Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Akhirnyaaaa...


__ADS_3

Intan terdiam sambil menunduk, Jantungnya berdetak seperti tidak normal jika dekat dengan Rafa, apalagi kali ini situasinya berbeda,


Rafa berdiri dari ke terkejutnya karena melihat Intan yang kini tepat berada di kantornya. Rafa berdiri di depan mejanya sembari menyilangkan kedua tangan nya di dada, tatapannya tajam kepada Intan yang sedang menunduk.


Lalu mata Rafa beralih ke Sandy yang sedang duduk di sofa dengan wajah yang seolah-olah tak bersalah.


" Jadi Lo tau semua ini ?. " Rafa bertanya pada Sandy


Sandy hanya mengangguk saja.


" Kenapa tak memberitahu ?. "


" Waktu itu kan gue mau bilang, kata lo itu gak penting !, "


" Lo tu yah!, " Rafa mengepalkan tangannya kesal pada Sandy


" Sory bro, "


" Keluar lo !, " Perintah Rafa pada Sandy


" Yah bro kita kan mau makan bareng !, "


" Tidak ada, silahkan keluar !, "


" Oke,, Oke,, baiklah, silahkan bernostalgia !, " Sandy beranjak dari duduk nya,


Intan melihat ke arah Sandy seolah olah memintanya untuk tidak keluar. Namun Sandy hanya senyum senyum saja sambil berjalan ke luar.


Dengan polosnya Intan berbalik badan hendak ikut keluar.


" Mau kemana ?, " Tanya Rafa terdengar dingin


" Mmmau keluar pak !. "


" Siapa yang menyuruh mu keluar ?, "


Intan menggeleng


" Duduk !,"


" Pak, aaku keluar saja ya !. "


" Duduk INTANN. " Rafa menekankan kata kata nya


" iiya pak, " Mau tak mau Intan menurutinya


Rafa mengikuti Intan dan duduk di sebelahnya.


" Ambilkan saya makanan !, " Rafa memerintahkan Intan


Tanpa kata Intan langsung menyediakannya tanpa canggung karena hal ini yang selalu ia lakukan untuk Rafa.


" Ini pak !, "


" Suapi !!, "


" Haaahhh !, " Intan terkejut dengan perintah Rafa itu


"Suapi , apa telingamu sudah tidak berfungsi ??, "


" Baik Pak , " Intan menyendokkan nasi lalu menyuapi Rafa dengan sedikit gemetaran.


Rafa dengan senang hati menerimanya, dalam hati ingin sekali ia berteriak karena bahagia,


" Kamu sudah makan ?, "


Intan menggeleng , Sambil mengaduk aduk nasi untuk di suap kan pada bos nya yang menurutnya di luar nalar itu .


Saat Intan akan menyuapkan makanan ke arah Rafa, justru Rafa malah membalikkan sendok itu ke arah mulut Intan.


" Makan !, "


Intan menggeleng,

__ADS_1


" Ayo makan Intan !, "


Akhirnya Intan menerima suapannya, dan mengunyah secara perlahan. Dan mereka pun makan bersama dalam satu piring dengan sendok yang sama , tak ada obrolan saat makan di antara mereka hingga 1piring telah habis mereka makan.


Intan memberikan Rafa minum, lalu Rafa memberikan sisa minuman di gelasnya pada Intan " Minum !, " Rafa menyuruh Intan meminum nya.


" Aku minum di luar saja pak !, "


" Kenapa?, kamu jijik ?, "


" Hahh,,, buka begitu pak,sini biar ku minum , " Intan langsung meminum habis sisa airnya.


Rafa menyunggingkan sedikit senyum yang tak terlihat oleh Intan.


" Jadi kamu sudah tau kalau kamu magang di sini ?, "


" Sebelumnya tidak pak .... "


" Panggil seperti biasa saja," Rafa risih sedari tadi Intan terus saja memanggilnya pak.


" Iya mas, sebelumnya tidak mas, aku bahkan lupa nama kantor ini, aku baru tau saat membaca ulang alamat kantornya , " Intan tak berbohong kali ini.


" Itu berarti saat sarapan bersama mamah kamu sudah tau akan di kantor ini ?, "


" Sudaah,,, " Jawab Intan pelan


" Lalu kenapa kamu berbohong, dengan bilang kalau kamu lupa nama perusahaan nya ??, "


" Iya maaf mas !!. "


" Apa sebegitu nya kamu membenci mas ??, "


" Tidak mas, aku tidak pernah membenci mas , "


" Lalu apa namanya kalau bukan benci ??, "


" Aku menyayangi mas, mana mungkin aku membenci mas ,, uupppsss, " Intan menutup mulut nya, ia kelepasan dalam berbicara kalau dia menyayangi Rafa.


" Tadi kamu bilang apa ?, "


" Tadi mas dengar kamu menyayangi mas begitu ?, " Kelembutan Rafa kini keluar


" Tidak mas, mas mungkin salah dengar. "


" Tidak mungkin mas salah dengar,,,!. "


" Mas, aaku mau kembali ke meja ku, ada tugas yang belum di selesaikan, " Intan tak ingin melanjutkan obrolan itu, sungguh itu membuatnya sangat malu,


Tangan Intan di tarik oleh Rafa, Intan yang awalnya hendak berdiri kini terduduk kembali karena di tarik oleh Rafa.


" Kamu belum mendengar jawaban dari mas kan?, "


" Jawaban ?, " Intan terlihat bingung, padahal ia tak sedang menyatakan cinta


" Mas juga menyayangi mu Intan !, " Rafa membelai lembut pipi Intan dengan mata yang berbinar penuh cinta.


Itu membuat Intan meneteskan air mata tanpa ia sadari.


"Kenapa menangis hemm...?, " Rafa bertanya lembut


" Aaaakkh,,, aku kangeeennnn,,, " Intan sedikit berteriak sembari menghentak hentakan kaki dan menutup wajah dengan kedua tangannya, mirip seperti anak kecil di depan Rafa


" Hahahah... kangen sama siapa ?. " Rafa tertawa melihat tingkah Intan.


" Sama mas Rafa !, "


" Sini sayang nya mas!, " Rafa menarik Intan dalam pelukannya


Pelukan yang selalu di rindukan Intan, juga Rafa yang selalu ingin memeluk tubuh mungil ini.


" Mas juga kangen !, "


Mereka saling berpelukan melepas kerinduan dari kedua orang yang saling mencintai. Intan bersandar pada dada bidang Rafa yang membuatnya nyaman, sedangkan Rafa mengelus lembut rambut hitam Intan.

__ADS_1


" Ehkeemmm,, " Sandy yang tiba-tiba saja ada di hadapan mereka


Intan yang terkejut langsung melepaskan pelukan Rafa, dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.


" Menganggu saja !, " Rafa menatap sinis pada Sandy


" Nantikan bisa di lanjut bro, kita ada pertemuan, dan tamu kita sudah menunggu di ruang rapat. "


" Apa bisa di batalkan saja ?, " Rafa sekilas melirik ke arah Intan yang terdiam sejak tadi.


" Jangan macam macam Bro, orang nya sudah menunggu !, "


" Kalau begitu aku permisi yah ?, " Intan beranjak bangun.


" Tidak, kamu tetap di sini !, "


" Aaku kan bekerja mas ?, "


" Aah, iya mas lupa , !, "


" Nanti kamu ke sini lagi kan ?, " Rafa memandang Intan penuh harap.


" Untuk apa masss??, "


" Rafa pliss deh, jangan mulai lagi ?, "


" Mulai apa maksud lo ? , "


" Mulai jadi gila , "


" Sialan lo,,,!, " Rafa menimpuk Sandy dengan bantal sofa


" Demus, silahkan kembali pada pekerjaan mu !, " Sandy mengedipkan sebelah matanya pada Intan.


" Jaga matamu !!!, " Rafa membentak Sandy.


Dan Sandy hanya mengangkat kedua bahunya acuh.


Rafa terus memandangi kepergian Intan sampai keluar dari pintu.


" Bro,! " Sandy menaik turunkan kedua alis nya


" Apa ?, "


" Bonus dong?, "


" Bonus apa ?, "


" Gue itu loh yang sudah bawa Demus ke sini , "


" Ya, kali ini gue berterimakasih sama lo, Dan lo mau bonus apa ?, " Rafa mengatakan itu sembari berjalan keluar dari ruangannya. Dan di ikuti Sandy yang berjalan di samping Rafa


" Serius Bro gue boleh milih bonusnya sendiri ?, " Sandy begitu antusias.


" Hemmm, " jawab Rafa sambil mengangguk.


" Asiiiik !!!, " Sandy senang sekali


" Apartemen boleh,,,,!!, "


Namun tiba-tiba saja Rafa menghentikan langkahnya, aaah,,, perasaan kesal dan cemburu kini ia rasakan lagi, matanya menatap tajam seperti ingin memangsa,tangan nya mengepal kuat menahan kesal


Sandy bingung mengapa Rafa menghentikan langkah nya, Sandy melihat arah pandang Rafa.


" Aaaah,,,, gagal deh ini bonus, " Gumam Sandy sambil mengusap wajah nya.


Yah.... Rafa melihat Intan sedang mengobrol dengan karyawan lelaki, yang bahkan lelaki itu terlihat tampan.


" Bonus akan cair jika lo bisa membuat tak ada satupun lelaki di kantor ini yang mendekati Intan,! " Rafa pergi dengan kesal meninggalkan Sandy yang terdiam


" Bagaimana bisa!!, "


-

__ADS_1


tbc, Buat yang sudah like, vote dan komen, terimakasih, ini untuk kalian 😘😘


__ADS_2