
" Mmass, mas mau apa ?, " Intan memundurkan tubuhnya saat melihat Rafa terus mendekati nya sambil membuka kancing jas nya satu persatu dan melemparnya begitu saja.
" Aakkk, " Intan berteriak ketika Rafa menarik kedua kakinya hingga ke tepi ranjang membuat kedua kaki Intan menjuntai ke bawah.
Dada Intan naik turun karena terkejut, lagi lagi area sensitif yang menyembul itu membangunkan singa buas yang memang sudah menunggu untuk memangsa nya. Rafa mendekatkan tubuhnya mendekatkan wajahnya dengan wajah Intan , menatap intens gadis remaja yang sudah sah menjadi istrinya ini, tidak,,, tidak,, sebentar lagi predikat gadis sudah tak lagi di sandang oleh Intan.
" Sayang mas ingin itu....!. Rafa menampakkan wajah memelasnya.
" Mas, mas bilang tadi aku suruh istirahat ?. "
" Tapi mas ingin sayang ...!, " Rafa berdiri dari posisinya mengusak rambutnya kasar , ia kelihatan begitu gelisah...
Intan menjadi tak tega melihatnya, namun badannya memang sudah terlalu lelah, ia takut tak bisa memberikannya secara maksimal, lagi pula ia ingin memberi pelajaran pada Rafa yang sudah seenaknya mengajaknya menikah secara mendadak, padahal awal mulanya ia berjanji akan menikahi nya satu bulan lagi, Kenapa tiba-tiba dengan seenak nya ia melakukan ini tanpa persetujuannya, Intan merasa dirinya perlu mengerjai singa yang sedang kelaparan ini.
Rafa duduk di sofa dalam kamarnya, dengan kancing kemeja yang sudah terlepas. Ia bersandar di sofa sambil memejamkan matanya.
Intan bangkit dari ranjangnya, membuka resleting rok kebayanya hingga menampakkan kaki jenjang yang indah, yang hanya mengenakan hotpants hitam di atas lutut.
Rafa yang mengerjapkan matanya memandang takjub pada kaki jenjang itu,
Intan ingin melepaskan kebayanya, namun karena resleting kebaya itu berada di belakang jadi membuat dirinya kesulitan saat membuka nya, Di pantulan kaca ia melihat Rafa tengah memandang nya tanpa kedip. Hingga senyum usil terbersit di otak Intan.
Intan berjalan melewati Rafa, seolah tak tau kalau lelaki itu tengah memperhatikannya.
" Mau kemana ?. " Suara tegas Rafa terdengar.
" Mau keluar,!. "
" Mau apa ?. "
" Mau mencari Ibu , aku ga bisa melepaskan kebaya ini !. " Intan menampakkan wajah imut nya.
" Kamu jangan macam macam Intan, kamu keluar dengan ke adaan seperti itu, sini kamu !!!. " Rafa terlihat kesal, ia melihat Intan yang masih mengenakan kebaya namun bawahannya hanya menggunakan hotpants ketat.
" Mas Rafa kok marah ? ,tadi kan mas Rafa tidur ??. " Intan berakting dengan logat manja nya. Ia pun tak mungkin keluar dengan keadaan seperti itu apalagi di luar masih ada beberapa saudara
" Haahhh... " Rafa menghembuskan nafas nya, tak taukah Intan gejolak apa yang sedang Rafa rasakan di tubuhnya, suara manja Intan malah semakin memperparah.
" Aku mau ke kamar aku aja....!. " Intan sudah membuka handle pintunya.
" INTANNNN. " Rafa mengeram kesal, sembari berjalan cepat sebelum istrinya berhasil membuka pintu itu..
" Aakkkhh.... " Rafa melingkarkan tangannya pada perut Intan, lalu mengangkat nya menuju ranjang dan mendudukkan Intan di sisi ranjang, menunduk di hadapannya dengan tangan ke belakang punggung Intan untuk melepaskan resleting kebaya yang Intan kenakan.
Dengan kesal Rafa melepaskan kebaya itu, namun kini ia semakin di buat kelimpungan lagi, Intan justru terlihat semakin menggodanya, Dengan kemben yang begitu menempel di tubuhnya hingga yang menyembul tadi semakin jelas . Makin tinggi lah suhu panas di dalam tubuh Rafa.
Tubuh mungil, putih dan mulus itu hanya menggunakan kemben dan hotpants yang jelas jelas terpampang di hadapannya.
Rafa sudah tak perduli lagi akan kelelahan yang Intan rasakan, Ia sudah tak kuat lagi melihat Intan yang seperti menggodanya.
" Hemmm... " Rafa mencium bibir pink mungil milik Intan yang terasa manis, Rafa terus mencumbunya dengan penuh na**su, hingga membuat Intan kualahan,
__ADS_1
" Maasss... " Intan berusaha mendorong tubuh Rafa yang sedang meny***ap leher jenjang nya.
" Maasss... "
" Hemmm...! "
" Awas aku mau pipis..! "
Seketika Rafa melepas cumbuan nya itu dengan sedikit tak Terima.
Intan segera berdiri ketika Rafa lengah dan berlari kecil ke arah kamar mandi..
" Aakkkhh.. " Tangan Rafa seolah memukul angin ia membanting tubuh nya ke arah ranjang dengan posisi bertelungkup dan kedua tangan nya memukul mukul ranjang, yaah... Rafa seperti anak kecil kali ini hahaha..
" Ceklekk.... " Intan keluar dari kamar mandi, namun sudah menggunakan baju lengkap. stelan katun dengan celana pendek yang selalu Intan gunakan jika di rumah. Intan berjalan ke arah pintu keluar ketika melihat suaminya tengah tidur bertelungkup.
Waktu menunjukkan pukul 4 sore, ia sungguh lapar, Jadi ia memutuskan untuk keluar dan membawakan makanan untuk nya juga suaminya.
Rafa mendengar decitan pintu yang terbuka, matanya menengok ke arah kamar mandi, tak ada tanda tanda Intan masih di dalam kamar mandi, Ia memutuskan untuk bangun dan mencari Intan,
" Jangan jangan dia keluar hanya menggunakan celana pendek,, sepertinya saya harus membuang semua celana pendek nya!, " Rafa mengeram kesal, ia tau betul pakaian yang sering Intan gunakan di rumah , kalau di rumah nya mungkin tidak masalah, tapi kalau di sini?, apalagi para saudara jauh dan dekat sedang berkumpul, pasti akan banyak mata yang memandang nya.
Rafa mencari cari Intan, karena masih ada beberapa orang di rumah nya sehingga ia tak berani berteriak memanggil Intan.
Betapa kesal nya Rafa melihat Intan sedang tertawa tawa dengan sepupunya. Dan benar saja Intan menggunakan celana pendek di atas lutut, stelan katun warna pastel sederhana itu bahkan membuat Intan terlihat segar dan seperti gadis remaja.
Dengan segera Rafa menarik lengan Intan tanpa memperdulikan saudara sepupu nya yang terlihat bingung itu.
" Mass,, pelan pelan !. " Intan terlihat sulit mengimbangi langkah besar Rafa.
" Kenapa kamu keluar ?. " Rafa menatap tajam Intan.
" Aaku lapar mas, !. "
" Kenapa tidak bilang sama mas ?. "
" Mas kan tidur, lagi pula aku bisa sendiri !. "
" Tapi sepertinya kamu bahagia mengobrol dengan bocah itu !!. "
" Tadi saat di dapur, dia sedang makan jadi kita makan bareng saja, terus mengobrol sebentar !. " Dengan enteng nya Intan berkata seperti itu pada suaminya yang tingkat cemburunya sudah di ambang menghawatirkan
" Lagi pula dia kan sepupu mas Rafa ..!. " Intan semakin gugup saat Rafa sudah memandangnya dengan pandangan aneh...
Intan membalikkan badannya posisi nya belum terlalu jauh dengan pintu. Intan berencana kabur keluar dari kamar itu, ia masih belum siap jika menjadi santapan singa lapar itu.
" Aakkkhhh.... " Tiba-tiba saja kaki Intan melayang di udara. Rafa memeluk Intan dari belakang melingkar kan tangannya pada perut ramping itu dan mengangkat tubuh mungil Intan tak memperdulikan rontaan nya.
Rafa merebahkan Intan di ranjang. Menatap tajam istri nya sambil bersidekap.
" Kamu lebih memilih makan dengan lelaki lain dari pada dengan suami mu sendiri ??. "
__ADS_1
Intan menggeleng lemah
" Lalu kenapa kamu makan sendiri tanpa membangunkan mas ?. "
" Aku fikir mas Rafa lelah jadi aku ga tega buat bangunin, tadi rencananya aku akan membawakan makanan untuk mas Rafa juga,tapi sepupu mas ngajakin aku ngobrol,, jadi... "
" Jadi kamu lupa dengan suamimu begitu ?. "
" Maaf mas .! " Intan menunduk sedih,
Rafa menghembuskan nafasnya guna menghilangkan perasaan kesal nya.
Intan merebahkan tubuhnya, lalu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal menyisahkan kepalanya saja. Lalu ia pura pura memejamkan matanya,
Rafa Ikut merebahkan tubuhnya di samping Intan dan memeluk tubuh mungil dengan aroma ceri yang menyegarkan.
Intan menyingkirkan tangan Rafa yang berada di perut nya, Intan dalam posisi ngambek saat ini.
Rafa terkejut dengan sikap Intan itu, Hingga ia membalikkan tubuh Intan agar menghadap nya.
" Sayang kenapa ?. " Rafa bertanya dengan lembut pada Intan. Dan Intan justru malah menutup seluruh wajahnya dengan selimut.
" Sayang... ?, " Rafa menyibakkan selimut itu
Rafa memegang kedua pipi Intan dengan kedua tangannya, mengarahkan wajahnya agar pandangan mereka bertemu, wajah Intan yang imut dengan bibir mungil dan bulu mata yang lentik itu masih enggan menatap Rafa, matanya justru melirik ke arah lain.
" Cuup.. " Rafa mengecup bibir mungil itu.
" Sayang...?. "
" Mas Rafa jahat dari tadi memarahi aku terus !." Ucap Intan dengan wajah kesal.
Rafa sadari memang, sudah berapa kali ia berbicara dengan nada sedikit tinggi , ia bukannya marah hanya saja dia sedang menahan gejolak dalam dirinya yang harus segera di tuntas kan, tetapi mungkin Intan tak mengerti itu hingga membuatnya uring uringan dan terkesan marah pada Intan.
" Sayang mas minta maaf...! " Ucap Rafa melembut.
" Hemmm...!. "
" Sayang, kamu kan suka baca novel romantis ? di dalam novel itu pasti ada dong adegan romantisnya, apa lagi jika pemeran utamanya itu menikah pasti akan ada adegan dewasanya dong ?. "
Intan mengangguk polos.
" Dan kamu tau apa yang mereka lakukan di malam pertama ?. " Kini gejolak di tubuh Rafa bangkit kembali ketika melihat rona merah di kedua pipi Intan. Dan sepanjang Rafa berbicara ibu jarinya mengelus lembut bibir yang menjadi candunya.
Intan mengangguk kembali
" Apa kita bisa melakukan itu sekarang ??. "
-
-
__ADS_1
tbc
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya yah kaka kaka🤭🤭😍