Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Hampir saja !!!


__ADS_3

Hari ini adalah hari keberangkatan Rafa, Sandy dan juga Intan menuju Canada, walaupun Intan sempat menolak namun Rafa bisa membuat nya menurut untuk ikut.


Intan lebih banyak diam saat perjalanan menuju Bandara, ia merasa takut karena ini adalah untuk pertama kalinya ia naik pesawat, dan langsung menempuh perjalanan yang jauh


" Sayang kamu kenapa ?. " Rafa memegang tangan Intan yang terasa dingin.


" Tidak apa apa !. ". Intan tersenyum kecil pada Rafa yang di lihatnya begitu khawatir


" Tapi tangan mu dingin sekali . " Rafa menggosok gosokkan tangannya pada tangan Intan hingga menimbulkan rasa hangat.


" Apa nanti kita di sana lama mas ?. "


" Tidak, mungkin hanya seminggu .! "


" Seminggu itu lama mas !. "


" Tidak juga, kita pergi berdua, mungkin nanti waktu akan berjalan lebih cepat. " Rafa mengedipkan matanya pada Intan.


" Awww... Sakit sayang,! Rafa mengelus pahanya yang di cubit oleh Intan.


Dan apa yang di lakukan Sandy yang duduk di depan ? , ia sengaja menggunakan earphone untuk menghindari perkataan bucin Rafa pada Intan seperti saat ini, yang membuat nya kangen dengan sang kekasih yang ia tinggal kan untuk beberapa minggu. Sandy juga sudah memiliki kekasih yang belum Rafa ketahui


Kini mereka sudah berada di dalam pesawat, perjalanan mungkin akan menempuh waktu kurang lebih 22sampai 24 jam menuju Bandara Toronto yang terletak di Mississauga Ontario yang juga merupakan Bandara tersibuk di Canada.


Rafa memperhatikan Intan yang lebih banyak diam dari awal berangkat hingga kini sudah ada di Pesawat.


Dan beberapa kali Rafa juga mengecek suhu tubuh Intan takut kalau Intan sedang demam.


Sedang kan Sandy yang duduk di bagian depan terlihat sedang tertidur.


" Istirahat lah, mas mau mengecek pekerjaan mas dulu . " Rafa mengecup kening Intan, membuat Intan merona malu.


Setelah hampir 24 jam berada si pesawat mereka kini sudah berada di Bandara Toronto Canada, Hawa dingin sudah menyambut mereka saat kaki mereka baru menginjakkan kaki di Canada.


Sandy sudah memesan Hotel lewat aplikasi yang tak jauh dari Bandara. Sehingga mereka tak membutuhkan waktu lama untuk mencapai hotel.


" Weeitts.. bro kamar lo di situ !. " Sandy menunjuk kamar yang berada di sebelah kamar Intan .

__ADS_1


" Ciih... gue nganter Intan doang, kasihan masih jet lag . ! "


" Ingat ini bukan acara bulan madu !," Sindir Sandy.


Rafa tak menimpali ucapan Sandy ia ingin segera masuk ke dalam agar Intan bisa beristirahat.


" Sayang, kamu ga apa apa ?. "


" Ga apa apa mas, hanya pusing saja .! "


" Kamu istirahat saja yah, setelah ini mas akan pergi sebentar dengan Sandy, kamu jangan kemana mana ?. " Sebenarnya Rafa tak ingin meninggalkan Intan namun ia harus segera menyelesaikan urusannya, tadi nya ia akan minta di temani Intan namun kondisi nya yang sedang tidak baik baik saja akhirnya ia mengurungkan Niatnya itu .


Intan mengangguk setuju, ia pun tak mungkin menemani Rafa dalam keadaan seperti ini.


" Nanti mas pesankan makanan, kamu makan yah !. " Rafa mengecup kening Intan lalu meninggalkan Intan yang memejamkan matanya guna menghilangkan rasa pusing nya.


Setelah beristirahat sebentar Rafa dan Sandy pergi ke sebuah perusahaan yang bekerja sama dengan nya. Mereka akan pergi ke dua tempat sekaligus, guna mempersingkat waktu karena Rafa tidak akan lama di sini.


***


Intan tertidur hampir tiga jam lamanya, hingga ia terbangun ketika ada seorang pelayan hotel mengantarkan makanan untuk nya yang sudah di pesankan oleh Rafa terlebih dahulu.


" Apa tadi dia bilang Split pea soup dan poutine ?, makanan apa ini. " Intan sebetulnya sangat lapar namun karena makanan di hadapannya ini tak sesuai seleranya ia menjadi tak bernafsu lagi, hanya mencicipi sedikit selebihnya ia lebih banyak minum air putih.


" Ooh iya aku kan punya coklat, " Intan merogoh tas ranselnya yang menyimpan dua batang coklat, " Lumayan buat mengganjal, aah... jadi kangen sayur asam buatan Ibu, " ucap Intan.


Intan sudah menyelesaikan makan nya, masih tersisa banyak karena Intan hanya mencicipinya saja.


" Mas Rafa sama kak Sandy kok lama yah ?, " Intan yang sedari tadi gelisah sudah tak betah sendirian, mau keluar dia tak berani takut nyasar di Negara orang akhirnya Intan memilih melihat keindahan kota Canada dari balkon kamarnya.


Intan memandangi langit senja kota Canada , tetap langit yang sama seperti Indonesia, Awan awan terukir indah dalam setiap gelombangnya, bintang masih menunggu giliran untuk menampakkan diri,warna Oranye yang membuat takjub akan pesonanya.


Saat kita melihat ke bawah di situlah kita sadar kalau kini ia berada jauh dari tanah kelahiran, memiliki langit yang sama namun di tempat yang berbeda beda.


" Sayang kamu sedang apa ?. " Rafa yang tiba-tiba masuk dan memeluk Intan dari belakang. Membuat Intan yang sedang melamun menjadi terkejut


" Mass,, geli ..! " Intan merinding ketika Rafa mencium sisi leher jenjangnya yang terbuka. Karena mulut Rafa yang terasa dingin di kulit nya

__ADS_1


" Sayang, apa yang sedang kamu pikirkan ?, Sampai tak sadar jika mas masuk ke dalam !."


" Tidak ada mas, hanya sedang menikmati pemandangan Indah . " Intan menggerakkan gerakkan badan nya karena geli , Rafa yang selalu menciumi leher serta pipinya dari samping.


" Sayang jangan bergerak gerak terus !. " Suara Rafa terdengar parau


" Mas nya, aku geli nih, udah sana aaah....!. "


Intan berbalik badan lalu berusaha mendorong Rafa.


Bukannya menyingkir Rafa justru semakin mendekatkan diri hingga tubuh Intan terhimpit tubuh Rafa tak ada jarak lagi, hanya baju tebal yang mereka gunakan menjadi pembatas nya.


" Mmaass!. " Intan gugup Rafa yang sudah semakin mendekatkan wajahnya.


" Di luar sungguh dingin, mas minta kehangatan sedikit yah...!. "


" Hemmpp. " Tak ada yang bisa Intan ucapkan lagi karena bibirnya sudah di bungkam oleh bibir Rafa yang tebal dan terasa dingin itu. Lum**an lum**an lembut mengalun , Rafa memberikan kelembutan yang membuat Intan selalu terbuai, His**an bergantian yang di iringi dengan decitan terdengar indah, Intan meremas jaket tebal milik Rafa, Lidah Rafa seolah mengabsen seluruh isi mulut Intan yang selalu membuat nya candu, Rafa semakin hilang kendali jika tak di sudahi, namun untuk menyudahinya Rafa sungguh tak ingin, ini nikmat yang tak ingin ia lewatkan karena Intan menerimanya dengan penuh cinta, Dua sejoli ini sepertinya lupa akan tujuannya ke Negara ini untuk apa, Intan mulai terbawa suasana sampai lenguhan keluar dari bibir pink mungil yang sudah membengkak akibat ulah Rafa. Tak taukah Intan suara itu justru mampu membuat gai**ah nya semakin memanas, Rafa menuntun Intan ke dalam ranjang besar hotel tanpa melepaskan pungutan mereka.


Menjatuhkan Intan dengan lembut , Rafa melepas sejenak ciuman syahdu itu, memandangi wajah putih bersih milik Intan yang merona dan mata cantik dengan bulu mata lentik itu terpejam dengan nafas naik turun. Intan membuka matanya, pandangan mereka bertemu tak lama pandangan Intan terpejam kembali saat Rafa membuainya lagi dan lagi, sepertinya Rafa sudah tak bisa mengendalikan otak sehatnya, hingga tangan nya masuk ke dalam jaket tebal milik Intan.


" Maass,, jangaaannn!. " Intan berkata dengan berat, ia merasakan tangan kekar Rafa menyentuh kulit dalam nya.


" Sayang..!!. "


" Mas, kumohon jangan... !. " Intan menggeleng lemah berusaha untuk menyadarkan Rafa.


" Sayang mas tidak bisa !!. " Suara parau terdengar


" Kumohon maasss.... !!. "


Rafa tak bisa mengendalikan diri saat ini, otaknya sudah tak bisa berfikir jernih...


" Maass.... " Intan menggeleng lemah...!


-


-

__ADS_1


-


Mohon maaf kalau tak rutin update, karena sedang ada pekerjaan, tetapi tetap di usahakan. tetap dukung cerita ini yah , terimakasih 😘😘


__ADS_2