Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Pilihan sulit


__ADS_3

Sudah tiga hari Intan menghindari Rafa dan itu berhasil, Intan tak mau mengangkat telfon ataupun membalas pesan dari Rafa,


Walaupun Rafa tetap sarapan di rumah namun mereka tidak saling bertemu,karena Intan sengaja berangkat lebih pagi,


Rafa sudah tidak makan malam karena kesibukan nya, Intan pun pernah dua kali melihat Rafa dan Diana makan malam di sebuah Restoran , Dan rasa cemburunya kian bertambah melihat Rafa jalan berdua dengan Diana di salah satu Mall saat Intan dan teman temannya sedang mencari buku untuk tugas mereka,


Intan memang sungguh ke kanak-kanak kali ini, Dan ia punya alasan untuk itu,


Takk tau kah dia kalau itu membuat Rafa uring uringan di kantor sampai Sandy pun kini sering kena ocehan ga jelas dari bos sekaligus sahabatnya itu.


" Gue harus cari tuh Demus biar bos nya ga cepat jadi kakek kakek karena ngomel terus setiap hari , " Ucap Sandy dalam hati


***


Hari ini Intan di hubungi mamah Elen untuk datang ke rumahnya, walaupun Ia malas sekali untuk ke sana tetapi ia akan tetap ke sana karena mamah Elen orang tua kedua nya .


Pukul 2 siang Intan dalam perjalanan ke rumah Mamah Elen dengan menggunakan motornya, Dia berfikir ini masih jam kerja jadi mungkin Rafa tidak ada di sana ,jadi aman untuk nya tidak perlu bertemu Rafa


Motor Intan masuk ke dalam halaman luas Mamah Elen, langkah nya terhenti saat melihat deretan bunga bunga sedang bermekaran Indah sekali, karena mamah Elen termasuk penyuka semua bunga jadi beragam macam bunga ada di halaman mewah ini.


Fokus Intan ada di jejeran bunga mawar yang berwarna warni, Intan menyukai mawar putih namun kali ini dia lebih tertarik melihat mawar hitam.


Intan melangkahkan kembali , dan untuk kedua kali langkah terhenti , ia melihat mobil hitam Rafa terparkir, hatinya menjadi ragu untuk masuk ke dalam dan untuk kembali pun Intan tidak mungkin,


" Intan ku sayaang,, kamu sudah datang nak ?. " Mamah Elen yang melihat Intan masih terdiam di halaman rumahnya, segera menghampiri Intan dan memeluk anak gadisnya


" Sudah mah , " Intan tersenyum senang,


" Kenapa tidak langsung masuk saja sih , malah melamun di sini , " Mamah Elen merangkul Intan sambil berjalan ke dalam rumahnya


" Intan melihat bunga bunga mamah yang sedang mekar, mereka cantik cantik mah . "


" Sama seperti kamu cantik sayang . "


" Mah, apa ada tamu ?. "


" Tidak ada sayang , itu hanya Dokter yang sedang memeriksa !. "


" Siapa yang sakit mah ? , papah ?. "


" Bukan sayang , Diana sakit semalam sepulang jalan jalan dengan mas mu dia demam, sepertinya kelelahan , mas mu juga ada di sini kok . "


Langkah Intan terhenti mendengar ucapan dari mamah Elen.


" Kenapa berhenti nak ?. "


" Tidak apa apa mah, " Mereka melanjutkan kembali langkahnya menuju kamar tamu.


" Ini resep nya bu , " Dokter itu bertemu dengan mamah Elen di depan pintu


" Terimakasih yah Dok , " mamah Elen menerima resep itu


" Kalau begitu saya permisi . "


" Silahkan Dok . "

__ADS_1


" Cekleekkk , " Saat pintu kamar di buka, Intan melihat Rafa duduk di ranjang samping Diana dan sedang memberikan minuman untuk Diana, membuat Intan diam terpaku.


Rafa tak melihat kehadiran Intan karena dia fikir mamah nya lah yang masuk.


" Haii Intan kamu datang .." Diana melambaikan tangan nya pada Intan yang berada di belakang Rafa.


" Deggg... " Jantung Rafa berdetak ketika mendengar nama yang beberapa hari ini menghindarinya, Dan sudah membuat hari hari buruk dalam hidupnya.


" Kak Diana sakit apa ?. " Intan mendekati ranjang Diana tanpa melihat ke arah Rafa sedikit pun


" Hanya demam biasa kok, mungkin masuk angin. " Jawab Diana


Rafa berdiri dari duduk nya, mencoba berdiri di samping Intan, namun justru Intan menggantikan posisi Rafa duduk di ranjang,


Rafa hanya diam mengamati wajah gadis cantik yang sangat Ia rindukan itu.


" Oh iya mamah tinggal sebentar yah, mau bantu bibi masak untuk makan malam . "


" Biar aku bantu mah ?. " Ucap Intan ia tak mau berada di kamar ini rasanya membuat sesak


" Tidak usah sayang , kamu di sini saja mengobrol dengan Diana dan Rafa , " Mamah Elen pun keluar dari kamar itu


Kini Intan merasa canggung,


" Ooh iya kamu tidak kuliah Intan ?. "


" Sudah pulang kak, "


" Mungkin beberapa hari lagi kakak akan pindah ke Apartemen, kamu bisa kan kapan kapan menemani kakak di sana ??" Tawar Diana


" InsyaAllah kalau ada waktu kak !. "


" Saya keluar dulu . " Rafa tak menjawab pertanyaan Diana.


Diana pun hanya tersenyum saja melihat Rafa keluar.


" Intan aku ingin bertanya pada mu ?. "


" Tentang apa kak ?. "


" Tentang Rafa !. "


" Haahhhh !. "


" Kamu kan sebagai adik nya selama Ini dekat dengan Rafa , walaupun kalian adik angkat tapi sepertinya kalian dekat !. "


" Emmm ,, Kak Diana ingin bertanya apa ?. "


" Apa kah Rafa sudah punya kekasih ?. "


Intan sempat terkejut dengan pertanyaan Diana namun seperkian detik Intan sudah menetralkan kembali keterkejutannya .


" Aaaku tidak tau kak !. " Jawab Intan sedikit gugup


" Ayolah Intan kamu pasti tau siapa wanita yang sedang dekat dengan Rafa , " Cecar Diana

__ADS_1


" Mas Rafa tak pernah cerita kalau soal itu kak, lagi pula sekarang kita sama sama sibuk,,!. "


" Ok,, baiklah, boleh kakak minta bantuan mu ?. "


" Bantuan apa kak ?. "


" Bantu kakak untuk dekat dengan Rafa !. "


Deg... Intan bingung harus menjawab apa, boleh kah dia meralat ucapannya , kalau sebenarnya dia lah kekasih nya Rafa, dan tidak mungkin dia membantu orang untuk mendekati kekasih nya, tapi ia kini bisa apa jika orang terdekat nya juga menginginkan Rafa agar bisa dekat dengan Diana.


Termasuk mamah Elen, Yang pernah menghubungi nya untuk berbicara pada Rafa agar Rafa mau kalau di jodohkan dengan Diana dan Mamah juga memintanya untuk mendekatkan Rafa dengan Diana. Jadi Ia bisa apa ???,


Menghindar merupakan langkah awal Intan untuk menjauh dari Rafa, Ia tak berani berbicara langsung kelembutan Rafa bisa menggoyahkan hatinya nanti .


" Ya Tuhan saya harus apa !!!. " Batin Intan


" Intan , hey,,,,, kok malah melamun sih ?. " Diana melihat Intan yang melamun, melambaikan tangannya tepat di wajah Intan


" Eeehhh,,, maaf kak !. "


" Bagaimana ? , kamu bisa kan bantu kakak ?. "


" Aku coba kak, tapi aku ga bisa janji yah? , " jawab Intan di iringi senyum yang di paksakan.


" Tidak apa apa yang terpenting kamu mau bantu kakak, terimakasih yah , kakak jadi semakin bersemangat , " Diana memegang kedua tangan Intan, terlihat jelas sekali kalau Diana itu sangat bahagia.


Intan keluar dari kamar Diana, rasanya ia ingin sekali segera pulang ke rumahnya.


Saat baru saja Intan keluar dari kamar Diana tiba-tiba saja Rafa langsung menarik paksa lengan Intan menariknya masuk ke dalam kamar.


" Kliikk, " Rafa mengunci pintu kamarnya lalu menatap Intan dengan tajam


" Apa main tak umpat nya sudah selesai ? , apa masih ingin di teruskan ?, berapa lama lagi ? , mas bahkan seperti orang gila beberapa hari ini mencari cari gadis nakal seperti mu!, " Ucapan Rafa terdengar dingin


Intan masih diam tanpa kata


" Bicara pada mas Intan!!, apa sebenarnya salah mas sama kamu, hingga kamu terus saja menghindari mas seperti itu?? , " Rafa sedikit membentak Intan, ia sungguh sungguh kesal dengan Intan


Intan masih belum bergeming, ia terus menunduk tak berani menatap netra Rafa yang sedang meluapkan emosinya.


" Apa kamu mau sekarang juga mas bongkar semua tentang kita ??!, " Rafa meremas kedua pundak Intan dengan kedua tangan nya, Namun seketika ia melepaskan saat Intan meringis kesakitan


" Jawab Intan jangan diam saja !!!. "


" Aakkhh.... " Intan teriak terkejut ketika Rafa mendorong nya hingga jatuh di atas ranjang besar milik Rafa. Untung saja kamar Rafa kedap suara, jika tidak mungkin semua orang sudah berkumpul.


" Apa mas harus nekad dulu agar kamu mau bicara , ??, " Rafa tersenyum, namun senyum yang mengerikan menurut Intan,


Rafa menaikkan lengan kemejanya nya hingga ke siku lalu, membuka kancing atas kemejanya.


-


-


-

__ADS_1


tbc


Jangan lupa like nya kakak, 😘😘


__ADS_2