Antonius lebih dekat di banding Rafa, jadi Intan jatuh lebih dulu pada pelukan pak Antonius.


" Maaf Pak tidak sengaja, " Intan buru buru melepaskan tubuh nya dari pelukan pak Antonius,


Tangan Rafa sudah mengepal sempurna, mungkin jika tangan itu di gerakan tenaga nya bisa power full.


Rafa segera menarik tangan Istrinya agar berdiri sempurna, namun Intan malah menunduk sambil meremas bagian bawah perut nya yang tiba-tiba saja terasa nyeri.


" Anda tidak apa apa nona ?, " Pak Antonius terlihat khawatir, begitu juga dengan Rafa.


Intan menengok ke arah Rafa dengan wajah pucat, " Sakit , " Intan berkata hampir tak bersuara sambil meremas perut bawahnya.


Intan pingsan tepat di pelukan Rafa ,


" Sayang, kamu kenapa, ayo bangun, " Rafa begitu panik. Ia langsung menggotong tubuh Intan tanpa menghiraukan Pak Antonius serta sekertaris nya yang masih diam di tempat.


" Jo, apa tadi kamu mendengar dia memanggil sekertaris nya dengan sebutan sayang ?. "


" Iya Pak saya mendengar !!. "


-


-


-


tbc


Othor bingung mau kasih konflik yang bagaimana, karena cinta antara Intan dan Rafa terlalu gumuss jadi ga sampai hati Othornya 😅😅.

__ADS_1


__ADS_2