
Rafa di buat kesal dan tentu saja malu ketika Sandy menjelaskan tentang apa itu penyakit bulanan bagi wanita. Ia merasa begitu bodoh mencari tau tentang itu, kalau bukan karena dirinya khawatir dengan Intan tak akan mau dia bertanya tentang hal memalukan itu.
Ingin marah tapi dengan siapa? , sedangkan dia sendiri yang bodoh.
" Aah... sungguh memalukan!. " Belum lagi sahabat nya itu tak henti henti menertawakannya.
Hari ini Intan berencana akan mendatangi rumah orang tua Rafa, Ia lebih memilih naik ojek online saja karena kalau di lihat dari alamat yang Rafa berikan tempatnya lumayan jauh.
" Ada apa sih Tan kamu di suruh ke rumah orang tuanya nak Rafa ?. " Tanya bu Ida
" Ga tau bu, aku juga bingung . "
" Kamu tidak membuat kesalahan kan Tan ?. "
" Enggak bu, lagian belum tentu aku di suruh ke sana karena berbuat kesalahan. "
" Iya juga sih, ya sudah nanti kamu ke sana jangan sore sore biar pulangnya ga kemaleman . "
" Iya bu . "
" Itu lauk yang sudah beres kamu bawa saja ke depan Tan ."Bu Ida menyuruh Intan membawa piring piring berisi lauk untuk di taruh di etalase dagangannya
Intan merapikan dagangan ibunya sambil mengelap meja juga kursi kursi. Tiba-tiba ada sebuah mobil mewah berhenti di pekarangan rumahnya dan itu membuat Intan menghentikan aktifitas nya.
" Pagi Intan . " Irfan menyapa Intan saat baru keluar dari mobilnya
" Pagi juga fan !."
" Lo udah sehat ??. "
" Udah, oh iya gue mau ngucapin makasih ya waktu itu lo udah nolongin gue . " Walaupun kejadian itu sudah berlangsung lama namun semenjak kejadian itu ia tak lagi bertemu dengan Irfan.
" Sama sama, lo ga usah ngucapin terimakasih, lagi pula gue seneng kok bisa nganterin lo, bahkan seneng banget malah . " Irfan ingat sudah mencicipi sesuatu yang manis dari Intan
" Bisa aja lo, Oh iya lo kok pagi pagi udah kesini ada apa ?. "
" Kenapa ga boleh ya kalau gue ke sini . "
" Iiis apaan sih lo, ya boleh lah, cuma kan lo orang sibuk . "
" Tapi sesibuk apapun gue kalau lo nyuruh gue ke sini pasti gue langsung dateng.... "
" Ada ada aja deh... . "
" Enggak gue mau kuliah, kebetulan jalannya searah, jadi gue mampir aja buat sarapan. " Irfan beralasan, bahkan jika di bandingkan dengan sarapan di rumahnya jauh lebih mewah di banding kan di warung kecil milik Intan. Itu hanya alasannya saja agar ia dapat bertemu dengan Intan dan utamanya adalah ia ingin menjadikan Intan kekasih nya, yaah.. walaupun semasa sekolah ia sudah beberapa kali mencoba namun selalu saja di tolak. Tapi kali ini ia akan mencoba nya lagi namun dengan hati hati.
" Ooh.. ya udah kalau gitu, gue siapin dulu ya sebentar , mau minum apa ?. "
" Teh manis hangat aja. "
" ok,,, tunggu ya. " Intan pun masuk ke dalam rumah untuk mengambil piring.
Intan merasa tidak enak jika meninggalkan irfan sendirian, karena itu ia pun menemaninya irfan sarapan sambil sesekali melayani pelanggan yang datang.
" Thanks ya Tan, gue udah kenyang sekarang . "
" Sama sama . " Intan tersenyum ramah
__ADS_1
" Berapa semuanya ?. " Irfan mengeluarkan dompet nya
" Ga usah fan, ini gratis buat lo, karena lo udah nolongin gue waktu itu . "
" Ga gitu lah . " Irfan mengeluarkan uang pecahan 100 ribuan 2 lembar dan di taruhnya di atas meja.
" Ini kebanyakan fan. "
" Gue pamit ya. " Irfan tak menghiraukan Intan yang ingin mengembalikan uang nya, ia langsung masuk ke dalam mobil nya
" Orang kaya mah bebasss. " Ucap Intan
***
Sore menjelang Intan bersiap siap untuk mendatangi rumah tante Elen.
" Bu aku berangkat yah?. "Intan mencium tangan ibunya
" Iya hati hati di jalan!!. "
" Iya bu pasti. "
"Oh iya ponselmu sudah di cast kan?, Jangan sampai susah di hubungi karena habis baterai. "
" Iya bu sudah full. "
" Ya sudah sana jangan pulang terlalu malam."
" Okeh siap . "
Hampir setengah jam Intan sampai mungkin karena menggunakan motor jadi cepat sampai, padahal tadi lumayan macet.
" Bang ini ga salah rumah ?. "
" Enggak neng, sesuai alamat yang neng kasih tadi, titiknya di sini . " Tukang ojek itu memperlihatkan ponselnya pada Intan agar lebih percaya.
" Iya sih . " Intan menggaruk kepala nya sedikit bingung
" Coba aja tuh neng tanya satpam nya, bener apa enggak
" Tapi abang bisa ga tunggu di sini sebentar, takut salah. "
" Iya neng . "
Intan mendekati pagar yang tinggi menjulang itu, Untuk bertanya pada satpam yang sedang duduk di dalam pos kecil samping pagar.
" MaaF pak mau tanya ?. "
" Tanya apa neng ?. "
" Ini alamatnya bener ga yah di sini ?. " Intan memperlihatkan alamat yang di berikan Rafa pada nya
" Iya bener neng, mau cari siapa ya ?. "
" Aku di suruh tante Elen ke sini pak ." Satpam itu menerka nerka siapa gerangan gadis kecil yang memanggil nyonya besarnya dengan Tante Elen ini.
" Eneng siapa y, nanti biar saya tanyakan dulu.. "
__ADS_1
" Saya Intan pak . "
" Tunggu sebentar ya. " Satpam itu belum mempersilahkan Intan masuk. Intan masih berada di luar pagar
Intan pun menyuruh ojek online itu untuk meninggalkan nya karena alamat nya sudah benar, Dan Sebelumya Intan sudah memberikan tips lebih karena sudah menunggunya.
Tak lama gerbang tinggi itu terbuka. " Silahkan neng, masuk saja sudah di tunggu . " Ujar pak satpam itu.
" Baik Pak terimakasih . "
" Subhanallah Indah banget . " Gumam Intan dalam hati. Saat masuk rumah orang tua Rafa matanya sudah di manjakan dengan taman luas nan asri, ada beberapa pohon buah yang tak terlalu tinggi dan sedang berbuah. Anggrek anggrek berjejer rapi dengan warna warni yang berbeda . Ada air terjun mini yang menambah kesejukan taman itu. Namun rumah nya tidak terlalu besar tapi tetap terlihat mewah.
" Nanti saja di pandangi nya, sekarang masuk saja dulu . " Tante Elen berbicara pada Intan yang sedang melamun sambil memandangi taman.
" Asalamualaikum tante . " Intan jadi merasa malu
" Waalaikumsalam, ayo masuk nak. " Tante Elen merangkul pinggang Intan untuk masuk bersamanya.
" Ayo duduk dulu, mbo Sum, buatkan minum ya. "
" Iya nyah. " Suara sahutan itu terdengar dari dalam.
" Kamu kenapa jadi tegang begitu sih. "
" Tidak kok tante . "
" Rafa bilang kamu jatuh dari motor ?. "
" Iya tante, cuma lecet sedikit saja . " Intan bingung kenapa juga Rafa harus bilang hal tidak penting ini pada mamah nya.
" Kamu tau tidak kenapa kamu tante undang ke rumah ?. "
Intan menjawab dengan menggeleng kan kepalanya, yang takut akan kata kata selanjutnya.
" Begini nak, seharusnya tante juga mengundang orang tua kamu, tapi tante pikir kamu harus tau lebih dulu. "
" Tentang apa ya tante ?. " Intan begitu cemas
" Begini tante ingin sekali kamu menjadi anak tante. " Ucap tante Elen dengan lemah lembut
" Maksudnya bagaimana y tante?. "
" Tante Ingin kamu menjadi anak angkat tante, adik nya Rafa .. "
Jlebbbb.... Orang tua dan anak tak sejalan
Rafa sedang menunggu jawaban mau atau tidak untuk menjadi kekasih nya, sedangkan mamah nya justru ingin mengangkatnya menjadi anak sebagai adik nya Rafa..
Jadi mana yang Intan pilih...
-
-
-
tbc
__ADS_1