
"Aduuuh... sakit om!. " Intan mengelus keningnya yang di sentil oleh Rafa.
" Apa yang kamu pikirkan ?. "
" Menikah ... "
" Anak kecil, sudah sana pulang, sudah malam jam kerjamu sudah selesai. " Rafa berjalan ke arah kamarnya lalu masuk ke dalam meninggalkan Intan yang masih terdiam di ruang tamu.
" Begini ya rasanya kalau beneran di lamar, serasa ada dua jantung yang lagi salto di dalam . " Intan memegang dadanya,
Tapi sayangnya omongan itu hanya bercanda .
***
Pagi pun menjelang hari ini Bu Ida mulai berjualan. Intan dan ibunya sudah mulai sibuk di dapur .
" Tan ini sarapan buat nak Rafa ya. " Ibu menaruh nya di meja.
" Iya bu " Jawab Intan sembari mengelap elap meja dan etalase di depan.
Setelah semua beres dan makanan sudah berjajar semua di etalase, Intan bersiap akan mengantarkan sarapan untuk Rafa.
" Bu aku nganter makanan y ?. "
" iya sudah berangkat saja. " teriak Bu Ida dari dalam
" Tapi ini takut ada kucing bu . "
" Iya nanti ibu ke depan. "
Intan pun berjalan menuju rumah Rafa.
" Asalamualaikum...? "
Sudah beberapa kali Intan mengetuk pintu namun Rafa belum juga membukakan pintunya.
" Oom !!!!, bangun, ini sudah siang nanti kesiangan loh... " Intan sedikit meninggikan suaranya
" Berisik ,,,!." Rafa membuka pintu
" Yeeeh.. salah sendiri dari tadi di bangunin juga . "
Rafa tak menanggapi, ia berjalan kembali menuju kamar.
" Om , om ga kerja ? , tumben belum rapih?. "
" Hari ini berangkat agak siang, tidak ke kantor langsung menemui klien nanti . "
" Ooh... "
Intan melihat ke sekeliling, ia bingung apa yang harus ia kerjakan, rumah sudah dalam keadaan rapih dan bersih.
" Kenapa kamu ?. "
" Aku ngapain yah om ?. "
" Entah lah, kamu kan bekerja untuk mamah saya, tanyakan saja sama dia . " Rafa ke kamar dan merebahkan tubuhnya di kasur dengan membiarkan pintunya terbuka lebar dan bisa di lihat Intan semua ini kamarnya,
" Rupanya pekerjaan aku ada di sini . " Intan manggut manggut sambil melihat kamar yang berantakan, terutama di meja kerja Rafa yang mungkin semalaman habis lembur.
__ADS_1
Intan membereskan baju baju yang tergeletak di sisi kasur , memasukannya ke dalam keranjang, merapihkan buku dan kertas kertas di atas meja. Semua ia bersihkan termasuk lantai, Kini semuanya sudah bersih dan Rafa tetap tidur tanpa terganggu dengan kehadiran Intan di kamarnya.
" Ternyata kamar nya tak se rapih di depan. " Intan mengelap keringat di dahi nya, sambil duduk di sofa tunggal yang berada di dalam kamar Rafa. " Kamar luas begini bikin cape aja ngerapihin nya. "
Tak lama terdengar bunyi alarm di meja nakas berbunyi. " Ooh ini mungkin sudah waktunya om bangun kali yah ?. " Ucap Intan pelan.
" Om, om bangun . " Intan mencoel bahu Rafa dengan telunjuknya.
" Hemmm... " Rafa masih enggan bangun
" Om bangun, nanti telat om di pecat loh . "
" Siapa yang mau mecat saya, saya sendiri yang punya perusahaan. " Rafa berucap masih dengan mata terpejam.
" Biar pun om yang punya, harusnya om sadar diri lah, kalau telat harus mecat diri sendiri . " Ucap Intan kesal dengan kesombongan Rafa.
" Brukkk... " Rafa menarik lengan Intan hingga Intan terjatuh di kasur tepat di hadapan Rafa.
" Apa kamu bilang . " Rafa menatap Intan dengan tatapan tajam. Dengan posisi wajah yang hanya sejengkal
" Ma maaf om . " Intan mendorong Rafa agar sedikit menjauh.
Namun beberapa detik Rafa merasakan hal berbeda, rasa yang tak pernah ia rasakan pada siapapun. Apa gadis kecil yang cerewet ini sudah di persilahkan hatinya untuk masuk ? , Rafa masih harus memastikan semuanya. Tapi apa iya ,,? , Dia sendiri bingung.
" Om awas... . " Intan segera mendorong tangan Rafa yang terlihat sedang melamun, dengan segera Intan beranjak dari kasur dan keluar kamar. Namun tiba tiba seseorang masuk ke dalam rumah Rafa, yang memang tidak terkunci.
" Weeiittss... dede gumus habis ngapain nih . " Sandy di kejutkan melihat Intan yang keluar dari kamar Rafa dengan merapihkan baju dan rambutnya.
" Astaghfirullah . " Intan sedikit menjerit karena terkejut, juga malu seperti orang yang ketangkap basah.
" Aanu om, iitu... " Intan terlihat gugup, jadi bingung harus berkata apa.
" Iya demus, om paham . " Sandy mengedipkan matanya sambil senyum senyum penuh arti.
" Ngapain lo pagi pagi ke sini ?. " Rafa keluar dari kamar dengan keadaan bangun tidur.
" Ya elaah bro kita kan ada janji bertemu klien 1 jam lagi. "
" Ooh iya . "
" Ada kemajuan ya bro sekarang ? . "
" Kemajuan apa ?. "
" Sepertinya sebentar lagi ada kabar baik . " Sandy melirik Intan
" Aah... gila lo, tunggu aja di situ gue mau mandi dulu . "
" Om mau aku siapin air hangat ga ?. " Intan menawarkan
" Ga usah.. "
" Pake air hangat aja bro, biar pegel pegelnya pada hilang . " Sandy menyindir Rafa, padahal dirinya lah yang salah paham.
Rafa tak menanggapi ucapan Sandy, dia langsung masuk ke kamar mandi.
" Mau minum apa om ?. " Intan menawarkan minuman pada Sandy.
" Akhirnya setelah sekian lama kalau main ke sini di suruh buat minuman sendiri, sekarang sudah ada yang membuatkan . "
__ADS_1
" Ya udah om mau minum apa ?. "
" Panggil kaka aja bisa ga jangan om ? , saya kan masih muda . "
" Ya ya baiklah , jadi mau minum apa ka ? . "
" Kopi saja . "
Setelah mendapat jawaban dari Sandy, Intan segera membuatkan kopi dan satu lagi teh madu untuk Rafa.
Rafa pun keluar sudah dengan pakaian yang rapih , Ia langsung duduk di meja makan sedang kan Intan menaruh piring dan sendok di hadapan Rafa. Lalu menaruh kopi di meja sofa depan Sandy
" Bro, lo ga nawarin gue, sarapan sendirian aja, ada orang nih di sini . "
" Ga ada ini cuma porsi buat 1 orang . "
" Iih pelit lo bro, gue juga dateng pagi pagi ini."
"Ka Sandy belum sarapan juga ?, aku ambilin ya di rumah . " Intan menawarkan karena merasa tidak enak dengan sahabat bos nya itu.
" Eeeh... tidak usah demus, cuma bercanda saja , saya sudah sarapan kok tadi, soalnya kalau kesini pasti tidak ada makanan, tapi kalau sekarang sepertinya bisa ikut sarapan lain kali. "
" Bisa ka nanti tinggal bilang saja . " jawab Intan
" Kau memanggilnya apa ?. " Rafa menghentikan sarapannya.
Intan menatap Rafa bingung,
" Dia manggil gue kaka, manis kan ? ,itu karena gue belum setua om om di sana . " Sandy mengedipkan mata pada Rafa lalu tertawa lebar.
"Kenapa ya orang dewasa di depan gue ini ribut mulu soal panggilan, gue aja yang bukan ibu ibu ga masalah di panggi ibu juga, toh gue juga bakal jadi ibu. " Batin Intan
Rafa tak memperdulikan nya, ia pun selesai sarapan dan . Intan segera membersihkan bekas makan Rafa. Saat Rafa bekerja Intan akan pulang dan akan kembali lagi saat Rafa pulang kerja.
" Kita berangkat dulu yah demus, sampai ketemu lagi . " Ucap Sandy dengan senyum manis nya.
" Kamu pegang kunci sekarang, dan ingat jam berapapun saya butuh, kamu harus siap 24 jam . "
" Kok gitu om??? . "
" Kenapa ??. "
" Tante Elen ga bilang kerja aku 24 jam . " Intan tak Terima.
" Terserah kamu mau Terima apa tidak , dan jika kamu panggil mamah saya dengan tante sekarang ubah panggilan kamu untuk saya . "
" Heemmm,,,, itu lagi . " batin Intan.
" Siang saya akan menghubungi kamu . "
" Untuk apa ?. """
" Tunggu saja . "
-
-
-
__ADS_1
tbc,
jangan lupa like, comen dan love nya kaka 😘😘