Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Sakit bulanan???


__ADS_3

" mas ..ja..jangan seperti ini . " Intan begitu gugup, Rafa mendorongnya perlahan hingga bersandar di balik pintu, tatapan Rafa yang melembut membuat detak jantung nya menari nari. Rafa mengunci pergerakannya hingga Intan memalingkan wajahnya karena tak tahan dengan tatapan itu.


" Lihat saya Intan . "


Dengan perlahan Intan memandang wajah Rafa. Aaah... sungguh ini tak aman untuk kerja jantung nya.


" Mas, jangan seperti ini, nanti ada yang masuk!. "


" Tidak akan ada yang masuk ke rumah ini selain kamu. "


"Jangan di gigit bibir mu Intan. " Rafa melihat Intan menggigit bibir bawah nya


" Menjauh lah mas, sesak nih. " Intan mendorong perlahan tubuh Rafa Dan Rafa pun menuruti nya


" Duduk lah dulu . " Rafa meninggalkan Intan dan masuk ke dalam kamarnya. Karena tubuhnya pun seketika menjadi memanas, ia lelaki dewasa yang normal


Intan pun duduk, " Gila itu om om bikin gue punya asma aja, jadi sering sesak gini kalau dekat dia


Rafa keluar dengan membawa salep berukuran kecil di tangannya, dia jongkok di hadapan Intan dan mengoleskan salep itu dengan perlahan pada lutut Intan yang terluka.


" Aawww, perih mas. "


" Iya ini pelan pelan, sini mana tangan nya yang tadi juga luka. " kulit putih mulus Intan kini terlihat seperti ternoda karena ada luka


Intan mengulurkan tangan nya dan Rafa melakukan hal yang sama pada luka itu.


" Besok mamah menyuruhmu datang ke rumah . "


" Tante Elen ?. "


" Iyaaa. "


" Buat apa ya mas ?. "


" Mana saya tau. "


Intan terdiam sejenak menebak nebak apa yang sebenarnya membuat tante Elen mengundangnya ke rumah nya. Apa dia membuat kesalahan.


" Heyy... kenapa melamun ?. "


" Eeeh... ga kok mas . "


" Besok saya yang antar ke sana , kamu tunggu saja di rumah . "


" Enggak usah mas, saya bisa sendiri kok . "


" Memang nya kamu sudah tau rumahnya?. "


" Ya ampun mas sekarang sudah zaman modern. tinggal share lock bisa langsung nyampe . "


" Menggunakan motor ?. "


" Ya enggak dong, aku kan belum punya SIM, setelah punya SIM baru aku bebas kemana pun ?. "


" Bebas kemanapun bagaimana maksudnya ?. "


" Emmm.. ya bebas, maksudnya jadi ga khawatir di tilang polisi . " Intan beralasan, dalam angannya sudah banyak yang ingin ia kunjungi setelah surat motor itu lengkap.


" Jangan lagi menggunakan celana pendek . "


" Mas boleh aku tanya ?. "


" Mau tanya apa ? . " Rafa kini duduk di samping Intan dengan saling berhadapan


" kenapa.... " Intan menjeda ucapannya

__ADS_1


" Apanya yang kenapa ?. "


" Kenapa mas begitu perhatian sama aku ?. " Ucap Intan dengan suara pelan


" Kau ini tidak peka atau apa hemm??, Apa semua perhatian saya, larangan larangan saya padamu tak di resapi ?. ""


Intan menggeleng, sebenarnya Intan juga bukan gadis yang terlalu polos, ia tau kenapa cowok bisa berubah pehatian nya tidak seperti biasa, namun Intan menepis semua prasangka itu, ia tak mau terlalu percaya diri dan Rafa pun tak pernah menyatakan cinta atau ketertarikan nya.


" Itu lah ke egoisan wanita, yang tidak cukup hanya dengan perbuatan, tapi harus dengan pernyataan yang terucap . " Sambung Rafa


" Jadi maksud om, eeh mas, menyukai ku begitu ?. "


" huufff... iya Intan . "


" Itu tidak mungkin . " Intan sedikit menggeleng.


" Apa yang tidak mungkin ?. "


" Mas jangan bercanda ! "


" Siapa yang bercanda ?. "


Intan berfikir selama ini hanya dia yang memiliki rasa yang lain pada Rafa, dia begitu menyukai lelaki dewasa ini. Tapi ia sungguh tak percaya jika Rafa juga memiliki perasaan pada nya.


" Jadi bagaimana apa kau menerima nya ?. "


" Menerima apa ?. " Intan masih terlalu terkejut dengan pernyataan perasaan Rafa padanya


" Menerima saya menjadi kekasih mu . " Rafa berkata sambil mengelus pipi Intan dan tangan kirinya mengenggam tangan Intan.


Intan tak tau harus berkata apa.


" Mas aku tidak bisa menjawab nya sekarang . "


" Butuh waktu berapa lama untuk menjawab nya ?. "


" Untuk mengatakan ' iya ' saja butuh waktu satu minggu ?. "


" Belum tentu aku jawab ' Iya ' . "


" Hanya itu jawaban yang saya tunggu . "


" Diih.. maksa . " Intan beranjak berdiri hendak pulang.


" Tunggu . " Rafa menariknya hingga Intan terjatuh di pangkuannya


" Mas apaan sih... " Intan meronta ronta minta di lepaskan, Karena Rafa memeluknya dari belakang dengan posisi Intan di pangkuannya


" Bukankah sudah saya bilang, untuk bantu saya memastikan perasaan ini, kenapa kamu selalu acuh seperti itu ??. "


Intan menjadi terdiam. Tak tau kah Rafa kalau Intan dengan senang hati akan menjawab ' Iya', Namun ia tahu diri dengan keadaannya.


****


Setelah drama nya dengan Rafa membuat Intan tak bisa tidur hampir semalaman, dan itu membuat mata pandai berada di matanya.


" Intan bangun, sudah siang ini loh, anterin sarapan buat nak Rafa . " Panggil ibu dari luar kamar


" Ibu, ibu saja yang nganter yah , perut aku sakit . " Intan keluar dengan wajah pucat dengan hiasan mata panda, karena kurang tidur juga perutnya yang sakit efek datang bulan


" Sakit kenapa ? . "


" aku datang bulan bu . " Intan meremas perut nya sambil berjalan ke arah kamar mandi


" Ooh ya sudah ibu saja yang nganter, nanti ibu belikan jamu yah . "

__ADS_1


" Iya bu . " Teriak Intan dari dalam kamar mandi


Bu Ida berjalan ke arah rumah Rafa.


"Asalamualaikum . "


" waalaikumsalam. " Rafa membukakan pintu, ia sudah rapih berharap Intan yang mengantarkan sarapannya


" Looh,,, ibu yang mengantar, Intan kemana ?."


" Si Intan lagi sakit nak !. "


" Sakit apa bu, perasaan semalam baik baik saja, apa perlu di bawa ke Rumah sakit??. " Rafa bertanya dengan raut wajah yang khawatir, hingga membuat bu Ida merasa heran melihat nya


" Bukan sakit yang aneh aneh nak, hanya sakit bulanan . " Ucap bu Ida sambil tersenyum


" Sakit bulanan ?, Sakit bulanan itu penyakit apa ?. " Rafa bertanya dengan wajah kebingungan.


membuat bu Ida tertawa kecil, "sudah nak Rafa tak usah di pikirkan, sarapan dulu nanti keburu telat, ibu permisi ya . "


" Iiiya bu, terimakasih . "


Rafa menjadi tak berselera sarapan kali ini, Dan perlu di ingat inilah kali pertama Rafa mengalami jatuh cinta, sekalinya merasakan itu, cintanya jatuh pada gadis belia yang umurnya jauh di bawahnya hingga membuatnya harus mengimbangi. Dan juga Intan belum menerima cintanya, hingga membuatnya menjadi tak karuan.


Rafa mengirim pesan pada Intan


"📱 kamu sakit apa ? "


"📩 Hanya sakit perut mas . "


" 📱Ibu mu bilang kamu sakit bulanan ?. "


" 📩 iya mas"


"📱 Sakit bulanan itu sakit apa ?. "


" 📩 mas sudah yah, aku mau membantu ibu dulu. "


" Iisss,,, kenapa tak ada yang menjawab sakit bulanan itu apa . " Rafa menjadi kesal sendiri . Ia pun berangkat ke kantor masih dengan pertanyaan dengan sakit bulanan itu apa.


***


Sampai di kantor Rafa memanggil Sandy ke ruangan nya.


" Ada apa bro ?. " Sandy duduk di depan Rafa


" Gue mau tanya . "


" Tanya apa ?. "


" Lo tau penyakit bulanan itu sejenis penyakit apa ??. " Rafa bertanya dengan polosnya


" Pefffttt... " Sandy menahan tawanya


" Apa yang lucu ?. "


" Lo bertanya dengan orang yang tepat, hafal luar dalem tentang wanita, termasuk yang lo tanyain tadi . "


" Sudah jangan bertele tele . " Rafa tak sabaran


" Sini gue bisikin, ini penyakit ga enak kalau ada yang denger . "


" Separah itu kah penyakit Intan . " batin Rafa


-

__ADS_1


-


tbc


__ADS_2