Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
sama sama marah


__ADS_3

Intan begitu takut ketika melihat mobil suaminya yang tengah terparkir, dan melihat kilatan amarah pada wajah suaminya yang berada di depan pintu. Namun ia tetap mencoba berekspresi biasa saja.


Intan langsung memarkirkan motornya di samping mobil Rafa.


" Asalamualaikum ! . "


" Waalaikumsalam, " Jawab Rafa singkat langsung meninggalkan Intan masuk ke dalam rumahnya.


Intan hanya menarik nafas, dalam pikirannya suaminya itu tidak mungkin memarahinya, Tak lupa Intan mengeluarkan kantung plastik yang berisi buah buahan di dalam bagasi motor yang berada di bawah jok nya.


" Dari mana ? , " ucap Rafa dingin saat Intan baru saja masuk,


Intan tak menjawab, ia berjalan ke arah dapur dan menaruh kantung yang berisi buah buahan di atas meja. Jangan lupakan kalau Intan juga sedang marah pada suaminya, yah walaupun tindakan nya ini juga tidak bisa di benarkan, pergi keluar rumah tanpa izin dari suaminya.


" Jawab pertanyaan mas Intan, kamu dari mana ?, " Jika Rafa sedang kesal ia akan memanggil Istrinya dengan sebutan nama nya.


" Aku membeli buah mas !, "


" Bukankah mas sudah melarang mu untuk keluar rumah!, kenapa kamu melanggarnya ???, "


" Aku hanya pergi sebentar mas, !, "


" Sebentar kamu bilang !, mas bahkan sudah dua jam menunggumu di rumah !, " Rafa terlihat kesal.


Intan tak menjawab, ia lebih memilih masuk ke dalam kamar dari pada berdebat dengan suaminya. Ia pun merasakan lelah pada tubuh nya, karena ini juga untuk pertama kalinya Intan mengendarai motor saat sedang hamil.


" Mas belum selesai bicara Intan!, " Rafa mencekal lengan Intan saat hendak masuk ke dalam kamar.


" Duduk ! " Rafa berkata tegas pada Intan


Dan Intan mau tidak mau menurutinya.


Rafa duduk di hadapan Intan seperti Menginterogasi istrinya.


" Kamu sedang hamil Intan, naik motor itu membahayakan kamu dan anak kita nanti nya, kenapa kamu selalu ceroboh, selalu saja membuat semua orang khawatir, !, " Rafa berkata pelan namun tegas.


" Aku ini manusia mas !!, "


" Apa maksud mu ?, " Rafa menaikkan alisnya mendengar ucapan dari Istrinya.


" Aku ini manusia yang butuh bersosialisasi, butuh teman tidak hanya suami, butuh di beri kepercayaan bukan selalu di curigai, aku selalu terkurung di rumah tanpa boleh kemanapun,aku sudah tidak berkuliah lingkup ku hanya di dalam rumah,bertemu dengan teman kuliah pun mas tak memperbolehkannya ,mas selalu melarang ku ini dan itu, aku bosan mas, !!!, " Jawab Intan dengan sedikit menggebu gebu karena kesal.

__ADS_1


" Jadi selama ini kamu merasa terkekang ?, " Suara Rafa terdengar kecewa


"Mas tau betul bukan itu yang aku maksud !! "


Rafa menatap Istrinya dengan tatapan yang sulit di artikan.


Sedangkan Intan Diam menunduk sambil mengelus perut nya yang buncit.


" Istirahat lah....! " Rafa beranjak dari duduknya dan pergi keluar dari rumah.


Air mata Intan lolos dari kedua mata indahnya, isak tangisnya mulai terdengar . Ia bukan tak bahagia, hanya saja ia juga ingin seperti orang orang normal lainnya, bahkan saat dirinya ke minimarket depan komplek saja suaminya itu melarangnya.


Sedangkan Rafa lebih memilih keluar dari rumah, agar tak menyakiti Intan lebih jauh dengan kata kata nya, ia takut kalau ia akan membentak istrinya, ia sadar ia masih belum begitu memahami keinginan istrinya, Yah mungkin Intan benar kalau selama ini ia terlalu mengekangnya, Rafa hanya ingin menjaga Intan dan calon anak mereka, apa itu salah ?,,, Dan dokter bilang kalau Intan tak boleh kelelahan karena kondisi kehamilannya yang rawan mungkin juga karena Intan hamil di usia yang masih muda !, Rafa sangat mencintai istrinya itu, jadi mungkin dalam segala hal yang berhubungan dengan Intan Rafa selalu berlebihan.


Sudah hampir 1 jam Rafa menepikan mobilnya di pinggir jalan ia ingin mendinginkan dulu pikirannya, Tiba-tiba ia teringat pesan mamah nya " Kamu hanya harus sabar menghadapi Istrimu, istrimu itu masih terlalu muda untuk hamil, mood bumil tidak bisa di samakan dengan mood manusia normal, dia akan bersedih berhari hari hanya untuk hal sepele, begitu juga sebaliknya dia akan bahagia karena hal sepele juga, jadi pahamilah apa keinginan istrimu, kamu yang membuatnya mengandung yang mungkin ia belum siap !!!!. " Kata kata mamahnya membuat Rafa menyalakan mesin mobilnya dan berbalik arah menuju rumahnya kembali.


***


Intan memandangi kamar lama nya, kamar tempatnya berkeluh kesah dulu, dulu menghabiskan waktu seharian di dalam kamar ini ia tak pernah merasa bosan, tapi sekarang !!!, ia bingung dengan apa yang ia rasakan, hingga membuatnya mencari tau di ponsel pintarnya tentang masa masa kehamilan dan apa yang sering ia rasakan saat ini . Hingga ia bisa menarik kesimpulan tentang apa yang sering ia rasakan, Jadi di sini siapa yang harus memahami??, dirinya kah atau orang di sekitarnya terutama suaminya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, Intan yang kelelahan pun tertidur dalam kamarnya.


Iya melihat Intan tertidur tersenyum kecil lalu menutup pintu kembali.


" Astaghfirullah....! " Bu Ida di buat terkejut ketika melihat menantunya yang tiba-tiba saja ada di belakang nya dengan wajah panik.


" Bu,, apa ada Intan ?, " Rafa bertanya dengan cepat.


" Aa,, ada , " Bu Ida terlihat bingung.


" Alhamdulillah... " Rafa bernafas lega. Saat pulang ke rumah Rafa sempat panik karena tidak ada Intan di rumah, trauma saat Intan pergi saat itu masih membekas hingga kadang membuatnya cepat panik saat Intan tidak ada. namun otaknya masih bekerja hingga ia memutuskan untuk kerumah ibu mertuanya, dan dia bersukur Intan memutuskan untuk ke rumah ibunya dan tidak kemana mana.


" Kalian itu ada apa ?, " Bu Ida menatap curiga


" Tidak ada apa apa bu !, "


" Baiklah kalau begitu ibu istirahat dulu,dan jika Intan bangun suruh dia makan, tadi dia bilang belum makan dari siang, "


" Intan belum makan ?, " Batin Rafa ia langsung menuju kamar Intan karena khawatir, tak biasanya Intan belum makan, Biasanya ada masalah apapun di antara mereka nafsu makan istrinya tetap biasa saja.


Rafa berlutut di samping ranjang dengan dua lututnya menjadi tumpuan. memandangi wajah ayu istrinya yang terlihat begitu damai saat tertidur, " Mungkin memang mas yang tidak memahami mu sayang, maaf kan mas , " ucap Rafa lembut sambil mencium kening istrinya.

__ADS_1


Intan merasa terusik dengan kecupan yang Rafa berikan.


Matanya Intan yang sedikit sembab memandang mata sayu suaminya,


" Sayang kamu menangis ?, " Ucap Rafa lembut.


Intan menggeleng pelan.


Rafa mengusap sisa air mata yang ada di sudut mata istrinya.


" maaf kan mas sayang...! " Rafa mengelus pipi cuby istrinya.


Intan mencoba bangun dan Rafa membantunya, Intan bersandar sambil mengelus perutnya, dan Rafa pun ikut mengelus perut istrinya.


" Anak ayah,, apa kamu lapar ?, " Rafa berbicara di depan perut Istrinya. Dan tanpa di duga bayi di dalam perut Intan bergerak gerak hingga membuat Intan sedikit meringis.


" Sayang, anak kita lapar, " Rafa senang sekali karena anak mereka merespon nya.


" Sayang, ayo makan, kasian nanti anak kita lapar, kamu juga belum makan kan dari siang tadi ??, "


" Aku belum lapar mas ?, " Intan masih kesal dengan suaminya


" Kamu tidak mungkin belum lapar sayang, !, " Rafa berkata dengan lembut.


" Aku sedang tidak ingin makan mas !, "


" Kamu ingin makan apa sayang, biar mas belikan!!!, "


" Aku bilang aku tidak ingin makan, " Suara Intan meninggi, entah lah ia begitu kesal dengan suaminya.


Hingga Rafa terkejut dengan bentakkan suara Istrinya yang untuk pertama kali nya ia dengar.


***


Bumil di lawan ,kalau udah beraksi kelar hidup lo !!!! 😅😅😅


-


-


tbc

__ADS_1


__ADS_2