Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Tanda tanda


__ADS_3

Usia kandungan Intan sudah memasuki bulan kelahiran, segala persiapan sudah hampir sempurna untuk menanti anak mereka, yang paling sibuk di sini adalah mamah Elen dan Bu Ida, semua keperluan baby juga Intan merekalah yang mempersiapkan. Jika biasanya mencari perlengkapan anak pertama itu adalah hal paling membahagiakan bagi kedua pasangan, namun berbeda dengan Rafa dan Intan ia sama sekali tak ikut andil dalam hal itu, karena semuanya sudah di persiapkan oleh kedua orang tua mereka. Bahkan warna untuk anak mereka pun nenek nenek nya yang menentukan, Rafa dan Intan sengaja tak ingin tau apa jenis kelamin anak mereka, nanti biar itu menjadi kejutan seluruh keluarga besar mereka. Yang terpenting anak sehat dan bundanya pun sehat. Rafa dan Intan tidak mempersalahkan itu, mereka bahagia melihat para nenek nenek nya begitu antusias menyambut kelahiran cucu pertama bagi kedua keluarga.


" Sayang , kamu tidak usah mondar mandir seperti itu, nanti kamu lelah !!, "


" Mas, aku ini lagi olahraga loh, biar lahirannya lancar. "


" Iya , tapi cukup sekali putaran saja !, "


Intan tak menanggapi ucapan konyol suaminya. Ia tetap mondar mandir di taman samping rumah mereka,sembari merentangkan kedua tangannya dan mengatur pernafasan,


" Sayang sudah yah ?, " Rafa mengikuti Intan dari samping sambil memegang lengan kanan Intan.


" Mas ribet banget deh, sudah sana duduk saja !, " Intan kesal suaminya ini selalu mengikuti dan berada di sampingnya.


" Sayang, nanti kamu lelah bawa perut sebesar itu !!!, "


" Mamaaah.... mas Rafa nih...! " Intan sengaja berteriak memanggil mamah Elen karena sudah kesal dengan suaminya.


Rafa langsung celingukan takut mamah nya langsung datang.


Dan benar saja, mamah Elen langsung datang begitu Intan berteriak memanggilnya.


" Ada apa Intan ?, "


" Mas Rafa nih mah, ga bolehin aku olah raga, dari tadi ngeribetin aja , " Adu Intan pada mertuanya.


Mamah Elen yang memang sedang memegang majalah langsung menggebuk pundak Rafa dengan majalah.


" Aduh mah,, sakit...! "


" Kamu tuh, istrimu itu sedang berolahraga agar dapat melahirkan secara normal, jangan di ganggu, ! "


" Tapi mah aku takut dia lelah, lagi pula mamah liat nih perut Intan sebesar ini, nanti jatuh mah,!" Rafa menunjukkan perut Intan.


" bukk.. sembarangan kalau ngomong, " Mamah Elen menggebuk untuk yang kedua kalinya.


" Nak, kalau lelah Istirahat yah ?, " Ucap lembut mamah Elen pada Intan.


" Iya mah, aku bahkan baru mulai, tapi mas Rafa nya gangguin terus !, "


" Lebih baik kamu masuk sana, biar mamah yang menemani Intan ??, "


" Rafa ga mau mah, ! "


" Ya sudah kalau begitu kamu jangan gangguin Istrimu terus !, "


Intan pun memulai kembali olahraga nya. yah walaupun tetap mendengar ocehan ocehan dari suaminya, hingga tubuhnya sudah merasa lelah,


" Sudah lelah sayang !. " Rafa memijat lembut kaki Intan yang berada di pangkuannya.


" Sedikit mas !, "


" Ini minum nak ,! " Mamah Elen yang datang dari dapur dengan membawa susu hamil untuk menantunya.

__ADS_1


" Terimakasih mah, " Intan menurunkan kaki nya dan menerima segelas susu dari ibu mertuanya.


" Mah aku bawa Intan istirahat di kamar yah ?, " Ucap Rafa


" Iya, biarkan Intan istirahat !. "


Rafa menuntun Intan ke kamarnya. Sesampainya di dalam kamar Rafa langsung mencari pakaian untuk Istrinya itu, karena baju Intan basah terkena keringat saat berolahraga.


" Sayang, ganti baju mu !, " Rafa memberikan kaos longgar untuk di pakai Intan agar lebih nyaman.


" Aku ganti di kamar mandi saja mas !, "


" Di sini saja sayang, mas janji ga akan ngapa ngapain !!, "


Intan menatap suaminya dengan raut wajah tak percaya,


" Bukan kah mas selalu bilang, percaya lah sayang,,, tapi nyatanya apa ???, " Intan menatap kesal suaminya


" Hahahaha,,,kamu itu menggemaskan ,,,,Percayalah sama mas sayang !, " Ucap Rafa mengulangi ucapan yang selalu dia ucapkan dan nyatanya tak bisa di percaya, Rafa tertawa lagi melihat raut wajah Istrinya yang lucu


Mau tidak mau Intan membuka bajunya di depan suaminya, " Kita lihat saja nanti!, " Batin Intan.


Rafa menelan salivanya begitu melihat Intan sudah membuka seluruh bajunya, bagian depan tubuh Intan yang menjadi favorit nya sudah semakin membesar dan kadang sudah ada cairan asi yang keluar, Membuatnya ingin merasakan bagaimana rasa itu, namun setiap berhubungan Intan melarang memegang area itu, karena akan terasa sakit jika di pegang, itu membuatnya tidak tega.


" Sayang.,..? " Suara Rafa sudah terdengar serak .


" Apaaa !!!. " jawab Intan ketus


" Sayang, mas janji ga akan ngapa ngapain, percaya sama mas sayang,,, !, " Ucap Intan mengulangi kata kata suaminya dengan sedikit mengejek,


" Tapi sekarang mas menginginkannya setelah melihat itu !, " Rafa menunjuk bagian depan tubuh Intan dengan matanya.


" Kan aku bilang juga apa, aku ganti baju di kamar mandi saja!!!. "


" Sudah telat sayang...! "


" Aku ga mau, Sini baju nya !, " Rafa mengambil baju yang akan di gunakan istrinya, hingga kini Istrinya itu hanya menggunakan bra saja.


" Kasih mas sedikit saja ?, "


" Kasih apaan sih ?, " Intan tak mengerti namun saat Intan mulai paham, ia mengambil bantal lalu melempar nya ke sang suami.


" Ga usah mesum gitu deh mas, ini punya anak kamu !, "


" Berdua juga belum tentu habis sayang....! "


" Anak kita nanti akan membutuhkan asi selama dua tahun mas, jadi butuh asi lebih banyak . ! "


" Dua tahun ???, Jadi maksud mu mas harus berbagi selama dua tahun ??, "


" Apa maksud mas dengan berbagi ?, Ini hanya milik anakmu,! "


" aaah... mas ga akan kuat sayang !!! Rafa menjatuhkan tubuhnya di kasur, kata kata Istri nya itu membuatnya lemas.

__ADS_1


" Lebay deh kamu mas....!! "


" Sayang...?, " Rafa bangun dan duduk di samping Istrinya, dan istrinya itu belum juga memakai pakaian. Karena Rafa melemparnya.


Pandangan Rafa sudah tak bisa di kondisi kan.


Dan akhirnya Intan menuruti apa yang di Inginkan, Rafa melakukannya secara perlahan, karena takut akan menyakiti Intan dan juga anak mereka,


Kelembutan yang Rafa berikan membuat Intan merasa nyaman, Mereka melakukanya dengan posisi yang aman, sesuai yang di sarankan dokter kandungan.


Intan dan Rafa langsung tertidur setelah melakukan kegiatan panas mereka, hingga jam makan siang , Rafa memang sudah mengambil cuti saat usia kandungan Istrinya udah masuk ke sembilan bulan atau hanya tinggal menunggu lahirnya saja, kalau ada pekerjaan yang mendesak saja itu pun hanya beberapa jam saja Rafa ke kantor lalu pulang kembali. atau dia akan mengerjakannya di rumah saat istrinya sedang tidur.


Intan merasakan ada sesuatu yang keluar dari jalan lahirnya, namun dalam pikiran mungkin itu adalah sisa cairan saat berhubungan dengan Rafa tadi. Lalu Intan beranjak ke kamar mandi untuk mandi karena tubuhnya sudah terasa lengket.


Rafa pun ikut bangun, ia juga mandi dan setelah itu mereka keluar dari kamar untuk makan siang, sudah ada mamah Elen dan pak kuncoro juga bu Ida yang memang sering menginap atas permintaan besan juga anaknya.


" Ini makan yang banyak sayang...!, " Rafa menyendokkan nasi serta lauk nya, dan semua pun mulai makan, mereka semua fokus pada makanan nya masing masing.


Berbeda dengan Intan, ia seperti merasakan ada yang berbeda pada perut nya, jadi berasa lebih kencang dari biasanya.


" Sayang kamu kenapa ?, " Rafa melihat raut wajah yang berbeda dengan Istrinya, terlihat seperti orang yang sedang bingung.


" Tidak apa apa mas, " Intan menggeleng lemah,


Tiba-tiba saja Intan menangis, yang membuat semua orang bingung,


Rafa meletakkan sendoknya cepat hingga menimbulkan suara keras.


" Sayang kamu kenapa ?, " Rafa panik saat mendengar isak tangis istrinya.


Bukan hanya Rafa, seluruh orang tua yang ada di meja makan itu pun panik takut tak terkecuali pak kuncoro, hanya saja ekspresi nya hanya datar saja.


" Kamu kenapa nak ?, " Bu Ida langsung bangun, mengitari meja dan mengelus punggung anaknya.


" Apa kamu ingin makanan yang lain sayang ?, mas belikan, jangan menangis yah...! "


" Nak apa kamu merasakan sesuatu ?, " Tanya mamah Elen


" Maaf, aku pipis mah...! " ucap Intan malu


Semua mata langsung tertuju pada bawah kursi yang Intan duduki. ada sedikit aliran air yang mengalir dari kaki Intan, dan bawahan yang Intan kenakan pun terlihat basah.


Mamah Elen dan bu Ida saling pandang, dan mereka mengangguk.


" Rafa kamu ambil perlengkapan yang sudah di siapkan di tas, kita ke rumah sakit sekarang !. "


" Mah, Intan pipis, kenapa harus di bawa ke rumah sakit....!


-


-


tbc

__ADS_1


__ADS_2