
Rafa yang mengetahui bahwa hari ini Intan akan ke rumah orang tuanya pun ingin menyusul Intan, ia tau Intan masih di sana karena sebelumnya ia sempat berkirim pesan akan menjemputnya dan pulang bersama.
" Mah, Mah... " Rafa memanggil Mamahnya setelah ia masuk ke dalam rumah.
" Iiisss, kamu tidak bisa ucapkan salam yah ? , kenapa harus teriak teriak. "
" Hehehe.... maaf mah, asalamualaikum?. "
" Waalaikumsalam, jangan berisik adik mu sedang tidur, dia kelihatan lelah sekali. "
" Adik ??. " Batin Rafa bingung.
Ia ingin bertanya namun sudah di tinggal masuk ke dalam oleh mamahnya.
" Mah di mana.... ?. "
" Sudah jangan banyak bertanya dulu, mandi dan ganti baju lah, mamah akan memberi tau sesuatu . " Mamah Elen masuk ke dalam kamarnya,
Rafa pun masuk kedalam kamarnya dengan perasaan bingung karena belum bertemu dengan Intan, juga ucapan mamah nya tentang adik, siapa yang dia maksud adik itu .
Dia pun segera mandi dan berganti pakaian lalu dengan cepat pula keluar dari kamar nya.
Ia melihat Intan sedang berbincang dan tertawa tawa kecil dengan mamahnya. Terlihat begitu akrab, " sepertinya mamah sudah akrab dengan calon mantunya." Rafa merasa sedikit senang dalam hatinya
Ternyata mereka sedang melihat album foto semasa Rafa masih kecil, sangat lucu dan menggemaskan.
" Mah , kenapa mama memperlihatkan aib itu . " Rafa merasa malu saat ia kecil terlihat gembul bahkan sedang memegang boneka beruang.
Intan mencoba menahan tawanya
" Ooh kamu sudah selesai , sini duduk. "
Rafa melihat Intan dan Intan pun hanya memberikan senyuman kecil, tak ada sapa di antara mereka.
" Papah belum pulang mah ?. "
" Belum, papah mu bilang lusa dia baru pulang. "
Rafa hanya manggut manggut saja
" Begini Rafa, kamu ingat dengan keinginan mamah saat itu ?. "
" Keinginan yang mana ?. "
" Keinginan mamah untuk memiliki anak perempuan ?. "
" Jadi sekarang mamah hamil ??. "
" Plak. " Pukulan kecil mendarat di bahu Rafa. hingga Rafa mengelus bekas pukulan mamahnya yang terasa panas.
" Kamu itu kalau di ajak serius!!. "
" Eeh... iya mah maaf, lanjutkan !. "
" Begini mamah baru saja mengutarakan keinginan mamah pada Intan. "
__ADS_1
" Keinginan apa ?. "
" Bisa tidak sih kamu dengarkan mamah berbicara dulu jangan terus memotong !!!." Mamah Elen kesal dengan Rafa
" Baiklah,, baiklah . "
" Mamah bilang pada Intan kalau mamah mau dia menjadi anak angkat mamah, adik kamu. "
Ucap mamah sambil tersenyum lembut pada Intan
" Apaa!!!!. " Tanpa sengaja Rafa sedikit berteriak. Hingga membuat mamah Elen terjingkat kaget
" Plakk,,,kamu bikin mamah kaget saja . "
" Yang benar saja mah ?. " Rafa terlihat tak Terima
"loh memangnya kenapa ? , Intan anak yang baik, cantik dari awal mamah sudah menyukai dia , jadi apa salahnya ?. "
" Mah, kenapa mamah tidak mencari yang lain saja . "
" Apa maksud mu mencari yang lain??. " Mamah Elen menajamkan mata nya pada Rafa
" Mah, mamah kan bisa mengadopsi anak dari panti asuhan . "
" Intan nya saja tidak keberatan , kenapa justru kamu yang keberatan ?. " Mamah Elen menatap Rafa dengan curiga
" bu,, bukan begitu mah , hanya saja .... " Rafa menggaruk tengkuknya bingung harus berkata apa..
" Sudah ayo kita makan malam dulu setelah itu kamu antarkan adik mu pulang . "
"Sudah diam!!. "
Intan sedari tadi hanya diam, ia tau kenapa Rafa menolak nya untuk menjadi adik angkat nya. Tapi ia pun tak bisa berkata apa apa mamah Elen begitu baik hingga membuat tak enak hati jika menolak nya.
" Tau kah mamah jika aku menginginkan Intan menjadi kekasih ku bukan adik ku !. " Rafa berkata dalam hati.
" Sayang makan yang banyak yah, kamu sering sering ke sini, nanti mamah masakin yang enak enak buat kamu . " Mamah Elen menyendokkan nasi beserta lauk nya ke piring Intan.
" Cukup mah, apa mamah mau membuat Intan tak bisa bangun karena kekenyangan.Rafa menatap jengah pada mamahnya yang terus saja menaruh segala macam lauk ke dalam piring Intan padahal sudah terlihat penuh, tidak mungkin badan sekecil itu bisa makan dua porsi orang dewasa.
" Hehehe... iya yah, ya sudah mamah kurangi . "
" Terimakasih tante . " Ucap Intan
" Mamah sayang, bukan tante . "
" Iiiya,, mah.. " Intan masih belum terbiasa
Rafa terus memperhatikan Intan, Dia makan dalam diam, seperti sedang ada yang di pikirkan. Kalau dia memikirkan hal yang sama dengan nya itu pertanda bagus jadi dia bisa mempertimbangkan permintaan mamahnya.
" Intan, nanti sampaikan pada ibu mu, mungkin beberapa hari nanti mamah akan ke rumah mu untuk bersilahturahmi menunggu papah pulang dulu . "
" Baik mah. "
" Kamu masih canggung yah nak ?. " Mamah Elen memperhatikan Intan yang tak seceria biasanya.
__ADS_1
" Eemmm,,, iya mah . " Intan tersenyum malu
" Nanti juga kamu akan terbiasa nak . "
" Mah, apa mamah sudah memberitahukan pada papah tentang ini, bagaimana jika papah tak setuju . " Rafa masih mencoba mencari cara agar mamahnya mengurung kan niat nya
" Mamah ini seorang istri Rafa, jadi apapun keputusan yang mamah buat sudah atas persetujuan papah mu, bukan berbuat dulu baru minta persetujuan, lagi pula kamu itu kenapa sih bukannya senang bisa memiliki adik jadi ada temannya . " Mamah Elen berkata dengan kesal.
" Rafa menginginkan Intan bukan sebagai adik mah, tapi.... " Rafa tak melanjutkan kata katanya
" Kalau tidak sebagai adik lalu, sebagai apa ?."
" Sebagai.... " Rafa menggaruk tengkuknya bingung harus berkata apa.
" Kamu jangan macam macam Rafa . " Mamah Elen menatap tajam dengan perasaan curiga pada anak nya itu.
" Macam macam bagaimana mah ?. " Rafa terlihat gugup
" Awas saja kalau kamu menyukai Intan ?. "
" Uhhukk uhukk... " Intan terkejut dengan perkataan tante Elen yang terdengar seperti ancaman, andai dia tau kalau anaknya sudah menyatakan perasaannya pada dirinya bagaimana reaksi tante Elen itu.
" Ini minum, pelan pelan dong masa minum saja sampai keselek begitu, " Rafa segera menyodorkan minuman pada Intan dengan lembut dia mengelus punggung Intan. Dan pemandangan itu tak luput dari perhatian mamah Elen, belum pernah ia melihat anak lelakinya memperlakukan wanita selembut itu.
" Ayo saya antar pulang !. " Ucap Rafa pada Intan
" Pulang ? , Intan masih ingin di sini !. "
" Intan atau mamah yang Ingin? . " Rafa mandang mamahnya
" Lain kali aku main lagi mah, tadi aku sudah berjanji untuk pulang tak terlalu malam pada ibu . " Intan takut ibunya mengkhawatirkan dirinya
" Tuh mah dengar sendiri kan ?. "
" Iya, iya baiklah, lain kali main lagi ya sayang, titip salam untuk ibu mu. "
" Baik mah, kalau begitu aku permisi dulu yah ?. " Intan mencium tangan mamah Elen di ikuti oleh Rafa.
" Iya sayang, hati hati di jalan yah. "
" Rafa pulang ya mah . " Ucap Rafa
" Kamu itu seharusnya di sini, bukan pulang. " Sinis mamah Elen pada Rafa.
" Iya mah kapan kapan Rafa pulang . "
" Isss.... "
mamah Elen melihat Rafa ingin menggandeng tangan Intan, namun di tepis secara halus oleh Intan. Hingga Rafa membukakan pintu samping kemudi untuk Intan.
" Mencurigakan .... "
-
-
__ADS_1
tbc