
Intan memandang takjub wajahnya sendiri saat bercermin, Natural looks mungkin pas untuk make-up yang Intan pakai saat ini, tidak terlalu berlebihan namun tetap terlihat elegant dan mempesona apalagi selama ini Intan jarang menggunakan make-up.
Sampai saat ini Intan tak tau kenapa ia di make-up sedemikian rupa, dan ia juga menggunakan kebaya warna putih yang pas di badannya hingga lekuk tubuh nya yang sempurna itu tercetak jelas, tak ada jawaban dari setiap pertanyaannya pada orang yang meriasnya, karena jawaban dari setiap pertanyaannya adalah tidak tau.
Ia paham riasan serta baju kebaya yang ia kenakan ini adalah riasan yang di pakai oleh pengantin, tetapi ia berfikir masa iya dia akan menikah tanpa ia tau. Ia juga mencoba menghubungi Ibu nya berkali kali namun belum juga di angkat oleh sang ibu.
Intan berdiri di depan cermin, memandangi ulang tubuhnya yang sudah mengenakan kebaya, ia suka dengan kebaya nya hanya saja bagian dada nya yang membuatnya kurang nyaman, Kemben bagian dalam yang rendah membuat buah dada bagian atasnya menyembul keluar, yah walaupun tidak terlalu tetapi itu membuatnya tidak nyaman.
" Kamu cantik sekali nak ...! " Tiba-tiba saja Bu Ida masuk ke dalam kamar Intan.
" Ibuuu... " Intan berjalan cepat untuk memeluk ibunya
" Jangan keras keras meluk nya, nanti dandanan mu rusak loh !. "
" Ibu, kemana saja sih, Intan telfon ga di angkat angkat ?. "
" Mana Ibu bawa ponsel lagi sibuk begini !. "
" Bu sebenarnya ini acara apa sih ?. "
" Nak, ini adalah acara terpenting dalam hidup mu juga dalam hidup Ibu, terimalah ketulusan nak Rafa, hargai dan hormati dia ,ibu lihat cintanya begitu besar pada mu, jangan mengecewakan nya, !. " Bu Ida menasihati anak sembari mengelus lembut tangan yang dulu mungil kini sudah besar dan akan memulai langkah baru dalam hidup nya,
" Bu...!. " Intan merasa sangat sedih mendengar ucapan ibunya itu.
" Sudah sudah jangan menangis nanti riasan mu luntur !. " Sebenarnya bu Ida pun sama, ingin sekali menangis ya menangis bahagia.
" Bu apa ibu bahagia ?. "
" Dalam diri seorang ibu, kebahagiaan anak adalah yang terpenting, namun kalau kamu tanya sekarang apa ibu bahagia ?, yah ibu sangat bahagia sekali, kamu menemukan seseorang yang akan menjaga dan mencintai seumur hidup mu. "
" Maaf Bu sudah waktunya keluar ! " Salah satu tim WO masuk ke dalam kamar Intan.
" Baik lah!. " Jawab bu Ida ,
Bu Ida mengulurkan tangannya pada Intan, dan Intan terdiam sejenak guna menetralkan detak jantung nya yang berdetak tak karuan, tangan nya pun menjadi gemetar.
" Ayo nak, jangan mengecewakan mereka , " Bu Ida mengira kalau Intan tak ingin keluar,
" Huuffff. " Intan menarik nafas dan membuang nya secara perlahan, lalu menyambut uluran tangan sang Ibu yang menuntun nya keluar kamar.
Intan menghentikan langkah nya saat melihat begitu banyak tamu yang hadir, entah dari mana saja ia tak mengenal mereka, juga melihat begitu Indah dan terkesan mewah decor taman itu. Dan pandangannya terhenti pada sosok gagah dan tampan yang mengenakan jas senada dengan kebayanya yang terus memandangi nya dengan tatapan penuh cinta.
Intan paham di detik ini adalah detik terakhir nya menyandang status single . Beberapa langkah ke depan sudah menuju masa depan nya, ia ingin langkah berikutnya selalu membuat orang di sekelilingnya bahagia.
Rafa begitu takjub akan kecantikan Intan yang mempesona berbeda dari biasanya , Hingga matanya enggan berpaling, kecantikan Intan begitu menghipnotis nya, bukan hanya Rafa para tamu undangan pun di buat terpukau dengan kecantikan calon pengantin perempuan itu
__ADS_1
Intan yang masih terdiam membuat Rafa cemas, yah dalam hati Rafa ia takut kalau Intan tak menerima nya, karena dari awal Rafa tidak memberitahukan nya. Tubuh Rafa berkeringat karena tegang dan takut ,
" Cepat susul Intan sebelum dia kabur !. " Mamah Elen yang ada di sebelah Rafa berbisik di telinga anak nya, hingga membuat Rafa reflek berdiri.
Rafa berjalan mendekati Intan, perasaan lelaki dewasa ini begitu campur aduk, Rafa mengulurkan tangan nya ke arah Intan dengan harap harap cemas, dan Intan pun menyambut uluran tangan Rafa, dan bu Ida mengikutinya dari belakang
" Sayang, kamu tidak berniat untuk kaburkan ?. " Rafa berbisik
" Akan aku lakukan setelah Ini ,! " Jawab Intan juga dengan berbisik.
" Jangan harap. "
Adegan seperti ini membuat para tamu undangan iri karena terlihat romantis.
Tak ada bisik bisik lagi karena kini mereka tengah duduk di depan penghulu dan di apit oleh orang tua mereka juga para saksi pernikahan. Yang rencananya adalah acara pertunangan kini berubah menjadi pernikahan, walaupun membuat repot semua orang namun acara ini bisa berjalan sesuai keinginan Rafa
Acara sakral pun di mulai. Walaupun Rafa harus mengulangnya dua kali karena gugup akhirnya kata Sah dari para saksi dan tamu undangan membuat nya lega. Wanita muda dan yang cantik di sebelah nya kini sudah sah menjadi Istrinya,
Intan mencium tangan Rafa dan Rafa mencium kening Intan dengan lembut, dan di teruskan kepada ke dua orang tua mereka.
Setelah ini acaranya santai tidak terlalu kaku, karena acaranya juga bertemakan pesta kebun yang santai, hanya teman terdekat dari mamah dan papahnya, tak satupun orang kantor Rafa yang mengetahuinya kecuali Sandy, karena dulu Intan pernah mengajukan syarat seperti itu jika ingin menikahinya dengan cepat, walaupun Rafa tak setuju karena ia ingin memberitahukan kepada siapapun kalau Intan ini miliknya dan tak boleh ada yang mendekatinya.
" Sayang baju mu apa tidak ada yang lain,! " Rafa memperhatikan dada Intan yang menyembul itu, karena banyak laki laki juga yang memperhatikan Intan, ia tidak rela miliknya di lihat oleh lelaki lain.
Rafa menggaruk tengkuknya bingung karena memang bukan Intan juga dirinya yang mempersiapkan semua ini.
" Maaf sayang , kita ganti baju saja yuk ,! "
" Ga mau, bajunya cantik kok, aku suka, apalagi banyak orang yang melihatku !. " Intan mencoba menggoda lelaki dewasa pencemburu itu.
" Sepertinya kamu harus di beri pelajaran !, " Ucap Rafa dengan raut wajah kesal sambil membawa Intan turun dari mini panggung itu.
" Rafa diam di tempat !!!. " Mamah Elen menatap tajam Rafa, masih banyak tamu yang hadir.
" Weeee.. hahahah,, " Intan menjulurkan lidah nya sambil tertawa kecil membuat Rafa bertambah kesal.
Sekesal kesal nya Rafa tangan serta tubuhnya tak ingin jauh dari Intan,
Hampir 4 jam Rafa dan Intan menyambut tamu, Intan sudah terlihat lelah sekali karena mereka juga baru saja melakukan perjalanan jauh.
Rafa meninggalkan Intan yang sedang duduk terdiam karena lelah, ia menghampiri mamahnya " Mah, intan sepertinya sudah kelelahan, " Ucap Rafa pada mamah Elen
Mamah Elen pun menyadari itu, maklum menantunya baru saja tiba dari luar negri.
" Baiklah kalian berdua istirahatlah !. "
__ADS_1
Rafa kembali mendekati Intan " Sayang, ayo kita istirahat acaranya sudah selesai!. "
" Hahh, apa boleh mas ?. "
" Boleh sayang, ayo..... "
Intan menerima genggaman tangan Rafa, karena badannya pun sudah cukup lelah hari ini.
" Loh, sayang mau ke mana ?. "
" Mau istirahat mas, tadi katanya boleh!!. "
" Iya , maksud mas kenapa kamu belok ke sini ??. "
" Loh, kamar aku kan memang di situ mas, " Intan menunjuk pintu kamarnya.
" Huufff,, mulai hari ini kamarmu bukan lagi di situ, melainkan di sana !. " Rafa menunjuk kamarnya yang berada di lantai atas.
"Itu kan kamar nya mas ?. "
" Kamu pikir sekarang kamu itu siapa ?. "
" Aaakkk... " Intan terkejut karena tiba-tiba saja Rafa menggotong tubuhnya dan berjalan menaiki tangga.
Intan memandangi sekitar kamar Rafa yang cukup luas, dengan aroma maskulin dan warna cat yang menunjukkan ke gagahan pemilik kamar.
Rafa merebahkan secara perlahan Intan pada ranjang king size nya.
Intan langsung merasakan nyaman, hingga ia meregangkan tangan nya serta menggerakkan pinggang ke kanan dan ke kirinya untuk meringankan rasa pegalnya.
" Jangan memancing mas Intan ?, " Pita suara yang mulai berubah juga pandangan yang sudah di penuhi kabut, saat Intan meliuk liukkan tubuhnya di atas kasur, serta tanpa Intan sadari bagian dari dua area sensitif nya semakin menyembul karena posisi itu.
Rafa mendekati Intan dengan aura yang berbeda, hingga membuat Intan ngeri melihat nya.
" Mmaasss....! "
-
-
-
Tbc
. Trimakasih yang sudah baca dari awal sampai episode ini selalu memberi like๐๐. komen kalian membuat othor tambah semangat๐๐... apalagi vote dan hadiahnya ๐ ๐
__ADS_1