Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Cemburu


__ADS_3

" Sayang, mengapa Arka tidak di bawa ?, " Tanya Rafa setelah makanan mereka habis.


" Tidak boleh sama ibu, !, "


" Kalau kemana mana kamu harus bawa Arka, jika kamu lelah menggendongnya kita bisa pakai jasa babysitter !!, "


" Kenapa ?, " Intan terlihat bingung.


" Lihat dirimu sayang, kamu sudah punya suami bahkan sudah punya baby, tapi kamu masih terlihat seperti gadis remaja, mas tidak mau nanti kamu di goda lelaki lain, setidaknya kalau kamu bawa Arka mereka akan tau kalau kamu sudah menikah ! , " Ucap Rafa sambil memeluk istrinya dari samping dengan posisi duduk, mengendus endus leher Istrinya yang sangat harum itu.


" Tapi kalau mereka mengira Arka adalah adik ku bagaimana ?, "


" Aaakk... benar juga, kalau gitu jangan lepaskan ini !!, " Rafa menunjuk cincin kawin yang melingkar di jari manis Intan.


" Kalau soal cincin, yang belum menikah pun bisa memakai cincin ? " Intan terus saja menggoda


" Ya sudah kalau begitu kamu jangan keluar rumah !, " Kesal Rafa


" Hahahah... Intan tertawa lucu .


" Sudah pintar kamu yah meledek suamimu ini !!, "


" Iya,, iya,, ampun,, mas,,,, sudah,,,! "" Rafa terus saja menggelitik ki Istrinya yang membuatnya gemas itu, Dan mereka berhenti ketika mendengar suara ketukan pintu.


Intan membenarkan baju serta posisi duduknya.


" Masuk !, " Jawab Rafa


Nola sang sekertaris masuk ke dalam,


" Ada apa ?, " Tanya Rafa datar


" Jam 1 kita ada pertemuan dengan perusahaan Global Raya pak !, " Ucap Nola dengan suara yang di buat selembut mungkin.


" Hemm...! " jawab Rafa datar


Nola melihat jam tangan mahalnya, pukul satu kurang lima belas menit lagi


" Pukul 1 kurang lima belas menit lagi pak !, " Sambung Nola.


" Baik lah nanti saya yang mengingatkan, silahkan tunggu di luar !, " kali ini Intan yang menjawab, Ia jengah Nola berdiri di depan Rafa dengan pose yang menantang seperti sengaja membusungkan dada nya.


" Baik lah , " Jawab Nola dengan senyum yang di paksakan sambil membungkukkan tubuhnya. Hingga yang besar itu sedikit terlihat.


" Tunggu...! " Intan menghentikan langkah Nola.


" Iya bu ?, "


" Apa kamu tidak merasa sesak ?, "


" Sesak ?, " Nola terlihat bingung


" Baju mu begitu ketat, saya takut kamu kesulitan bernafas nantinya , mulai besok pakailah yang sedikit lebih longgar, agar pernafasan mu aman!!, "


" Baik bu, permisi !, " Nola tersenyum palsu


" Sayang, mas justru yang merasa sesak sekarang !, "


" Kenapa ?, habis melihat gunung merapi sekretaris mas yang baru jadi sesak begitu ?," Intan menyilang kedua tangannya sambil menatap tajam suaminya.


" Kamu yang memancing mas tadi !, "

__ADS_1


" Siapa yang memancing ?, "


" Saat kamu kesal dengan Nola, tanpa sadar kamu meremas paha mas sampai hampir menyentuh dia di sana !!!, "


" Mana ada ???, " Intan tak Terima


" Kan mas yang merasakannya sayang ,! " Ucap Rafa gemas


" Ini sudah tidak aman !!, " ucap Intan dalam hati.


" Ayo !, " Saat Intan sedang melamun Rafa sudah berdiri dan menarik lengan Istrinya itu.


" Aa,, ayo ke mana ?, " Ucap Intan sedikit gugup, ia sebenarnya tau betul apa yang akan terjadi setelah ini.


" Olah raga !, " Rafa menaik turunkan alisnya


" Mass, mas,, tunggu mas, ponsel ku bunyi !, "


Intan melepaskan tangannya yang di genggam Rafa, dan langsung merogoh ponsel yang ada dalam tas nya.


Rafa diam memperhatikan.


" Mas, aku permisi yah, Arka menangis !, " Intan mengecup sekilas pipi Rafa sebelum berjalan cepat ke arah pintu.


" Sayang, terus bagaimana ini nasib si....! "


" Nanti malam saja," Ucap Intan sebelum keluar dari pintu.


" Awas saja kalau nanti malam banyak alasan !, " gumam Rafa, ia tersenyum lucu melihat wajah panik istrinya tadi.


Rafa melihat jam yang sudah tepat pukul satu, Ia keluar ruangan begitu saja melewati sang sekertaris tanpa berniat menegurnya.


Nola segera berdiri lalu mengikuti sang bos dari belakang, sembari membawa beberapa map .


Sepanjang rapat Rafa sedikit memperhatikan cara kerja Sekertaris baru nya, Lumayan untuk ukuran Sekertaris baru tapi sudah hampir menguasai materi rapat, juga dapat menjelaskan tentang fisi misi perusahaan pada klien , Rafa akui Nola wanita cerdas tanpa banyak bertanya tetapi sudah mengetahui apa yang harus dia lakukan. Sedikit meringankan pekerjaan Rafa kali ini. Hampir dua jam dan rapat berakhir.


Sekertaris barunya juga mendapat pujian dari klien nya, karena penjelasannya mudah di mengerti. Hingga salah satu kliennya membisikkan kata kata yang aneh di telinganya " Kalau sekertaris nya seperti sekertaris anda, mungkin saya akan lebih betah di kantor , " Begitu bisik lelaki paruh baya dengan perut buncit yang menjadi partner bisnis Rafa kedepannya.


Rafa hanya tersenyum saja menanggapi, tak ingin berkomentar apapun, Lelaki itu tak tau jika sekertaris sebelumnya bahkan seperti bidadari, yang justru membuatnya tidak betah di kantor dan ingin selalu cepat pulang.


" Terimakasih. " Rafa mengucapkan kata itu pada Nola sebelum masuk ke dalam ruangan nya.


" Sama sama pak ,! " Nola sedikit membungkukkan tubuhnya,Rona bahagia terpancar dari Nola, ucapan terimakasih dari bosnya, yah walaupun tanpa ekspresi itu ia anggap sebagai pengakuan keberadaan dirinya. Tatapan Nola berbeda dari biasanya.


***


Sore menjelang, Rafa sudah ada dalam perjalanan menuju rumah nya, Semenjak menikah dan sampai sekarang Rafa memiliki anak, ia selalu ingin cepat pulang dan jarang sekali lembur di kantor.


" Asalamualaikum..? " Salam Rafa saat masuk ke dalam rumah.


" Waalaikumsalam, " Bu Ida yang menjawab salam itu.


" Bu...! " Rafa mencintai tangan ibu mertuanya.


" Sudah pulang nak ?, "


" Sudah bu, di mana Intan dan Arka ?, "


" Baru saja naik ke atas, habis mandiin Arka !,"


" Kalau begitu Rafa ke atas ya bu ?, "

__ADS_1


Bu Ida hanya mengangguk,


Rafa naik ke atas menuju kamarnya, membuka hendle pintu secara perlahan. . Ia sedang melihat Intan melamun di balkon kamarnya. sedangkan Arka terlihat sedang tidur sehabis mandi.


Rafa mendekati Intan secara perlahan agar Istrinya itu tak melihatnya....


" Aakhhh.." Intan terkejut karena tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang, dan melingkar kan tangannya pada perut langsing nya, namun Ia tersenyum ini pasti suaminya.


" Apa yang sedang kamu pikirkan sayang ?, "


" Tidak ada mas !, "


" Bohong ..! " Jawab Rafa sambil mengendus endus tengkuk Istrinya, hingga membuat Intan, bergerak gerak karena geli.


" Benar mas !, "


" Apa memang ada manusia yang tidak memikirkan apapun??, "


Intan menatap malas suaminya.


" Sayang, mas mau menagih janji kamu !, "


" Janji apa ?, "


" Tadi kamu bilang kamu sedang tidak memikirkan apapun?, sekarang pikirkanlah janji kamu sama mas tadi siang itu apa ?, " Ucap Rafa dengan tangan yang sudah bergerilya ke mana mana.


hingga membuat ******* yang tertahan dari bibir istrinya hampir saja lolos.


" Sekarang sudah Ingat sayang ?, " Ucap Rafa dengan suara serak sambil menggigit kecil telinga Intan.


" Aaaww.. sakit mas !, "


Rafa membopong tubuh langsing istrinya, masuk kedalam, saat ia ingin meletakkan di atas ranjang, ia baru ingat kalau ada Arka menguasai ranjang , Akhirnya Rafa memilih bermain di sofa....


***


Tak hanya Rafa yang melakukan olahraga, di lain tempat ada yang hampir saja melepaskan keperawanan belum dalam ikatan yang sah..


" Jangan seperti ini ?, kita belum menikah ,, Aakkhhh.... belaian lembut saja sudah membuat gadis berambut panjang itu terus saja mendesah...


" Sayang ayo kita menikah..., aku tidak yakin bisa menahan ini terus...! "


" Bisa kah menunggu sebentar lagi ???, "


Gerakan tangan lincah itu terhenti.


" Sebentar lagi ?, kita bahkan sudah satu tahun berhubungan, apa itu tidak cukup?, berapa lama lagi aku harus menunggu, apa keseriusan ku selama ini tidak cukup untuk mu?, "


" Bukan seperti itu !!, "


" Lalu kenapa, ??, "


" Hanya......!, "


" Hanya karena kamu belum mencintaiku sepenuhnya begitu ?, "


Kisah nya tidak semanis dan semulus kisah Intan dan Rafa...


-


-

__ADS_1


tbc


Maaf tidak bisa rutin update 🙏


__ADS_2